Mahasiswa ITS ini Rancang Teknologi Simulasi Perjalanan Wisata di Surabaya
- Penulis : Ade Resty
- | Rabu, 22 Des 2021 14:34 WIB
selalu.id - Bangunan cagar budaya terancam hilang eksistensinya, jika tidak dilestarikan melalui upaya masyarakat. Bahkan para wisatawan juga tak akan bisa mengenal bangunan penuh sejarah tersebut.
Dalam langkah mewujudkan hal ini, mahasiswa Departemen Studi Pembangunan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas sebuah Architecture Fun Track (AFT), terutama untuk di Surabaya.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
Kepala Departemen Studi Pembangunan ITS, Arfan Fahmi menjelaskan, AFT yang dirancang para mahasiswanya merupakan simulasi perjalanan untuk menarik minat para wisatawan.
Baca Juga: Gandeng Kementerian BUMN, ITS Hilirisasi Hasil Inovasi Teknologi
Jalanan di Surabaya, kata dia, nantinya akan dibuat lebih lebar khusus untuk melihat cagar budaya di sisi jalan dengan memanfaatkan Bus City Tour milik Pemkot Surabaya.
"Jika jalan di cagar budaya sudah lebar dapat diberi sedikit sentuhan agar lebih menarik wisatawan," ujarnya, Rabu (22/12/2021).
Arfan menjelaskan, bahwa AFT yang dikembangkan akan memberikan kesan yang berbeda bagi para wisatawan yang mengikutinya. Hal ini karena mereka akan dimanjakan oleh pemandangan ornamen atau arsitektur yang lebih komprehensif dari bangunan cagar budaya tersebut yang memiliki ciri khasnya tersendiri.
"Perbedaan gaya arsitektur setiap bangunan merupakan hasil akulturasi yang mencirikan kebudayaan sesuai tempat dan waktu dari bangunan
tersebut," jelas Arfan.
Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang
Baca Juga: Mahasiswa ITS ini Ciptakan Mesin Balistik Pencacah Sampah Organik
Lebih lanjut, gagasan yang serupa dengan tur ini lahir karena kebijakan pelestarian yang ada sekarang hanya berfokus pada pembangunan atau rekonstruksi bangunan cagar budaya tanpa adanya upaya menyebarluaskannya.
"Padahal, masih banyak anak muda yang datang hanya untuk berswafoto tanpa tahu sebenarnya tempat itu memiliki nilai budaya tersendiri," ungkapnya.
Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
Gagasan tersebut juga telah berhasil meraih penghargaan sebagai Best Policy Brief kategori Soshum di ajang Airlangga Policy Brief Competition Awards tingkat nasional yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unair. Diharapkan gagasan tersebut dapat menjadi referensi untuk kebijakan yang akan datang.
Arfan berharap agar penghargaan ini dapat mendorong seluruh mahasiswa untuk ikut berprestasi atau memberikan andilnya bagi masyarakat luas.
"Semoga akulturasi budaya yang berada di cagar budaya juga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat luas, terutama untuk generasi selanjutnya," tambahnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi