Kamis, 24 Sep 2026 02:44 WIB

Kisah Menyentuh Rizky Andranata, Dari Bukan Siapa-siapa Kini Masuk PDIP

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 25 Jun 2026 21:06 WIB
Rizky Andranata Prasetya Adi, Bendahara PAC PDIP Gubeng Surabaya. (Dok. Andra for selalu.id).
Rizky Andranata Prasetya Adi, Bendahara PAC PDIP Gubeng Surabaya. (Dok. Andra for selalu.id).

selalu.id - Tidak banyak yang tahu bahwa perjalanan hidup Rizky Andranata Prasetya Adi dimulai dari kondisi terpuruk. 

Di balik aktivitasnya sebagai penggerak kepemudaan, kader politik, dan pendamping warga di Surabaya, tersimpan kisah seorang anak yang tumbuh tanpa kehadiran utuh kedua orang tua.

Baca Juga: Kunjungi Rumah Jokowi dan Usulkan Rehabilitasi, Kader PDIP Surabaya Dipecat

Sejak kecil, Andra, sapaan akrabnya dulu dititipkan kepada budenya di kawasan Gubeng, Surabaya. Sosok ayah nyaris tidak pernah dikenalnya, sementara ibunya hanya sesekali ditemui.

Kondisi itu membuatnya belajar mandiri lebih cepat dibandingkan anak-anak seusianya.

“Saya dibesarkan oleh bude. Dari situ saya belajar bertahan dan berjuang sendiri,” kenangnya saat berbincang dengan selalu.id, Kamis (25/6/2026).

Masa kecilnya juga tidak selalu berjalan mulus. Saat teman-temannya menikmati masa bermain, Rizky justru harus berjuang mencari jati diri.

Awalnya ia bercita-cita menjadi pesepak bola. Selama dua tahun Andra bergabung dengan sejumlah klub sepak bola. Namun tak satu pun prestasi berhasil diraih.

Karate Jadi Awal Mula Titik Balik

Jalan hidupnya berubah ketika sang paman yang berprofesi sebagai pelatih karate memintanya mencoba olahraga bela diri tersebut.

Meski semula tidak menyukai karate, Andra akhirnya menuruti saran itu. Keputusan yang awalnya terpaksa justru menjadi titik balik hidupnya.

Pada kejuaraan pertamanya di ajang Piala Wali Kota Surabaya tahun 2009, Andra langsung keluar sebagai juara.

Prestasi demi prestasi kemudian bermunculan. Ia menjadi atlet karate Jawa Timur, menjuarai berbagai kompetisi tingkat provinsi, hingga tampil di turnamen internasional.

Sayangnya, beberapa kali Andra mengalami cedera serius akibat benturan saat bertanding. Pendarahan pada mata hingga kejang akibat terbanting pernah dialaminya.

“Saya sempat kejang setelah pertandingan dan baru sadar ketika sudah berada di rumah sakit,” ungkapnya.

Cedera berulang akhirnya memaksanya mengakhiri karier sebagai atlet saat usia masih muda.

“Akhirnya saya berhenti, karena terlalu berisiko untuk saya,” katanya.

Usai berhenti menjadi atlet. Ujian hidup seorang Andra belum berhenti. Saat kuliah, ia kembali dihadapkan pada persoalan ekonomi. Pada semester tujuh, terpaksa menghentikan pendidikan karena keterbatasan biaya.

Situasi semakin berat ketika sepeda motor yang menjadi alat mobilitasnya hilang dicuri. Berbulan-bulan ia mengaku lebih banyak mengurung diri di kamar karena kehilangan arah.

Namun karakter disiplin yang terbentuk dari dunia olahraga membuatnya kembali bangkit.

Andra mulai aktif di Karang Taruna, membantu berbagai kegiatan sosial, hingga mencari pekerjaan untuk membiayai kuliah.

Andra sempat bekerja di PT Pos Indonesia. Gajinya digunakan untuk membayar biaya pendidikan dan menyelesaikan skripsi.

Merantau ke NTT

Setelah itu ia merantau ke Nusa Tenggara Timur sebagai tenaga administrasi dalam program pemeriksaan kesehatan kepolisian.

Pengalaman bekerja di Flores dan berbagai daerah di NTT membuka cara pandangnya terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Tahun 2019 menjadi titik balik baru. Andra mengikuti ajang Cak dan Ning Surabaya dan meraih gelar Cak Persahabatan.

Baca Juga: PDIP Jatim Target Rebut Kursi Gubernur di Pilgub 2029

Setelah itu, pelan-pelan ia mengenal dunia politik. Momentum datang saat Pilwali Surabaya pada 2020. Dari sana ia mulai mengenal banyak tokoh pemerintahan.

Dipercaya Erick Thohir menjadi Panitia Asian Games 2018 bersama Menteri BUMN Rini Soemarno & Technical Delegate. (Dok. Andra for selalu.id).Dipercaya Erick Thohir menjadi Panitia Asian Games 2018 bersama Menteri BUMN Rini Soemarno & Technical Delegate. (Dok. Andra for selalu.id).

