Senin, 02 Feb 2026 01:38 WIB

20 Tahun Lakukan KDRT, Tokoh Politik Surabaya Dilaporkan Polisi

Sherly dan anaknya didampingi pengacara
Sherly dan anaknya didampingi pengacara

selalu.id - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami wanita bernama Sherly (45) oleh suaminya sendiri yakni HU (inisial) alias (MH) (57) seorang tokoh politik, juga pengacara, juga merupakan seorang pendeta.

Menanggapi viralnya dugaan perbuatan negatif tersebut, Sherly akhirnya buka suara. Dikatakan Sherly, kekerasan itu terjadi diawal tahun 2004, saat putrinya Elleina (20) berusia 3,5 bulan. Selama 20 tahun tersebut Sherly kerap menerima pukulan, tamparan, tendangan bahkan sampai ancaman pembunuhan oleh MH.

Tidak hanya Sherly saja, melainkan anak-ananknya juga sering dipukul, hingga terakhir kekerasan itu terjadi pada (9/8/2024). Beralamat di Westwood Blok A2 Pakuwon City Surabaya, rumah kontrak tersebur menjadi saksi atas tindak kekerasan MH terhadap Sherly.

Pada kejadian awal di tahun 2024, Sherly sebenarnya sudah memutuskan kembali ke rumah orangtuanya yang ada di Pamekasan Madura. Tapi saat itu MH berusaha meluluhkan Sherly hingga akhirnya ia pun kembali ke Surabaya.

Sherly pun selama 20 tahun silam tidak berani untuk melaporkan ke pihak berwajib. Hal itu dikarenakan lantaran MH ini diduga memiliki bekingan oknum tertentu. Namun, puncak terjadinya kekerasan yang dialami oleh Sherly dan anaknya pada 9 Agustus 2024 kemarin. Hingga akhirnya ia pun memberanikan diri untuk lapor ke Polrestabes Surabaya dengan didampingi putri sulungnya yang bernama Elleina.

"Jadi, kejadian jam 2.00 Wib dini hari. Terus jam 9.00 WIB saya ke Polsek Sukolilo untuk melaporkan kasus kekerasan ini, namun pihak kepolisian Polsek Sukolilo menyuruh saya langsung ke Polrestabes Surabaya agar lebih cepat diproses," ungkap Sherly kepada selalu.id saat ditemui di kediaman pengacaranya M. Soleh, Senin (26/8/2024) malam.

Sementara M. Soleh selaku Koordinator tim kuasa hukum Sherly mengatakan, bahwa pada 9 Agustus 2024, korban melaporkan suaminya terkait kekerasan di dalam rumah tangga ke Polrestabes Surabaya.

"Jadi waktu itu, Ibu Sherly ini lapor sendirian dan belum kenal saya. Dan pada Senin (12/8/2024) dikenalkan temannya bahwa ada kasus KDRT sehingga beliau datang ke kantor kita. Kita komit untuk membantu supaya kasus ini jangan sampai berhenti ditengah jalan," ungkap M. Soleh.

Meski begitu, setelah M. Soleh diperlihatkan video kekerasan oleh Sherly, bagi Soleh kekerasan ini bukanlah kekerasan biasa tapi ini kekerasan yang sadis dan kejadiannya pun berulang-ulang sejak anaknya masih kecil. Lantaran demikian Soleh pun juga bertanya kenapa anaknya tidak ada yang berani membela dan tidak ada yang berani berontak.

"Menurut anaknya sejak kecil anaknya pun jadi sasaran kekerasan ketika dianggap melawan orang tuanya ini wajar kalau anak-anaknya itu tidak berani melakukan perlawanan tidak berani lapor sampai akhirnya menyusun rencana orang tua dan anaknya itu gimana caranya punya bukti kekerasan pasanglah HP pasanglah CCTV untuk mengabadikan kekerasan yang dilakukan akhirnya pada tanggal 9 dini hari Terjadilah pertengkaran kekerasan yang parah sakit dari suami kepada istri," terang Soleh.

Soleh pun mengungkapkan, ternyata cerita dari keterangan korban ini, tidak serta merta soal kekerasan tapi korban ini juga pernah diancam pakai pistol.

"Maka menurut saya polisi harus mencari itu saya tidak tahu ini pistolnya pistol senjata api atau airsoft gun! Saya tidak tahu,  tetapi tentu siapapun kalau di todong pistol dia tidak akan bisa mampu membedakan mana air softgun mana itu pistol? Polisi harus menangkap dan menyita itu," tegas Soleh.

Meski begitu, Soleh juga menyebut ada beberapa pasal disini, mulai dari kekerasan, penggunaan pistol, dan soal porno aksi dari MH.

"Oh iya ini sudah kekerasannya wes kena, pakai pistolnya sudah kena, belum lagi kita juga punya bukti soal porno aksinya di depan anaknya. Tapi itu nanti yang penting bagi kami kasus laporan tanggal 9 harus segera diproses suaminya harus segera ditangkap supaya kasus ini tidak sampai berhenti di jalan sebab apa Bu Sherly ini merasa suaminya ini punya pegangan (bekingan oknum) dan merasa dia ini adalah tokoh sehingga kalau dilaporkan belum tentu bisa berhasil belum bisa ditindaklanjuti maka polisi harus menjawab keraguan itu sebab durasi waktu tanggal 9 sampai sekarang lebih dari 1 minggu masih belum diapa-apain," tandasnya.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.