Rabu, 21 Okt 2026 23:18 WIB

Kawal Ketat, Pemkot Surabaya Bloking Area yang Warganya Terpapar Omicron

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 06 Jan 2022 10:06 WIB
Balai Kota Surabaya Foto: Arif Fajar Ardianto
Balai Kota Surabaya Foto: Arif Fajar Ardianto

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya melalui dinas kesehatan mengawal ketat kasus Covid-19 varian omicron yang telah masuk ke Surabaya agar tidak menyebar. Selain mengawal, penyiapan instrumen pendukung seperti rumah sakit, tempat isolasi juga dilakukan.

"Semua rumah sakit sudah siap saat ini. InsyAllah kita upayakan dengan kapasitas rumah sakit yang ada bisa mencukupi,"kata Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina, Kamis (6/1/2022).

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Nanik menjelaskan, kapasitas rumah sakit yang ada saat ini bisa menyukupi apabila nantinya ada yang terpapar dari serangan virus yang penyebaran tiga kali lipat dari varian Delta. Disebutkan dua rumah sakit yang dipersiapkan diantaranya Rumah Sakit Lapangan dan Rumah Sakit Lapangan Tembak

"Kita akan lihat situasinya kedepan. Insyaallah bisa kita atasi dengan hanya menggunakan rumah sakit. Jangan sampai naik lagi (kasus) seperti sebelumnya," tuturnya.

Nanik berharap Omicron ini tidak berkembang dan meluas di Surabaya. Pihaknya terus melakukan upaya-upaya dengan bekerjasama dengan tim satgas Covid-19 untuk meningkatkan kembali kampung Wani Jogo Suroboyo dan menegakkan disiplin prokes secara masif.

"Swab hunter akan ditingkatkan lagi termasuk kampung wani Jogo Suroboyo juga akan diaktifkan kembali," terangnya.

Nanik meminta kelurahan dan kecamatan untuk bersiaga dan lebih waspada. Seperti bloking area bagi yang terpapar Omicron.

"Jadi wilayah yang warganya sudah terpapar Omicron sudah dilakukan bloking wilayah. Kita awasi ketat dan batasi agar tidak kemana-mana," paparnya.

Terkait warga Surabaya yang terpapar Omicron, Nanik menyebut saat ini masih dirawat di salah satu rumah sakit di Surabaya.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Selain itu, kata dia, penderita Omicron yang baru kontak erat dilakukan isolasi mandiri. Sedangkan untuk penderita atau yang positif Omicron dirawat di rumah sakit.

"Penderita Omicron diisolasi mandiri untuk yang baru kontak erat ya.Untuk yang penderita sendiri dibawa di rumah sakit," jelasnya.

Sementara itu untuk mengantisipasi Omicron dari wisatawan asing dan Pekerja Migran Indonesia (PMI), akan diberlakukan karantina atau isolasi.

Baik sebelum masuk ke Kota Surabaya atau saat hendak pulang ke daerahnya masing-masing.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

"Kami sudah koordinasi dengan pihak Provinsi Jatim dan KKP untuk isolasi PMI," ujarnya.

Nanik juga mengimbau kepada seluruh warga Surabaya untuk tenang dan tetap menjaga prokes.

"Intinya tenang dan prokes kita taati,"imbaunya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).