Senin, 02 Feb 2026 03:58 WIB

Mahasiswa ITS ini Rancang Teknologi Simulasi Perjalanan Wisata di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 22 Des 2021 14:34 WIB
Mahasiswa ITS perancang Architecture Fun Track (AFT)
Mahasiswa ITS perancang Architecture Fun Track (AFT)

selalu.id - Bangunan cagar budaya terancam hilang eksistensinya, jika tidak dilestarikan melalui upaya masyarakat. Bahkan para wisatawan juga tak akan bisa mengenal bangunan penuh sejarah tersebut.

Dalam langkah mewujudkan hal ini, mahasiswa Departemen Studi Pembangunan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas sebuah Architecture Fun Track (AFT), terutama untuk di Surabaya.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Kepala Departemen Studi Pembangunan ITS, Arfan Fahmi menjelaskan, AFT yang dirancang para mahasiswanya merupakan simulasi perjalanan untuk menarik minat para wisatawan.

Baca Juga: Gandeng Kementerian BUMN, ITS Hilirisasi Hasil Inovasi Teknologi

Jalanan di Surabaya, kata dia, nantinya akan dibuat lebih lebar khusus untuk melihat cagar budaya di sisi jalan dengan memanfaatkan Bus City Tour milik Pemkot Surabaya.

"Jika jalan di cagar budaya sudah lebar dapat diberi sedikit sentuhan agar lebih menarik wisatawan," ujarnya, Rabu (22/12/2021).

Arfan menjelaskan, bahwa AFT yang dikembangkan akan memberikan kesan yang berbeda bagi para wisatawan yang mengikutinya. Hal ini karena mereka akan dimanjakan oleh pemandangan ornamen atau arsitektur yang lebih komprehensif dari bangunan cagar budaya tersebut yang memiliki ciri khasnya tersendiri.

"Perbedaan gaya arsitektur setiap bangunan merupakan hasil akulturasi yang mencirikan kebudayaan sesuai tempat dan waktu dari bangunan
tersebut," jelas Arfan.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Baca Juga: Mahasiswa ITS ini Ciptakan Mesin Balistik Pencacah Sampah Organik

 

Lebih lanjut, gagasan yang serupa dengan tur ini lahir karena kebijakan pelestarian yang ada sekarang hanya berfokus pada pembangunan atau rekonstruksi bangunan cagar budaya tanpa adanya upaya menyebarluaskannya.

"Padahal, masih banyak anak muda yang datang hanya untuk berswafoto tanpa tahu sebenarnya tempat itu memiliki nilai budaya tersendiri," ungkapnya.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Gagasan tersebut juga telah berhasil meraih penghargaan sebagai Best Policy Brief kategori Soshum di ajang Airlangga Policy Brief Competition Awards tingkat nasional yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unair. Diharapkan gagasan tersebut dapat menjadi referensi untuk kebijakan yang akan datang.

Arfan berharap agar penghargaan ini dapat mendorong seluruh mahasiswa untuk ikut berprestasi atau memberikan andilnya bagi masyarakat luas.

"Semoga akulturasi budaya yang berada di cagar budaya juga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat luas, terutama untuk generasi selanjutnya," tambahnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.