Sabtu, 05 Sep 2026 19:06 WIB

Mahasiswa ITS ini Rancang Teknologi Simulasi Perjalanan Wisata di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 22 Des 2021 14:34 WIB
Mahasiswa ITS perancang Architecture Fun Track (AFT)
Mahasiswa ITS perancang Architecture Fun Track (AFT)

selalu.id - Bangunan cagar budaya terancam hilang eksistensinya, jika tidak dilestarikan melalui upaya masyarakat. Bahkan para wisatawan juga tak akan bisa mengenal bangunan penuh sejarah tersebut.

Dalam langkah mewujudkan hal ini, mahasiswa Departemen Studi Pembangunan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas sebuah Architecture Fun Track (AFT), terutama untuk di Surabaya.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Kepala Departemen Studi Pembangunan ITS, Arfan Fahmi menjelaskan, AFT yang dirancang para mahasiswanya merupakan simulasi perjalanan untuk menarik minat para wisatawan.

Baca Juga: Gandeng Kementerian BUMN, ITS Hilirisasi Hasil Inovasi Teknologi

Jalanan di Surabaya, kata dia, nantinya akan dibuat lebih lebar khusus untuk melihat cagar budaya di sisi jalan dengan memanfaatkan Bus City Tour milik Pemkot Surabaya.

"Jika jalan di cagar budaya sudah lebar dapat diberi sedikit sentuhan agar lebih menarik wisatawan," ujarnya, Rabu (22/12/2021).

Arfan menjelaskan, bahwa AFT yang dikembangkan akan memberikan kesan yang berbeda bagi para wisatawan yang mengikutinya. Hal ini karena mereka akan dimanjakan oleh pemandangan ornamen atau arsitektur yang lebih komprehensif dari bangunan cagar budaya tersebut yang memiliki ciri khasnya tersendiri.

"Perbedaan gaya arsitektur setiap bangunan merupakan hasil akulturasi yang mencirikan kebudayaan sesuai tempat dan waktu dari bangunan
tersebut," jelas Arfan.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Baca Juga: Mahasiswa ITS ini Ciptakan Mesin Balistik Pencacah Sampah Organik

 

Lebih lanjut, gagasan yang serupa dengan tur ini lahir karena kebijakan pelestarian yang ada sekarang hanya berfokus pada pembangunan atau rekonstruksi bangunan cagar budaya tanpa adanya upaya menyebarluaskannya.

"Padahal, masih banyak anak muda yang datang hanya untuk berswafoto tanpa tahu sebenarnya tempat itu memiliki nilai budaya tersendiri," ungkapnya.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Gagasan tersebut juga telah berhasil meraih penghargaan sebagai Best Policy Brief kategori Soshum di ajang Airlangga Policy Brief Competition Awards tingkat nasional yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unair. Diharapkan gagasan tersebut dapat menjadi referensi untuk kebijakan yang akan datang.

Arfan berharap agar penghargaan ini dapat mendorong seluruh mahasiswa untuk ikut berprestasi atau memberikan andilnya bagi masyarakat luas.

"Semoga akulturasi budaya yang berada di cagar budaya juga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat luas, terutama untuk generasi selanjutnya," tambahnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.