Rabu, 22 Jul 2026 18:54 WIB

Banteng Lawas Deklarasi Menangkan Eri-Armuji dan Risma-Gus Hans di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 19 Sep 2024 08:17 WIB
Deklarasi dukung Eri-Armuji, Risma-Gus Hans
Deklarasi dukung Eri-Armuji, Risma-Gus Hans

selalu.id - Puluhan kader senior PDI Perjuangan Surabaya, yang dikenal sebagai Banteng Lawas, resmi mendeklarasikan dukungannya untuk pasangan calon (paslon) Eri Cahyadi-Armuji dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Surabaya.

Deklarasi ini juga diperluas ke tingkat provinsi, dengan dukungan terhadap pasangan Tri Rismaharini dan Gus Hans untuk Pilkada Provinsi Jawa Timur. Dalam deklarasi tersebut, mantan anggota DPRD Kota Surabaya periode 1999-2004, Sentot Hari Wiyono, menegaskan bahwa instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

"Walaupun kita sudah tidak masuk sebagai struktural, rasanya terpanggil sebagai kader banteng untuk memenangkan Eri-Armuji melawan kotak kosong, serta Bu Risma-Gus Hans dalam Pilkada Provinsi Jawa Timur," ujar Sentot dalam pertemuan yang diadakan di salah satu rumah makan di Surabaya, Rabu (18/9/2024).

Sentot juga mengimbau masyarakat Kota Surabaya agar tetap menggunakan hak pilihnya pada Pemilu yang akan berlangsung 27 November 2024. Menurutnya, dukungan untuk paslon yang diusung PDI Perjuangan penting mengingat capaian nyata berupa pembangunan dan program kerakyatan yang telah terealisasi di bawah kepemimpinan sebelumnya.

Baca Juga: PDIP Surabaya Wajibkan 40 Persen Pengurus Ranting dari Gen Z

"Ayo warga Surabaya dukung calon yang terbukti programnya pro terhadap rakyat yakni cak Eri Cahyadi dan cak Armuji ini terbukti. Ayo kita dukung dan lanjutkan," tegas Sentot. "Dan jangan lupa Bu Risma Gus Hans untuk resik-resik Jatim menjadi lebih baik," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya, Achmad Hidayat, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan para kader senior tersebut. "Dukungan dari Banteng Lawas ini memberikan semangat baru bagi kami yang berada dalam struktural untuk bekerja lebih keras lagi. Kesetiaan mereka dalam mengamankan perintah Ibu Megawati patut dijadikan teladan," ujar Achmad.

Baca Juga: Kisah Menyentuh Rizky Andranata, Dari Bukan Siapa-siapa Kini Masuk PDIP

Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah wejangan dari kader senior menyarankan agar seluruh anggota PDI Perjuangan selalu mengutamakan kepentingan wong cilik, menjunjung musyawarah dalam penyelesaian masalah, serta memberikan perhatian khusus pada bidang pendidikan dan kesehatan.

"Ayo dukung kader-kader PDIP yang programnya pro terhadap kepentingan wong cilik," pungkas mantan aktivis GMNI ini.

Editor : Ading
Berita Terbaru

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.