Rabu, 21 Okt 2026 21:53 WIB

Menuju Kota Layak Anak Dunia, Pemkot Kirimkan Empat Delegasi Forum UNICEF di China

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 24 Sep 2024 10:38 WIB
Delegasi Surabaya untuk UNICEF
Delegasi Surabaya untuk UNICEF

selalu.id- Empat delegasi Surabaya akan berpartipasi dalam forum internasional “Growing Up in Child Friendly Cities" atau membangun kota layak anak dunia yang digelar oleh UNICEF di Jinan, China pada 23-26 September 2024.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, forum tersebut bertujuan untuk memperkuat inisiatif global terkait peningkatan kualitas kehidupan anak-anak di wilayah perkotaan.

Nantinya, fotum CFCI ini akan dihadiri oleh berbagai negara yang fokus dalam membangun kota ramah anak.

"Ada sekitar 150 hingga 200 peserta termasuk gubernur, wali kota, pengambil kebijakan dari Asia Timur, Pasifik, dan Eropa, serta staf UNICEF akan mengambil bagian dalam forum itu," kata Wali Kota Eri, Selasa (24/9/2024).

Adapun delegasi Kota Surabaya yang hadir di China, ungkap Wali Kota Eri terdiri dari siswa bernama Moreno Zaky Rahmadhany selaku Pengurus Forum Anak Surabaya dan Monita Rizkia Taufani selaku Ketua Forum Anak Surabaya.

Selain itu, keduanya akan didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Ida Widayati dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya  Yusuf Masruh.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Ida Widayati mengatakan, perwakilan dari Kota Surabaya akan membahas berbagai topik penting seperti pelayanan publik untuk anak, penganggaran anak, serta strategi dalam membangun kota yang lebih inklusif dan aman bagi anak-anak.

"Partisipasi ini menunjukkan komitmen Surabaya dalam mewujudkan kota ramah anak dengan mengintegrasikan kepentingan anak dalam setiap kebijakan dan program pembangunan," ungkap Ida.

Ida menjelaskan bahwa delegasi yang dikirim Pemkot Surabaya akan terlibat dalam beberapa sesi diskusi penting yang menyoroti keberhasilan Kota Pahlawan dalam mengimplementasikan program-program ramah anak.

"Forum Anak Surabaya akan membahas pentingnya partisipasi anak-anak dalam proses perumusan kebijakan. Mereka akan berbagi cerita tentang bagaimana anak-anak di Surabaya secara aktif terlibat dalam forum dan berkegiatan yang memberikan kesejahteraan bagi anak," paparnya.

Sementara itu, pihaknya akan memaparkan bagaimana penganggaran kota diprioritaskan untuk kebutuhan anak, mencakup pendidikan, kesehatan, dan penyediaan fasilitas umum yang aman dan nyaman.

"Kami akan berbagi pengalaman tentang penyediaan ruang publik yang ramah anak, akses pendidikan yang merata, serta layanan kesehatan yang mudah dijangkau oleh anak-anak. Selain itu, kami juga akan menekankan pentingnya alokasi anggaran khusus untuk program-program terkait anak," ujar Ida.

Lanjut Ida, Dinas Pendidikan (Dispendik) akan mengangkat isu pendidikan yang ramah anak. Bagaimana pengalaman Kota Surabaya melalui Dispendik menyediakan akses pendidikan yang merata dan berkualitas, serta bagaimana kami menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.

Disisi lain apa yang dilakukan perwakilan Kota Surabaya mendapatkan dukungan dari Perwakilan UNICEF untuk Pulau Jawa Arie Rukmantara. Arie Rukmantara memberikan pandangan bahwa forum ini merupakan ruang penting untuk mengeksplorasi tata kelola yang ramah anak.

"UNICEF telah lama berada di garis depan dalam mengadvokasi hak-hak anak, sebagaimana diamanatkan oleh Konvensi Hak Anak (KHA). Tata kelola ramah anak memastikan bahwa kebijakan, anggaran, dan layanan dirancang dengan memperhatikan kebutuhan anak-anak," jelas Arie.

Dia menekankan bahwa anak-anak harus dilibatkan secara bermakna dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada kehidupan mereka. Suara - suara anak harus didengarkan dan diintegrasikan ke dalam proses pengambilan keputusan.

"Kami berharap Surabaya dapat terus mengembangkan praktik tata kelola yang lebih ramah anak dan menginspirasi kota-kota lain,” lanjut Arie.

Arie menambahkan, partisipasi Pemkot  Surabaya dalam forum internasional ini merupakan bukti nyata dari komitmen pemerintah untuk terus memperjuangkan hak-hak anak.

"Ini adalah kesempatan untuk belajar dari kota-kota lain dan memperkuat kerja sama dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak,” ungkap Arie.

Forum ini akan menjadi ajang penting untuk bertukar pikiran dan menemukan solusi inovatif dalam menghadapi tantangan menciptakan kota ramah anak ke depannya. Dengan dukungan penuh dari masyarakat, delegasi Surabaya siap memperkuat peran kota sebagai pelopor dalam gerakan kota ramah anak di Indonesia.

Pihaknya bersama Pemkot Surabaya mengajak masyarakat untuk mendukung delegasi Kota Pahlawan yang berangkat ke China.

"Bersama-sama kita bisa mewujudkan Surabaya sebagai kota yang benar-benar ramah anak, di mana setiap anak merasa aman, dihargai, dan berkesempatan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik," pungkasnya. (ADV)

Baca Juga: Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Langkah ini didorong pengalaman pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hunian Layak yang menuai protes setelah aturan tersebut disahkan.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).