Selasa, 21 Jul 2026 20:52 WIB

LPG 3 Kg Langka, Pedagang Gorengan Menjerit: Cari Gasnya Susah!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 04 Feb 2025 15:19 WIB
Pedagang gorengan di Surabaya
Pedagang gorengan di Surabaya

selalu.id – Kelangkaan gas elpiji 3 kg atau “gas melon” membuat warga Surabaya resah, terutama para pelaku usaha kecil seperti pedagang gorengan.

Hal itu pun menyebabkan antrean panjang di beberapa tempat pangkalan di Surabaya, ditambah lagi harga dipangkalan pun tetap tinggi dan pasokannya tetap terbatas.

Lo Sieng Hie (60), seorang pedagang gorengan di Surabaya, mengaku kesulitan mendapatkan gas melon tersebut. Untungnya, tempat lokasi gerobak gorengannya yang dekat SPBU lebih murah ketimbang di wilayah kampung.

“Di kampung harganya Rp20 ribu, di SPBU Rp18 ribu. Tapi masalahnya bukan cuma harga, sekarang cari gasnya susah,” kata Lo Sieng Hie, saat ditemui di selalu.id, di tempat jual gorengannya di Jalan Kusuma Bangsa, Selasa (4/2/2025).

Ia juga bercerita sejak pandemi COVID-19, kondisi usahanya semakin sulit. Terlebih, Ia juga menyoroti distribusi gas bersubsidi yang dinilai tidak tepat sasaran.

“Dulu ramai, sekarang sepi. Barang mahal, pembeli berkurang, modal mutarnya susah,” keluhnya.

“Orang kaya juga pakai tabung melon. Harusnya harga naik nggak masalah, asal barangnya ada. Tapi sekarang malah langka,” tambahnya.

Lebih lanjut Lo Sieng Hie menduga kelangkaan ini terjadi karena ada pihak yang menimbun gas. “Pasti ada yang nakal nimbun. Kalau memang harus mahal, nggak apa-apa, yang penting jangan sampai nggak ada gasnya,” tegasnya.

Menurutnya, ini semakin menyulitkan pedagang kecil yang bergantung pada gas bersubsidi. “Dulu minyak goreng murah, sekarang mahal. Sekarang semua pakai listrik, tapi listrik juga mahal. Mau usaha makin berat,” katanya.

Diketahui sebelumnya,pemerintah memutuskan memangkas penyaluran LPG 3 kg hanya sampai pangkalan, sehingga masyarakat tidak bisa lagi membelinya di pengecer atau warung. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat menegaskan bahwa tidak ada kelangkaan LPG, karena volume pasokan tahun 2024 ke 2025 tetap sama.

Namun, kebijakan ini mendapat sorotan dari DPR. Setelah berkoordinasi, Presiden Prabowo Subianto akhirnya memerintahkan Menteri ESDM untuk mengaktifkan kembali pengecer LPG 3 kg.

“Presiden Prabowo telah menginstruksikan Menteri ESDM untuk mengaktifkan kembali pengecer berjualan gas LPG 3 kg, sambil menertibkan mereka agar menjadi agen sub pangkalan secara bertahap,” ujar Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Selasa (4/2/2025).

Baca Juga: Elpiji 3 Kg Kini Berpotensi Disalahgunakan, DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.