Selasa, 21 Jul 2026 22:16 WIB

Banteng Lawas Deklarasi Menangkan Eri-Armuji dan Risma-Gus Hans di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 19 Sep 2024 08:17 WIB
Deklarasi dukung Eri-Armuji, Risma-Gus Hans
Deklarasi dukung Eri-Armuji, Risma-Gus Hans

selalu.id - Puluhan kader senior PDI Perjuangan Surabaya, yang dikenal sebagai Banteng Lawas, resmi mendeklarasikan dukungannya untuk pasangan calon (paslon) Eri Cahyadi-Armuji dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Surabaya.

Deklarasi ini juga diperluas ke tingkat provinsi, dengan dukungan terhadap pasangan Tri Rismaharini dan Gus Hans untuk Pilkada Provinsi Jawa Timur. Dalam deklarasi tersebut, mantan anggota DPRD Kota Surabaya periode 1999-2004, Sentot Hari Wiyono, menegaskan bahwa instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

"Walaupun kita sudah tidak masuk sebagai struktural, rasanya terpanggil sebagai kader banteng untuk memenangkan Eri-Armuji melawan kotak kosong, serta Bu Risma-Gus Hans dalam Pilkada Provinsi Jawa Timur," ujar Sentot dalam pertemuan yang diadakan di salah satu rumah makan di Surabaya, Rabu (18/9/2024).

Sentot juga mengimbau masyarakat Kota Surabaya agar tetap menggunakan hak pilihnya pada Pemilu yang akan berlangsung 27 November 2024. Menurutnya, dukungan untuk paslon yang diusung PDI Perjuangan penting mengingat capaian nyata berupa pembangunan dan program kerakyatan yang telah terealisasi di bawah kepemimpinan sebelumnya.

Baca Juga: PDIP Surabaya Wajibkan 40 Persen Pengurus Ranting dari Gen Z

"Ayo warga Surabaya dukung calon yang terbukti programnya pro terhadap rakyat yakni cak Eri Cahyadi dan cak Armuji ini terbukti. Ayo kita dukung dan lanjutkan," tegas Sentot. "Dan jangan lupa Bu Risma Gus Hans untuk resik-resik Jatim menjadi lebih baik," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya, Achmad Hidayat, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan para kader senior tersebut. "Dukungan dari Banteng Lawas ini memberikan semangat baru bagi kami yang berada dalam struktural untuk bekerja lebih keras lagi. Kesetiaan mereka dalam mengamankan perintah Ibu Megawati patut dijadikan teladan," ujar Achmad.

Baca Juga: Kisah Menyentuh Rizky Andranata, Dari Bukan Siapa-siapa Kini Masuk PDIP

Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah wejangan dari kader senior menyarankan agar seluruh anggota PDI Perjuangan selalu mengutamakan kepentingan wong cilik, menjunjung musyawarah dalam penyelesaian masalah, serta memberikan perhatian khusus pada bidang pendidikan dan kesehatan.

"Ayo dukung kader-kader PDIP yang programnya pro terhadap kepentingan wong cilik," pungkas mantan aktivis GMNI ini.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.