Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Pemilik Panti Asuhan di Surabaya Dilaporkan Dugaan Pencabulan Anak Asuh

Konfrensi pers dugaan pencabulan oleh pemilik panti asuhan di Surabaya
Konfrensi pers dugaan pencabulan oleh pemilik panti asuhan di Surabaya

selalu.id –  Seorang pemilik panti asuhan di Surabaya, NK (61), dilaporkan ke Polda Jawa Timur atas dugaan pencabulan terhadap anak asuhnya.  Laporan polisi bernomor LP/B/165/I/2025/SPKT/Polda Jawa Timur tertanggal 30 Januari 2025 ini dilayangkan oleh Direktur Unit Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Airlangga (UKBH FH Unair), Sapta Aprilianto, mewakili korban.

Menurut keterangan Sapta Aprilianto dalam konferensi pers di Gedung Pringgodigdo Unair pada Jumat (31/1/2025) sore menjelang petang, korban adalah seorang perempuan berusia 15 tahun yang diduga menjadi korban pencabulan selama kurang lebih tiga tahun.  Pelaku, yang oleh anak-anak asuh dipanggil "Bapak," diduga memanfaatkan relasi kuasa yang dimilikinya sebagai pemilik dan pengelola panti asuhan.

Dugaan tindak pidana ini terungkap setelah beberapa anak asuh kabur dari panti dan melaporkan kejadian tersebut kepada seorang saksi berinisial S.  Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.  Meskipun saat ini baru satu korban yang melapor secara resmi, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain.

"Ini kan ada beberapa anak yang kabur, kemudian datang kepada pelapor, memberikan informasi bahwa di dalam panti tersebut telah terjadi kekerasan seksual," ujar Sapta Aprilianto. 

Ia menambahkan bahwa motif pencabulan diduga kuat karena relasi kuasa yang tidak seimbang antara pelaku dan korban.  Korban, sebagai anak asuh, berada dalam posisi rentan dan tidak memiliki pilihan lain selain menuruti tindakan pelaku.

"Tidak ada iming-iming karena ini relasi kuasa, mereka gak ada pilihan lain. Salah satu modus kejahatan ini karena yang satu berkuasa, yang satu di bawah kekuasaan. Ya terjadilah (kekerasan seksual)," terangnya.

Saat ini, korban dalam kondisi fisik yang baik dan tengah menjalani asesmen untuk mengetahui kondisi psikologisnya secara lebih mendalam.  Pihak UKBH FH Unair, selain melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian, juga memberikan pendampingan hukum dan psikologis kepada korban serta berkoordinasi dengan instansi terkait. 

Proses hukum kini tengah berjalan, dan pihak pelapor akan terus melakukan monitoring dan pendampingan kepada korban selama proses penyelidikan dan peradilan berlangsung.  Polda Jawa Timur saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap seluruh fakta dan memastikan keadilan bagi korban.

Baca Juga: Pasca Mediasi Gagal, Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Sukomanunggal Masuk Penyidikan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.