Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

LPG 3 Kg Langka, Pedagang Gorengan Menjerit: Cari Gasnya Susah!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 04 Feb 2025 15:19 WIB
Pedagang gorengan di Surabaya
Pedagang gorengan di Surabaya

selalu.id – Kelangkaan gas elpiji 3 kg atau “gas melon” membuat warga Surabaya resah, terutama para pelaku usaha kecil seperti pedagang gorengan.

Hal itu pun menyebabkan antrean panjang di beberapa tempat pangkalan di Surabaya, ditambah lagi harga dipangkalan pun tetap tinggi dan pasokannya tetap terbatas.

Lo Sieng Hie (60), seorang pedagang gorengan di Surabaya, mengaku kesulitan mendapatkan gas melon tersebut. Untungnya, tempat lokasi gerobak gorengannya yang dekat SPBU lebih murah ketimbang di wilayah kampung.

“Di kampung harganya Rp20 ribu, di SPBU Rp18 ribu. Tapi masalahnya bukan cuma harga, sekarang cari gasnya susah,” kata Lo Sieng Hie, saat ditemui di selalu.id, di tempat jual gorengannya di Jalan Kusuma Bangsa, Selasa (4/2/2025).

Ia juga bercerita sejak pandemi COVID-19, kondisi usahanya semakin sulit. Terlebih, Ia juga menyoroti distribusi gas bersubsidi yang dinilai tidak tepat sasaran.

“Dulu ramai, sekarang sepi. Barang mahal, pembeli berkurang, modal mutarnya susah,” keluhnya.

“Orang kaya juga pakai tabung melon. Harusnya harga naik nggak masalah, asal barangnya ada. Tapi sekarang malah langka,” tambahnya.

Lebih lanjut Lo Sieng Hie menduga kelangkaan ini terjadi karena ada pihak yang menimbun gas. “Pasti ada yang nakal nimbun. Kalau memang harus mahal, nggak apa-apa, yang penting jangan sampai nggak ada gasnya,” tegasnya.

Menurutnya, ini semakin menyulitkan pedagang kecil yang bergantung pada gas bersubsidi. “Dulu minyak goreng murah, sekarang mahal. Sekarang semua pakai listrik, tapi listrik juga mahal. Mau usaha makin berat,” katanya.

Diketahui sebelumnya,pemerintah memutuskan memangkas penyaluran LPG 3 kg hanya sampai pangkalan, sehingga masyarakat tidak bisa lagi membelinya di pengecer atau warung. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat menegaskan bahwa tidak ada kelangkaan LPG, karena volume pasokan tahun 2024 ke 2025 tetap sama.

Namun, kebijakan ini mendapat sorotan dari DPR. Setelah berkoordinasi, Presiden Prabowo Subianto akhirnya memerintahkan Menteri ESDM untuk mengaktifkan kembali pengecer LPG 3 kg.

“Presiden Prabowo telah menginstruksikan Menteri ESDM untuk mengaktifkan kembali pengecer berjualan gas LPG 3 kg, sambil menertibkan mereka agar menjadi agen sub pangkalan secara bertahap,” ujar Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Selasa (4/2/2025).

Baca Juga: Pemkot Pastikan Harga LPG 3 Kg di Surabaya Sesuai HET dan Stok Aman 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.