Saat itu Andra bergabung sebagai relawan pendukung Eri Cahyadi. Berawal dari tugas sederhana sebagai sopir tim kampanye, Andra perlahan terlibat lebih dalam dalam kerja-kerja pemenangan.

Selama hampir tiga bulan, ia mengaku nyaris tidak pulang ke rumah demi membantu tim.

“Kalau saat itu saya tidak mengambil kesempatan itu, mungkin hidup saya tidak berkembang seperti sekarang,” jelas Andra.

Pengalaman tersebut memperkenalkannya pada dunia politik yang selama ini hanya ia lihat dari kejauhan. Bagi Andra, politik bukan sekadar perebutan kekuasaan.

Menurutnya, politik adalah sarana mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah.

Setelah Pilwali usai, Andra terlibat dalam pembentukan Surabaya Next Leader (SNL), wadah yang menghimpun anak-anak muda Surabaya dari berbagai latar belakang profesi.

Ia dipercaya mengelola kebutuhan operasional organisasi dan mengoordinasikan puluhan pengurus.

Dalam waktu sekitar satu setengah bulan, SNL berhasil membentuk struktur berisi sekitar 70 pengurus yang terbagi dalam delapan bidang.

Salah satu gagasan yang lahir dari forum tersebut adalah program Asisten Muda Wali Kota Surabaya.

Program itu membuka kesempatan bagi anak muda untuk belajar langsung mengenai tata kelola pemerintahan. Dari sekitar 400 pendaftar, hanya 18 peserta yang terpilih.

Baca Juga: Gempa NTT Bikin Kiriman Uang Mahasiswa di Surabaya Tersendat, PDIP Buka Posko Bantuan

“Banyak anak muda yang ingin memahami bagaimana kebijakan dibuat. Kami mencoba membuka ruang itu,” ujar Andra.

Meski akhirnya SNL dibekukan karena berbagai dinamika internal, pengalaman tersebut menjadi sekolah politik yang berharga baginya.

Di tengah aktivitas politik, Andra tetap memilih bertahan di level akar rumput. Ia pernah menjadi Ketua Karang Taruna RT, RW, kelurahan hingga pengurus kecamatan.

Masuk PDIP

Saat ini, Andra pun dipercaya mengemban amanah sebagai Bendahara Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Gubeng periode 2026-2031. 

Di wilayahnya, ia aktif membantu warga mengurus beasiswa, mendampingi anak putus sekolah, menghubungkan lansia dengan bantuan kursi roda, hingga memperjuangkan program perbaikan rumah tidak layak huni.

Menurutnya, persoalan masyarakat sebenarnya sederhana: pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Karena itu Andra lebih banyak menghabiskan waktu mendengarkan keluhan warga dibandingkan berbicara soal politik praktis.

“Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya bantuan, tetapi pendampingan agar mereka tahu harus ke mana mencari solusi,” tegasnya.

Kini, di tengah kesibukannya sebagai pengurus partai dan aktivis sosial, Andra tengah menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia di Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Ia percaya masa depan Surabaya tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga kualitas manusianya.

“Spirit saya sederhana. Bagaimana kemiskinan bisa turun, pendidikan bisa naik, dan anak-anak muda Surabaya mendapatkan kesempatan berkembang. Itu yang ingin saya perjuangkan,” jelas Andra.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Soiree Rooftop Bar Gelar Soiree Gigs Vol 2 Akhir Pekan Ini, Ada Silampukau hingga DJ Gatra

Agenda musik akhir pekan ini bakal berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026, mulai pukul 18.00 WIB.

Ternyata, Soal Ini Kantor BPN Kota Mojokerto Digeledah KPK

Pantauan di lokasi, terdapat empat mobil Avanza berwarna hitam terparkir di halaman Kantor ATR/BPN Kota Mojokerto. Diduga mobil itu dikendarai oleh tim KPK.

Oknum ASN Jember Dilaporkan ke Itjen Kemenag Buntut Nikah Siri, Modusnya Bikin Ngelus Dada

Oknum ASN itu berinisial AFA, yang bertugas di salah satu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.

Pungli Rekrutmen Pemkot Surabaya: Jangan Cuma Tangkap Kroco, Seret Penikmat Aliran Dananya!

Jika dalam proses pemeriksaan ditemukan aliran uang atau keterlibatan pihak lain, termasuk pejabat di atasnya, kasus tersebut harus ditelusuri sesuai ketentuan.

Kekeringan di Jatim Makin Parah, Fraksi PKS Sentil Pemprov: Jangan Cuma Sibuk Bagi-bagi Air!

Saat ini, krisis kekeringan di Jawa Timur kian meluas, dengan 24 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga maupun tanggap darurat. 

Ketika Sedekah Bumi dan Pengajian Satukan Warga Sidoarjo

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan bahwa Sedekah Bumi merupakan bentuk rasa syukur sekaligus momentum untuk memperkuat silaturahmi antarwarga.