Gandeng PERKI, National Hospital Gelar Simposium Bahaya Gagal Jantung
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 25 Agu 2024 14:00 WIB
selalu.id - National Hospital Heart Center Surabaya bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) cabang Surabaya menggelar symposium terkait heart failure pada Sabtu (24/8/2024).
Mereka memberi edukasi terkait permasalahan penyakit kardiovaskular masih menjadi problematika kesehatan utama baik di negara maju maupun negara berkembang.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
Morbiditas dan mortalitas tinggi menjadi tolok ukur kasar betapa besarnya masalah ini. Dalam symposium tersebut, National Hospital melibatkan multidisiplin ilmu.
Bukan hanya dari dokter spesialis jantung yang dihadirkan, namun ada juga dokter spesialis penyakit dalam yang focus terhadap metabolic hingga ginjal.
Simposium tersebut menjadi bentuk upaya peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit tidak menular heart failure dari National Hospital.
Komite Mutu National Hospital dr. Agus Harjono B., M.Kes mengatakan, symposium heart failure bersama Perki Surabaya penting untuk dilakukan untuk meningkatkan awareness terhadap permasalahn gagal jantung.
"Melalui National Hospital Heart Center di Surabaya, kami menghadirkan pelayanan dengan performa maksimal. Seperti USG Doppler, CT Cardiac, hingga skrining Calcium Score bisa dilakukan pasien untuk menjaga kesehatan jantung," tuturnya kepada awak media.
Faktor risiko perilaku paling penting dari penyakit jantung adalah pola makan yang tidak sehat, aktivitas fisik yang kurang, merokok dan penggunaan alkohol yang berbahaya.
Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang
Efek dari faktor risiko perilaku dapat muncul pada individu sebagai peningkatan tekanan darah, peningkatan glukosa darah, peningkatan lemak darah, dan kelebihan berat badan dan obesitas.
Faktor-faktor risiko menengah ini dapat diukur di fasilitas perawatan primer dan menunjukkan peningkatan risiko terkena serangan jantung, stroke, gagal jantung dan komplikasi lainnya di kemudian hari.
Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, kardiovaskular termasuk salah satu bidang yang mengalami perkembangan tersebut baik dari sisi terapeutik maupun intervensi.
Aspek preventif dan rehabilitatif juga harus diperhatikan untuk penanganan penyakit kardiovaskular yang komprehensif demi menghasilkan luaran yang lebih baik serta dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.
Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Cabang Surabaya dr. Jordan Bakhriansyah SpJP menuturkan, berbicara heart failure tidak bisa diselesaikan oleh satu bidang keilmuan saja. Yakni, dokter spesialis jantung.
"Ada metabolic, ada dari ginjal, dan ada teman-teman tenaga kesehatan lainnya," tuturnya.
Dia menyebutkan, tren heart failure beberapa tahun ke belakang cenderung meningkat. Menurutnya, ada beberapa factor yang menyebabkan hal itu terjadi. Seperti, saat ini kemudahan untuk mendeteksi heart failure lebih mudah dan bisa gampang dilakukan, hingga awareness di masyarakat lebih baik lagi.
"Dari segi usia, saya yang paling muda baru saja kehilangan satu pasien yang masih usia 32 tahun. Masih muda, young man," jela dr Jordan di National Hospital Surabaya.
Editor : Arif ArdiantoURL : https://selalu.id/news-7885-gandeng-perki-national-hospital-gelar-simposium-bahaya-gagal-jantung
