Rabu, 21 Okt 2026 11:35 WIB

LPG 3 Kg Langka, Pedagang Gorengan Menjerit: Cari Gasnya Susah!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 04 Feb 2025 15:19 WIB
Pedagang gorengan di Surabaya
Pedagang gorengan di Surabaya

selalu.id – Kelangkaan gas elpiji 3 kg atau “gas melon” membuat warga Surabaya resah, terutama para pelaku usaha kecil seperti pedagang gorengan.

Hal itu pun menyebabkan antrean panjang di beberapa tempat pangkalan di Surabaya, ditambah lagi harga dipangkalan pun tetap tinggi dan pasokannya tetap terbatas.

Lo Sieng Hie (60), seorang pedagang gorengan di Surabaya, mengaku kesulitan mendapatkan gas melon tersebut. Untungnya, tempat lokasi gerobak gorengannya yang dekat SPBU lebih murah ketimbang di wilayah kampung.

“Di kampung harganya Rp20 ribu, di SPBU Rp18 ribu. Tapi masalahnya bukan cuma harga, sekarang cari gasnya susah,” kata Lo Sieng Hie, saat ditemui di selalu.id, di tempat jual gorengannya di Jalan Kusuma Bangsa, Selasa (4/2/2025).

Ia juga bercerita sejak pandemi COVID-19, kondisi usahanya semakin sulit. Terlebih, Ia juga menyoroti distribusi gas bersubsidi yang dinilai tidak tepat sasaran.

“Dulu ramai, sekarang sepi. Barang mahal, pembeli berkurang, modal mutarnya susah,” keluhnya.

“Orang kaya juga pakai tabung melon. Harusnya harga naik nggak masalah, asal barangnya ada. Tapi sekarang malah langka,” tambahnya.

Lebih lanjut Lo Sieng Hie menduga kelangkaan ini terjadi karena ada pihak yang menimbun gas. “Pasti ada yang nakal nimbun. Kalau memang harus mahal, nggak apa-apa, yang penting jangan sampai nggak ada gasnya,” tegasnya.

Menurutnya, ini semakin menyulitkan pedagang kecil yang bergantung pada gas bersubsidi. “Dulu minyak goreng murah, sekarang mahal. Sekarang semua pakai listrik, tapi listrik juga mahal. Mau usaha makin berat,” katanya.

Diketahui sebelumnya,pemerintah memutuskan memangkas penyaluran LPG 3 kg hanya sampai pangkalan, sehingga masyarakat tidak bisa lagi membelinya di pengecer atau warung. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat menegaskan bahwa tidak ada kelangkaan LPG, karena volume pasokan tahun 2024 ke 2025 tetap sama.

Namun, kebijakan ini mendapat sorotan dari DPR. Setelah berkoordinasi, Presiden Prabowo Subianto akhirnya memerintahkan Menteri ESDM untuk mengaktifkan kembali pengecer LPG 3 kg.

“Presiden Prabowo telah menginstruksikan Menteri ESDM untuk mengaktifkan kembali pengecer berjualan gas LPG 3 kg, sambil menertibkan mereka agar menjadi agen sub pangkalan secara bertahap,” ujar Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Selasa (4/2/2025).

Baca Juga: Peredaran Elpiji 3 Kg Ilegal di Sidoarjo Dibongkar, Dua Orang Diamankan

Editor : Ading
Berita Terbaru

PSG Hajar Barcelona 4-2, Anak Asuh Luis Enrique Kunci Puncak Klasemen Liga Champions

Hasil ini membuat juara bertahan menyapu bersih 3 laga awal dengan poin sempurna.

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Doa Lintas Agama Digelar di Sidoarjo

Istigasah dipimpin KH Rofiq Siradj.

Top 5 Berita: Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek hingga Rapat Kerja Pusat

Pembaca tertarik pemberitaan penggerebekan pabrik kosmetik ilegal hingga pendidikan.

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.