Sabtu, 26 Sep 2026 05:27 WIB

Inovasi Teknologi Manajemen Beban Kerja di Dunia Pendidikan Teknik Untag

  • Penulis : Ading
  • | Selasa, 21 Mei 2024 08:44 WIB
Foto: Untag
Foto: Untag

selalu.id - Fakultas Teknik Untag Surabaya meluncurkan inovasi baru dalam manajemen kinerja tenaga kependidikan dengan menerapkan aplikasi analisis beban kerja.

Langkah itu adalah bagian dari upaya kampus meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional dan kesejahteraan serta produktivitas tenaga kependidikan.

Inisiasi pembuatan aplikasi analisis beban kerja itu dipicu kurangnya pemantauan kinerja tenaga kerja di Fakultas Teknik Untag Surabaya.

"Aplikasi ini memiliki tujuan untuk mendukung kerja optimal dengan memantau hasil kinerja, memudahkan distribusi pekerjaan, menyediakan pemetaan beban kerja yang komprehensif, mengidentifikasi tugas, dan tanggung jawab lebih akurat," kata Dekan Fakultas Teknik Untag Surabaya, Dr Ir Sajiyo, M.Kes, Senin (20/5).

Dia menjelaskan selama ini pihaknya sudah bekerja keras, tetapi kesulitan melakukan pemantauan lantaran tenaga kerja yang banyak dan penempatan di ruang berbeda-beda. Hal itu, membuat kesulitan mengetahui apa yang dikerjakan setiap harinya.

"Selain itu, informasi pekerjaan tidak terdokumentasi dengan baik. Aplikasi itu diharapkan bisa membantu para pimpinan  mengetahui progres kerja, termasuk target, pencapaian, dan kinerja yang masih perlu diperbaiki," tuturnya.

Hadirnya analisis beban kerja tersebut, seluruh kinerja dapat terpantau, memungkinkan pihaknya mengambil tindakan yang sesuai, seperti dukungan atau pelatihan yang dibutuhkan.

"Kami berharap dengan sistem ini, beban kerja dapat didistribusikan lebih merata dan adil,” ujarnya.

Tenaga kependidikan Fakultas Teknik Untag Surabaya akan memulai penggunaan aplikas itu pertengahan Mei 2024, mengisi sesuai dengan tugas harian mereka. Implementasi analisis beban kerja akan disesuaikan dengan beban kerja masing-masing individu, termasuk estimasi jam kerja normal per hari serta batas waktu overload selama jam kerja.

Upaya tersebut mendapat tanggapan positif dari Kepala Tata Usaha Fakultas Teknik Untag Surabaya Gatot Edi Widodo, SE yang mengatakan pekerjaan sehari-harinya dapat terdokumentasikan secara baik. 

“Aplikasi ini mempermudah memberikan gambaran jelas tentang tugas yang harus diselesaikan dan meningkatkan efisiensi kerja. Pekerjaan sehari-hari terdokumentasi dengan baik sehingga di masa mendatang dapat dievaluasi,” ucapnya.

Dengan adanya analisis beban kerja di Fakultas Teknik tidak hanya membantu pemantauan dan evaluasi kinerja, tetapi juga menjadi alat penting untuk perencanaan dan pengembangan sumber daya manusia. 

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Soroti Peran Civil Society Lawan Korupsi dan Krisis Demokrasi Indonesia

Editor : Ading
Berita Terbaru

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.