Selasa, 03 Feb 2026 18:54 WIB

Ramai KK Warga Surabaya Terblokir, PDIP: Isu Jangan Dipelintir

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 04 Jul 2024 14:16 WIB
Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya, Achmad Hidayat
Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya, Achmad Hidayat

selalu.id -  PDI-Perjuangan Surabaya angkat bicara terkait Pemerintah Kota (Pemkot) yang melakukan pemblokiran ribuan Kartu Keluarga (KK) kepada warganya.

Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya, Achmad Hidayat, berharap isu pemblokiran itu tidak dipelintir untuk menyerang Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi-Armuji.

Diketahui, Eri-Armuji merupakan Bakal Calon Petahana yang diusung partainya untuk maju kembali periode dua Piwali Surabaya, pada November 2024 mendatang.

“Semoga tidak dijadikan isu atau dipelintir untuk menyerang kepemimpinan Eri-Armuji,” ujar Achmad Hidayat saat ditemui di DPC PDIP Surabaya, Kamis (4/7/2024).

Menurut Hidayat, hak penduduk meliputi dokumen kependudukan, pencatatan sipil, serta kepastian hukum atas kepemilikan dokumen dilindungi Undang-undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

Sementara penetapan system, pedoman, serta standar pelaksaaan administrasi kependudukan merupakan kewenangan dari Pemerintah Pusat.

“Di tingkat Kota Surabaya melaksanakan saja,” ujarnya.

Hidayat menilai, ini perlu disampaikan agar tidak terjadi disinformasi yang pada akhirnya menyudutkan pihak tertentu. Apalagi, sebentar lagi Kota Surabaya menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di November nanti.

Mengutip data yang disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadispendukcapil) Kota Surabaya, Eddy Christijanto, saat hearing dengan Komisi A DPRD, Senin, 1 Juli 2024, ada 97.408 jiwa dalam 42.804 KK yang diduga tidak sesuai domisili.

Data tersebut merupakan hasil pemutakhiran pada 2023 yang kemudian dipublikasikan dengan tujuan agar ada klarifikasi dari warga.

Sementara, kata Achmad, pihaknya mendapatkan data dari sumber tertentu, menyebutkan ada 971.659 keluarga yang tinggal di Kota Pahlawan. Dari jumlah tersebut, hanya 42.408 keluarga yang dianggap perlu mengajukan klarifikasi.

“Jadi hanya 4 persen, itu menurut kami wajar karena Surabaya kota besar,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Kota Surabaya ini.

Lebih lanjut, dia meminta masyarakat tidak panik. Hidayat juga yakin Dispendukcapil Kota Surabaya bisa memberikan jalan keluar agar warga Surabaya tidak kehilangan haknya.

Baca Juga: Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.