Minggu, 01 Feb 2026 22:07 WIB

Kawal Ketat, Pemkot Surabaya Bloking Area yang Warganya Terpapar Omicron

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 06 Jan 2022 10:06 WIB
Balai Kota Surabaya Foto: Arif Fajar Ardianto
Balai Kota Surabaya Foto: Arif Fajar Ardianto

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya melalui dinas kesehatan mengawal ketat kasus Covid-19 varian omicron yang telah masuk ke Surabaya agar tidak menyebar. Selain mengawal, penyiapan instrumen pendukung seperti rumah sakit, tempat isolasi juga dilakukan.

"Semua rumah sakit sudah siap saat ini. InsyAllah kita upayakan dengan kapasitas rumah sakit yang ada bisa mencukupi,"kata Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina, Kamis (6/1/2022).

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Nanik menjelaskan, kapasitas rumah sakit yang ada saat ini bisa menyukupi apabila nantinya ada yang terpapar dari serangan virus yang penyebaran tiga kali lipat dari varian Delta. Disebutkan dua rumah sakit yang dipersiapkan diantaranya Rumah Sakit Lapangan dan Rumah Sakit Lapangan Tembak

"Kita akan lihat situasinya kedepan. Insyaallah bisa kita atasi dengan hanya menggunakan rumah sakit. Jangan sampai naik lagi (kasus) seperti sebelumnya," tuturnya.

Nanik berharap Omicron ini tidak berkembang dan meluas di Surabaya. Pihaknya terus melakukan upaya-upaya dengan bekerjasama dengan tim satgas Covid-19 untuk meningkatkan kembali kampung Wani Jogo Suroboyo dan menegakkan disiplin prokes secara masif.

"Swab hunter akan ditingkatkan lagi termasuk kampung wani Jogo Suroboyo juga akan diaktifkan kembali," terangnya.

Nanik meminta kelurahan dan kecamatan untuk bersiaga dan lebih waspada. Seperti bloking area bagi yang terpapar Omicron.

"Jadi wilayah yang warganya sudah terpapar Omicron sudah dilakukan bloking wilayah. Kita awasi ketat dan batasi agar tidak kemana-mana," paparnya.

Terkait warga Surabaya yang terpapar Omicron, Nanik menyebut saat ini masih dirawat di salah satu rumah sakit di Surabaya.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Selain itu, kata dia, penderita Omicron yang baru kontak erat dilakukan isolasi mandiri. Sedangkan untuk penderita atau yang positif Omicron dirawat di rumah sakit.

"Penderita Omicron diisolasi mandiri untuk yang baru kontak erat ya.Untuk yang penderita sendiri dibawa di rumah sakit," jelasnya.

Sementara itu untuk mengantisipasi Omicron dari wisatawan asing dan Pekerja Migran Indonesia (PMI), akan diberlakukan karantina atau isolasi.

Baik sebelum masuk ke Kota Surabaya atau saat hendak pulang ke daerahnya masing-masing.

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

"Kami sudah koordinasi dengan pihak Provinsi Jatim dan KKP untuk isolasi PMI," ujarnya.

Nanik juga mengimbau kepada seluruh warga Surabaya untuk tenang dan tetap menjaga prokes.

"Intinya tenang dan prokes kita taati,"imbaunya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.