Selasa, 21 Jul 2026 23:42 WIB

Inovasi Teknologi Manajemen Beban Kerja di Dunia Pendidikan Teknik Untag

  • Penulis : Ading
  • | Selasa, 21 Mei 2024 08:44 WIB
Foto: Untag
Foto: Untag

selalu.id - Fakultas Teknik Untag Surabaya meluncurkan inovasi baru dalam manajemen kinerja tenaga kependidikan dengan menerapkan aplikasi analisis beban kerja.

Langkah itu adalah bagian dari upaya kampus meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional dan kesejahteraan serta produktivitas tenaga kependidikan.

Inisiasi pembuatan aplikasi analisis beban kerja itu dipicu kurangnya pemantauan kinerja tenaga kerja di Fakultas Teknik Untag Surabaya.

"Aplikasi ini memiliki tujuan untuk mendukung kerja optimal dengan memantau hasil kinerja, memudahkan distribusi pekerjaan, menyediakan pemetaan beban kerja yang komprehensif, mengidentifikasi tugas, dan tanggung jawab lebih akurat," kata Dekan Fakultas Teknik Untag Surabaya, Dr Ir Sajiyo, M.Kes, Senin (20/5).

Dia menjelaskan selama ini pihaknya sudah bekerja keras, tetapi kesulitan melakukan pemantauan lantaran tenaga kerja yang banyak dan penempatan di ruang berbeda-beda. Hal itu, membuat kesulitan mengetahui apa yang dikerjakan setiap harinya.

"Selain itu, informasi pekerjaan tidak terdokumentasi dengan baik. Aplikasi itu diharapkan bisa membantu para pimpinan  mengetahui progres kerja, termasuk target, pencapaian, dan kinerja yang masih perlu diperbaiki," tuturnya.

Hadirnya analisis beban kerja tersebut, seluruh kinerja dapat terpantau, memungkinkan pihaknya mengambil tindakan yang sesuai, seperti dukungan atau pelatihan yang dibutuhkan.

"Kami berharap dengan sistem ini, beban kerja dapat didistribusikan lebih merata dan adil,” ujarnya.

Tenaga kependidikan Fakultas Teknik Untag Surabaya akan memulai penggunaan aplikas itu pertengahan Mei 2024, mengisi sesuai dengan tugas harian mereka. Implementasi analisis beban kerja akan disesuaikan dengan beban kerja masing-masing individu, termasuk estimasi jam kerja normal per hari serta batas waktu overload selama jam kerja.

Upaya tersebut mendapat tanggapan positif dari Kepala Tata Usaha Fakultas Teknik Untag Surabaya Gatot Edi Widodo, SE yang mengatakan pekerjaan sehari-harinya dapat terdokumentasikan secara baik. 

“Aplikasi ini mempermudah memberikan gambaran jelas tentang tugas yang harus diselesaikan dan meningkatkan efisiensi kerja. Pekerjaan sehari-hari terdokumentasi dengan baik sehingga di masa mendatang dapat dievaluasi,” ucapnya.

Dengan adanya analisis beban kerja di Fakultas Teknik tidak hanya membantu pemantauan dan evaluasi kinerja, tetapi juga menjadi alat penting untuk perencanaan dan pengembangan sumber daya manusia. 

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Soroti Peran Civil Society Lawan Korupsi dan Krisis Demokrasi Indonesia

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.