Selasa, 21 Jul 2026 08:34 WIB

Instalasi Air dari Kemensos Kurangi Beban Pengeluaran Warga Waingapu

  • Penulis : Redaksi
  • | Sabtu, 04 Mei 2024 11:54 WIB
Foto: Warga Waingapu
Foto: Warga Waingapu

selalu.id -- Masyarakat Desa Pambotanjara, Kecamatan Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT biasanya harus merogoh kocek hingga Rp500rb untuk 5.000 liter air.

Biaya yang dikeluarkan tergantung jarak rumah dengan jalan raya. Semakin jauh, semakin besar biaya yang harus dikeluarkan. Belasan tahun lalu, warga bahkan harus memilih antara pendidikan  atau penghidupan. Akibatnya, jumlah penduduk yang mampu mengenyam pendidikan tinggi hanya sedikit karena penghasilan dibuat untuk beli air. 

Namun kini, warga bisa sedikit bernafas lega. Kementerian Sosial memasang instalasi pengolahan air terpadu dilengkapi dengan teknologi reverse osmosis (RO) yang bisa langsung diminum, yang tentunya tidak hanya mengurangi beban pengeluaran untuk beli air, tetapi juga pengeluaran untuk membeli kayu bakar untuk memasak air.

"Apalagi air ini kan sudah ada RO nya jadi tidak perlu dimasak. Jadi kalau yang musim hujan juga sekarang karena kayu bakar kan sulit sudah didapatkan dengan kondisi yang basah. Jadi dari kawan-kawan yang punya motor juga datang ambil air di sini," kata kepala Desa Pambotanjara, Titus Umbu Jawa Ray, saat ditemui di area instalasi air di RT02/RW01 Laimahang, Dusun 1 Kokur Kalimbung, Desa Pambotanjara, Kamis (2/5).

Tidak hanya membangun instalasi air, Kemensos juga mentenagai pengolahan air dengan panel surya 4x400wp dengan kekuatan hingga 1.600 watt. Tujuannya, agar masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan biaya listrik. Ada juga pipa yang diberikan Kemensos agar air bisa mengalir mendekati rumah warga sehingga tidak perlu datang ke lokasi instalasi air. Sejak selesai dua bulan lalu, instalasi air dari Kemensos digunakan oleh 40 KK di RT 2. Ke depan, diharapkan lebih banyak warga yang menggunakan, terutama saat kemarau.

Masyarakat sangat bersyukur dengan adanya instalasi air. Apalagi sumber air yang biasa dikonsumsi memiliki zat kapur, sedangkan air siap minum dari RO memiliki bentuk serupa air mineral. "Malahan jernih nih seperti model air mineral kan kita lihat jernih. Kita isi di botol itu kan, beda," ujar Titus. Selain itu, limbah RO juga digunakan untuk menyiram tanaman hortikultura, minum ternak, dan kolam lele.

Pemenuhan kebutuhan air juga menjadi perhatian Menteri Sosial Tri Rismaharini saat berkunjung ke Puskesma Lewa, Desa Kambata Wundut, Kecamatan Lewa, Sumba Timur, pada Jum'at (3/5). Mensos Risma berjanji akan menurunkan tim untuk melakukan survey. "Saya akan kirimkan tim yang akan mencari sumber air baik yang untuk masyarakat maupun yang pertanian," kata Mensos Risma di hadapan masyarakat yang hadir di Puskesmas Lewa, Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur, NTT.

Baca Juga: Mensos Targetkan Tambah 100 Sekolah Rakyat Permanen Setiap Tahun

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.