Selasa, 22 Sep 2026 13:02 WIB

Kemensos Bantu Pengrajin Tas di Bantul Kembangkan Usaha dengan PENA

  • Penulis : Redaksi
  • | Senin, 22 Apr 2024 13:03 WIB
Foto: Ngatini pengerajin tas rajut
Foto: Ngatini pengerajin tas rajut

selalu.id - Ngatini 58 tahun warga Selogedong, Kelurahan  Argodadi, Kapanewon (Kecamatan)  Sedayu, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta adalah seorang pengrajin tas nilon dan salah satu pemasok tas rajut pada penjual tas di Pasar Beringharjo Yogyakarta. Pasar Beringharjo terletak di Jalan Malioboro merupakan salah satu tujuan wisata terbesar di Yogyakarta yang tak pernah sepi pengunjung.

Saat pesanan tinggi Ngatini dapat memperkerjakan hingga 17 orang tetangga sekitarnya. Sehari-hari dirinya bisa menghasilkan lebih dari 50 tas dengan keuntungan minimal Rp 10.000 per tas. Bahkan saat musim liburan, Ngatini sampai kewalahan memasok tas ke berbagai tempat wisata.

Berbagai jenis tas rajut dibuatnya dari ukuran kecil sampai besar. Tas dijual dengan harga mulai dari Rp 15.000  sampai Rp 300.000  sesuai ukuran dan tingkat kerumitan rajutan. Tak heran dengan harga yang terjangkau, tas buatan Ngatini banyak peminatnya terutama kalangan wisatawan. Ngatini memang membidik pangsa pasar menengah ke bawah, sehingga harga jual pun ramah di kantong wisatawan.

Untuk merambah pasar lebih luas, Ngatini tidak hanya berjualan secara offline kepada para pedagang, Ngatini juga menjual secara online melalui salah satu e -commerce terbesar di Indonesia. Toko online yang dikelola sang anak bernama shopee.co.id/ngatstore, bahkan telah memiliki lebih dari 10.000  pengikut. Ribuan produk tas rajut telah terjual secara online lewat akun yang memiliki bintang 4,9. Pembelinya dari berbagai daerah, baik di Jawa, Bali, Kalimantan bahkan dari mancanegara.

Keahlian merajut tas pernah membuatnya menjadi pegawai salah satu produsen tas rajut ternama di Yogyakarta. Namun dirinya memutuskan untuk berhenti bekerja dan membuka usaha tas rajut sendiri.

Usaha Ngatini sempat terhenti saat pandemi Covid melanda, karena sektor pariwisata juga menurun drastis kala itu. Namun semangatnya kembali bangkit setelah menerima bantuan usaha dari Kementerian Sosial berupa bahan dan peralatan rajut melalui program Pahlawan ekonomi Nusantara (PENA). “Tadinya usaha saya sempat macet, namun setelah menerima bantuan PENA usaha saya kembali lancar dan bersemangat kembali untuk mengembangkan usaha,“ ujar Ngatini.

Ia bercita-cita terus mengembangkan usahanya sehingga banyak menyerap tenaga kerja masyarakat sekitar. Kerja keras dan kegigihan Ngatini menjadi bukti bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil.

Baca Juga: Gebyar UMKM 2026 jadi Sarana Promosi Produk Unggulan Sidoarjo

Editor : Ading
Berita Terbaru

Warga Mengeluh Sesak Napas, Tim Home Care Gerak Cepat Rujuk ke Rumah Sakit di Jember

Dinas Kesehatan bersama tim Home Care tidak akan melepas begitu saja.

Proyek Jembatan Candinegoro, Wabup Mimik Temukan Keterlambatan dan Spesifikasi Teknis

Mimik temukan progres pembangunan baru mencapai sekitar 17 persen.

Kadin Sebut 10 SPPG Bakal Terbit SLHS, Kadinkes Sidoarjo: Baru Dua Lainnya Belum

SPPG lainnya masih harus menyelesaikan perbaikan dan menjalani pemeriksaan sesuai persyaratan yang ditetapkan.

Sembilan Calon Jemaah Umrah PT Annisa Ahmada di Mojokerto Lapor Polisi, Diduga Ditipu

Mereka menuduh adanya dugaan penipuan disertai penggelapan.

Harga Cabai Rawit di Sejumlah Wilayah Indonesia Naik, Ada yang Rp200 Ribu per Kilo

Angka ini sudah meloncat jauh melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) batas atas yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp57.000 per kilogram.

Kisah Tifa, Siswi SMKN 5 Surabaya Tak Mampu Beli Seragam Tapi Tercatat Kaya

Bagi keluarga Tifa, membeli perlengkapan sekolah baru adalah kemewahan yang belum sanggup dijangkau.