Rabu, 30 Sep 2026 04:20 WIB

Dekat dengan Gibran di APEKSI, Sinyal Eri Cahyadi Didukung Jokowi?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 06 Jun 2024 15:11 WIB
Foto: Eri Cahyadi dan Gibran
Foto: Eri Cahyadi dan Gibran

selalu.id - Muncul persepsi atas foto kedekatan Calon Petahana bakal calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka di acara Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), yang digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (5/6/2024) kemarin.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang juga merupakan Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) terlihat duduk di samping Presiden Jokowi di acara tersebut.

Kedekatan putra sulung Jokowi atau Wapres terpilih bersebelahan dengan salah satu kepala daerah yang merupakan orang nomor satu di Surabaya itu tersebut memunculkan persepsi Eri Cahyadi akan digandeng Presiden untuk maju Pilwali Surabaya.

Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdusallam menilai foto bahwa Eri Cahyadi membangun kedekatan dengan semua pihak.

“Biar suasananya juga menjadi lebih cair. Urusan politik tidak harus terus vis a vis (tatap muka),” kata Surokim, saat dihubungi selalu.id, Kamis (6/6/2024).

Meski demikian Surokim menilai kedekatan tidak selalu berarti segaris lurus dengan kemungkinan Presiden Jokowi mendukung Eri Cahyadi.

Apalagi, relasasi Presiden Jokowi dengan PDI Perjuangan saat ini tidak begitu baik.

“Eri Cahyadi di dukung PDIP rasanya berat kalau pak Jokowi memberikan dukungan yang sama karena kita semua tahu relasi pak Jokowi dan PDIp akhir akhir ini terus memburuk,” terangnya.

Terkait foto kedekatan Eri dengan Wakil Presiden terpilih Gibran, menurutnya Eri Cahyadi yang sebagai ketua APEKSI itu harus profesional antara ASN  dan Kader Partai.

“Menurut saya harus bisa dibedakan posisi mereka antara sebagai profesional sebagai aparatur dan sebagai kader partai,” ucapnya.

Sementara Pengamat Politik Univeristas Airlangga (UNAIR) Hari Fitrianto juga menilai bahwa Presiden Jokowi maupun Wakil Presiden terpilih 2024 yakni Gibran memiliki sisi kenegarawaan. Menurutnya, keduanya bisa melampui sekat-sekat partai politik.

Meski begitu, Hari menjelaskan bila Eri Cahyadi memiliki kompetensi dalam memimpin Surabaya tidak akan memiliki suarat atau prayarat tertentu.

“Contohnya apakah Eri harus keluar PDIP atau tidak,” ungkapnya.

Pengamat Politik dari Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) UNESA, Dian Hijrah Saputra menyebut dalam foto tersebut dia menilai Eri Cahyadi muncul persepsi negatif menjelang Pilkada.

“Sebagai ketua APEKSI sah sah saja duduk mendampingi presiden dan bergurau dengan wali kota yang lain. Memang dalam situasi politik menjelang pilkada suasana sudah mulai menghangat saya kira pak Eri juga harus memahami ini,” tuturnya.

Dengan demikian, Dian menerangkan Eri Cahyadi yang sebagai kader PDIP haru memahami bahwa partainya saat ini sudah berseberangan dengan Presiden Jokowi.

“Maka (dari foto itu) muncul persepsi negatif akan bermunculan dari kalangan PDIP sendiri,” katanya.

“Apakah fenomena Jokowi akan mengandeng Eri semua bisa saja terjadi karena situasi politik masih masih dinamis. Ini semua bergantung pada kondisi,” tambahnya.

Baca Juga: Influenza A Naik di Surabaya, Dinkes Minta Warga Tak Merespon Berlebihan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sederet Fakta Baru Kasus Sengketa Lahan Kalisari Surabaya

Persoalan muncul karena terdapat klaim atas Persil Nomor 473 atas nama Asifah dengan luas 2.310 meter persegi yang disebut berada di lokasi lahan Pujiono.

Prabowo dan Megawati Janjian Makan Nasi Goreng, Mau Bahas Apa Ya?

Sajian nasi goreng Megawati sendiri punya rekam jejak historis dalam hubungan kedua tokoh nasional ini.

Awas! Ratusan Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia, Kenali Ciri-cirinya

Dari total pemetaan nasional, tercatat sedikitnya 1.221 lokasi PETI emas yang beroperasi tanpa menyetor rupiah sedikit pun ke kas negara.

Proyek Revitalisasi Sekolah di Jember Gerakkan Ekonomi Warga, Jadi Berkah dan Bahagia

Dari proyek tersebut, sekitar 5.160 tenaga kerja terlibat, dengan rincian 2.000 tukang dan 3.160 asisten tukang. Juga gerakkan ekonomi warga lainnya.

Soal Seragam Sekolah, DPRD Surabaya Minta Pemkot Kaji Pembiayaan Batik Lewat BOPDA

Ajeng mengatakan usulan terkait pengadaan seragam batik secara terpusat masih perlu dibahas lebih lanjut bersama Dispendik agar tak jadi persoalan baru.

Wamenkes Nilai Kota Mojokerto Mampu jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Menurutnya, Kota Mojokerto memiliki posisi strategis dalam penanganan TB karena selama ini turut memberikan layanan pengobatan bagi pasien dari luar wilayah.