Kamis, 04 Jun 2026 05:15 WIB

LPG 3 Kg Langka, Pedagang Gorengan Menjerit: Cari Gasnya Susah!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 04 Feb 2025 15:19 WIB
Pedagang gorengan di Surabaya
Pedagang gorengan di Surabaya

selalu.id – Kelangkaan gas elpiji 3 kg atau “gas melon” membuat warga Surabaya resah, terutama para pelaku usaha kecil seperti pedagang gorengan.

Hal itu pun menyebabkan antrean panjang di beberapa tempat pangkalan di Surabaya, ditambah lagi harga dipangkalan pun tetap tinggi dan pasokannya tetap terbatas.

Lo Sieng Hie (60), seorang pedagang gorengan di Surabaya, mengaku kesulitan mendapatkan gas melon tersebut. Untungnya, tempat lokasi gerobak gorengannya yang dekat SPBU lebih murah ketimbang di wilayah kampung.

“Di kampung harganya Rp20 ribu, di SPBU Rp18 ribu. Tapi masalahnya bukan cuma harga, sekarang cari gasnya susah,” kata Lo Sieng Hie, saat ditemui di selalu.id, di tempat jual gorengannya di Jalan Kusuma Bangsa, Selasa (4/2/2025).

Ia juga bercerita sejak pandemi COVID-19, kondisi usahanya semakin sulit. Terlebih, Ia juga menyoroti distribusi gas bersubsidi yang dinilai tidak tepat sasaran.

“Dulu ramai, sekarang sepi. Barang mahal, pembeli berkurang, modal mutarnya susah,” keluhnya.

“Orang kaya juga pakai tabung melon. Harusnya harga naik nggak masalah, asal barangnya ada. Tapi sekarang malah langka,” tambahnya.

Lebih lanjut Lo Sieng Hie menduga kelangkaan ini terjadi karena ada pihak yang menimbun gas. “Pasti ada yang nakal nimbun. Kalau memang harus mahal, nggak apa-apa, yang penting jangan sampai nggak ada gasnya,” tegasnya.

Menurutnya, ini semakin menyulitkan pedagang kecil yang bergantung pada gas bersubsidi. “Dulu minyak goreng murah, sekarang mahal. Sekarang semua pakai listrik, tapi listrik juga mahal. Mau usaha makin berat,” katanya.

Diketahui sebelumnya,pemerintah memutuskan memangkas penyaluran LPG 3 kg hanya sampai pangkalan, sehingga masyarakat tidak bisa lagi membelinya di pengecer atau warung. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat menegaskan bahwa tidak ada kelangkaan LPG, karena volume pasokan tahun 2024 ke 2025 tetap sama.

Namun, kebijakan ini mendapat sorotan dari DPR. Setelah berkoordinasi, Presiden Prabowo Subianto akhirnya memerintahkan Menteri ESDM untuk mengaktifkan kembali pengecer LPG 3 kg.

“Presiden Prabowo telah menginstruksikan Menteri ESDM untuk mengaktifkan kembali pengecer berjualan gas LPG 3 kg, sambil menertibkan mereka agar menjadi agen sub pangkalan secara bertahap,” ujar Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Selasa (4/2/2025).

Baca Juga: Elpiji 3 Kg Kini Berpotensi Disalahgunakan, DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.