Kamis, 04 Jun 2026 20:54 WIB

Kawal Ketat, Pemkot Surabaya Bloking Area yang Warganya Terpapar Omicron

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 06 Jan 2022 10:06 WIB
Balai Kota Surabaya Foto: Arif Fajar Ardianto
Balai Kota Surabaya Foto: Arif Fajar Ardianto

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya melalui dinas kesehatan mengawal ketat kasus Covid-19 varian omicron yang telah masuk ke Surabaya agar tidak menyebar. Selain mengawal, penyiapan instrumen pendukung seperti rumah sakit, tempat isolasi juga dilakukan.

"Semua rumah sakit sudah siap saat ini. InsyAllah kita upayakan dengan kapasitas rumah sakit yang ada bisa mencukupi,"kata Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina, Kamis (6/1/2022).

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Nanik menjelaskan, kapasitas rumah sakit yang ada saat ini bisa menyukupi apabila nantinya ada yang terpapar dari serangan virus yang penyebaran tiga kali lipat dari varian Delta. Disebutkan dua rumah sakit yang dipersiapkan diantaranya Rumah Sakit Lapangan dan Rumah Sakit Lapangan Tembak

"Kita akan lihat situasinya kedepan. Insyaallah bisa kita atasi dengan hanya menggunakan rumah sakit. Jangan sampai naik lagi (kasus) seperti sebelumnya," tuturnya.

Nanik berharap Omicron ini tidak berkembang dan meluas di Surabaya. Pihaknya terus melakukan upaya-upaya dengan bekerjasama dengan tim satgas Covid-19 untuk meningkatkan kembali kampung Wani Jogo Suroboyo dan menegakkan disiplin prokes secara masif.

"Swab hunter akan ditingkatkan lagi termasuk kampung wani Jogo Suroboyo juga akan diaktifkan kembali," terangnya.

Nanik meminta kelurahan dan kecamatan untuk bersiaga dan lebih waspada. Seperti bloking area bagi yang terpapar Omicron.

"Jadi wilayah yang warganya sudah terpapar Omicron sudah dilakukan bloking wilayah. Kita awasi ketat dan batasi agar tidak kemana-mana," paparnya.

Terkait warga Surabaya yang terpapar Omicron, Nanik menyebut saat ini masih dirawat di salah satu rumah sakit di Surabaya.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Selain itu, kata dia, penderita Omicron yang baru kontak erat dilakukan isolasi mandiri. Sedangkan untuk penderita atau yang positif Omicron dirawat di rumah sakit.

"Penderita Omicron diisolasi mandiri untuk yang baru kontak erat ya.Untuk yang penderita sendiri dibawa di rumah sakit," jelasnya.

Sementara itu untuk mengantisipasi Omicron dari wisatawan asing dan Pekerja Migran Indonesia (PMI), akan diberlakukan karantina atau isolasi.

Baik sebelum masuk ke Kota Surabaya atau saat hendak pulang ke daerahnya masing-masing.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Kami sudah koordinasi dengan pihak Provinsi Jatim dan KKP untuk isolasi PMI," ujarnya.

Nanik juga mengimbau kepada seluruh warga Surabaya untuk tenang dan tetap menjaga prokes.

"Intinya tenang dan prokes kita taati,"imbaunya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.