Minggu, 06 Sep 2026 05:54 WIB

LPG 3 Kg Langka, Pedagang Gorengan Menjerit: Cari Gasnya Susah!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 04 Feb 2025 15:19 WIB
Pedagang gorengan di Surabaya
Pedagang gorengan di Surabaya

selalu.id – Kelangkaan gas elpiji 3 kg atau “gas melon” membuat warga Surabaya resah, terutama para pelaku usaha kecil seperti pedagang gorengan.

Hal itu pun menyebabkan antrean panjang di beberapa tempat pangkalan di Surabaya, ditambah lagi harga dipangkalan pun tetap tinggi dan pasokannya tetap terbatas.

Lo Sieng Hie (60), seorang pedagang gorengan di Surabaya, mengaku kesulitan mendapatkan gas melon tersebut. Untungnya, tempat lokasi gerobak gorengannya yang dekat SPBU lebih murah ketimbang di wilayah kampung.

“Di kampung harganya Rp20 ribu, di SPBU Rp18 ribu. Tapi masalahnya bukan cuma harga, sekarang cari gasnya susah,” kata Lo Sieng Hie, saat ditemui di selalu.id, di tempat jual gorengannya di Jalan Kusuma Bangsa, Selasa (4/2/2025).

Ia juga bercerita sejak pandemi COVID-19, kondisi usahanya semakin sulit. Terlebih, Ia juga menyoroti distribusi gas bersubsidi yang dinilai tidak tepat sasaran.

“Dulu ramai, sekarang sepi. Barang mahal, pembeli berkurang, modal mutarnya susah,” keluhnya.

“Orang kaya juga pakai tabung melon. Harusnya harga naik nggak masalah, asal barangnya ada. Tapi sekarang malah langka,” tambahnya.

Lebih lanjut Lo Sieng Hie menduga kelangkaan ini terjadi karena ada pihak yang menimbun gas. “Pasti ada yang nakal nimbun. Kalau memang harus mahal, nggak apa-apa, yang penting jangan sampai nggak ada gasnya,” tegasnya.

Menurutnya, ini semakin menyulitkan pedagang kecil yang bergantung pada gas bersubsidi. “Dulu minyak goreng murah, sekarang mahal. Sekarang semua pakai listrik, tapi listrik juga mahal. Mau usaha makin berat,” katanya.

Diketahui sebelumnya,pemerintah memutuskan memangkas penyaluran LPG 3 kg hanya sampai pangkalan, sehingga masyarakat tidak bisa lagi membelinya di pengecer atau warung. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat menegaskan bahwa tidak ada kelangkaan LPG, karena volume pasokan tahun 2024 ke 2025 tetap sama.

Namun, kebijakan ini mendapat sorotan dari DPR. Setelah berkoordinasi, Presiden Prabowo Subianto akhirnya memerintahkan Menteri ESDM untuk mengaktifkan kembali pengecer LPG 3 kg.

“Presiden Prabowo telah menginstruksikan Menteri ESDM untuk mengaktifkan kembali pengecer berjualan gas LPG 3 kg, sambil menertibkan mereka agar menjadi agen sub pangkalan secara bertahap,” ujar Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Selasa (4/2/2025).

Baca Juga: Elpiji 3 Kg Kini Berpotensi Disalahgunakan, DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.