Minggu, 08 Nov 2026 21:59 WIB

Pemilik Panti Asuhan di Surabaya Dilaporkan Dugaan Pencabulan Anak Asuh

Konfrensi pers dugaan pencabulan oleh pemilik panti asuhan di Surabaya
Konfrensi pers dugaan pencabulan oleh pemilik panti asuhan di Surabaya

selalu.id –  Seorang pemilik panti asuhan di Surabaya, NK (61), dilaporkan ke Polda Jawa Timur atas dugaan pencabulan terhadap anak asuhnya.  Laporan polisi bernomor LP/B/165/I/2025/SPKT/Polda Jawa Timur tertanggal 30 Januari 2025 ini dilayangkan oleh Direktur Unit Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Airlangga (UKBH FH Unair), Sapta Aprilianto, mewakili korban.

Menurut keterangan Sapta Aprilianto dalam konferensi pers di Gedung Pringgodigdo Unair pada Jumat (31/1/2025) sore menjelang petang, korban adalah seorang perempuan berusia 15 tahun yang diduga menjadi korban pencabulan selama kurang lebih tiga tahun.  Pelaku, yang oleh anak-anak asuh dipanggil "Bapak," diduga memanfaatkan relasi kuasa yang dimilikinya sebagai pemilik dan pengelola panti asuhan.

Dugaan tindak pidana ini terungkap setelah beberapa anak asuh kabur dari panti dan melaporkan kejadian tersebut kepada seorang saksi berinisial S.  Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.  Meskipun saat ini baru satu korban yang melapor secara resmi, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain.

"Ini kan ada beberapa anak yang kabur, kemudian datang kepada pelapor, memberikan informasi bahwa di dalam panti tersebut telah terjadi kekerasan seksual," ujar Sapta Aprilianto. 

Ia menambahkan bahwa motif pencabulan diduga kuat karena relasi kuasa yang tidak seimbang antara pelaku dan korban.  Korban, sebagai anak asuh, berada dalam posisi rentan dan tidak memiliki pilihan lain selain menuruti tindakan pelaku.

"Tidak ada iming-iming karena ini relasi kuasa, mereka gak ada pilihan lain. Salah satu modus kejahatan ini karena yang satu berkuasa, yang satu di bawah kekuasaan. Ya terjadilah (kekerasan seksual)," terangnya.

Saat ini, korban dalam kondisi fisik yang baik dan tengah menjalani asesmen untuk mengetahui kondisi psikologisnya secara lebih mendalam.  Pihak UKBH FH Unair, selain melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian, juga memberikan pendampingan hukum dan psikologis kepada korban serta berkoordinasi dengan instansi terkait. 

Proses hukum kini tengah berjalan, dan pihak pelapor akan terus melakukan monitoring dan pendampingan kepada korban selama proses penyelidikan dan peradilan berlangsung.  Polda Jawa Timur saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap seluruh fakta dan memastikan keadilan bagi korban.

Baca Juga: Cabuli Anak di Bawah Umur, Eks Pengurus Perbankin Surabaya Cuma Divonis Dua Tahun

Editor : Ading
Berita Terbaru

Peduli Krisis Air Bersih, SIER Salurkan 25.000 Liter Air dan Tiga Tandon untuk Warga Pasuruan

Dalam kegiatan tersebut, SIER menyalurkan bantuan berupa 25.000 liter air bersih serta tiga unit tandon air.

Presiden Prabowo Bertemu 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Apa?

Selain para mantan Kapolri, pertemuan itu juga dihadiri Kapolri Jenderal Suyudi, Panglima TNI Jenderal Agus Sudibyo, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Gus Fawait Ajak Kader LSN Bersatu Dukung Pemerintahan Presiden Prabowo

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, jajaran Forkopimda Jember, pimpinan OPD, serta pengurus LSN.

Ibu Rumah Tangga hingga Akademisi Perempuan Turun Demo di Surabaya, Ini Lima Tuntutannya

Penyampaian aspirasi kali ini dikemas melalui pertunjukan seni, pembacaan puisi, musik biola, mimbar bebas hingga instalasi seni.

Pendemo Tolak Bunga Pemberian Polwan saat Demo di Taman Apsari Surabaya

Mereka membawa sejumlah aspirasi, salah satunya berkaitan dengan persoalan pajak pembalut.