• Loadingselalu.id
  • Loading

Sabtu, 18 Mei 2024 10:20 WIB

Kemensos Beri Bantuan Sepasang Lansia Rawat Cucu Cerebral Palsy

  • Reporter : Redaksi,
  • Selasa, 16 Apr 2024 09:51 WIB
Foto: Kemensos bantu lansia di Garut

Foto: Kemensos bantu lansia di Garut

selalu.id – Sepasang lansia dari Kota Garut, Heri Iriyana (66) dan Nenok Maryani (50), merupakan kakek nenek dari Angga Raka (7) yang menyandang disabilitas fisik cerebral palsy sejak lahir.

Sepasang lansia ini meski hidup dalam keterbatasan ekonomi tetapi harus merawat Angga dikarenakan kedua orang tua Angga sudah meninggal dunia.

Angga kesehariannya hanya bisa terbaring di tempat tidur. Kakek dan neneknya bergantian merawat Angga. Untuk keperluan makan dan kebersihan harus dibantu oleh kakek maupun neneknya.

Angga sejak lahir menderita penyakit cerebral palsy dan ditinggal oleh kedua orang tuanya sejak bayi sehingga diasuh oleh kakek neneknya.

“Mendengar kasus tersebut, kami lalu melakukan asesmen kepada Angga Raka  dan keluarga kakeknya terlebih dahulu untuk mengetahui kebutuhannya,” kata Angga Prasetia Permana, Perawat Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi.

Selain merawat Angga, kakek Heri juga masih mempunyai tanggungan anaknya yang bernama Diva Heriudin yang masih duduk di bangku sekolah.

Angga pernah mendapatkan perawatan terapi untuk penyakit yang dideritanya namun karena tidak memiliki biaya untuk perawatan sehingga tidak pernah dilanjutkan lagi. “Dulu pernah dibawa berobat, tapi karena tidak ada biaya, pengobatan terhenti,” jelas Angga

Sang kakek bekerja sebagai supir angkot tembak yang hanya bekerja tiga hari seminggu dengan penghasilan yang pas-pasan sekitar Rp 100.000 per hari jika dia menyupir. Dengan penghasilan tersebut,  dirasa sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta biaya perawatan Angga.

Untuk membantu perekonomian kakek Heri guna memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya perawatan Angga, Kemensos melalui Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi memberikan bantuan kewirausahaan berupa usaha jualan makanan dan minuman seperti mie instan, aneka minumam, telur dengan menggunakan gerobak dipinggir jalan dengan nilai bantuan Rp. 3,5 juta

Selain itu, Kemensos juga memberikan kursi roda anak kepada Angga untuk mobilitas Angga sehari-hari meskipun untuk naik ke kursi roda tetap harus digendong terlebih dahulu. Setidaknya bantuan tersebut dapat meringankan beban kakek dan nenek Angga.

Melihat kondisi Angga yang merupakan seorang anak yatim piatu, Kementerian Sosial telah berkoordinasi dengn pihak Desa dan Dinas Sosial Kabupaten Garut untuk memasukan Angga kedalam kartu keluarga kakeknya.

Kemensos bersama Dinas Sosial Kabupaten Garut hingga Kamis (11/4) terus  meninjau kesehatan Angga secara berkala dan melakukan monitoring untuk meninjau keberlanjutan usaha yang dikelola oleh kakek Heri.

Baca Juga: Kisah Sukses Made Suliati, Penerima PKH di Bali dengan Berdagang Canang

Editor : Ading