Sabtu, 13 Jun 2026 14:38 WIB

Sempat Viral Sidak Armuji, Pasangan Lansia Adukan Dugaan Mafia Tanah ke DPRD

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 19 Jan 2026 16:36 WIB
Foto: Pasangan lansia mengadu ke Komisi A DPRD Surabaya.
Foto: Pasangan lansia mengadu ke Komisi A DPRD Surabaya.

selalu.id - Pasangan lansia warga Surabaya melaporkan dugaan penipuan dan penguasaan aset yang diduga melibatkan praktik mafia tanah hingga mengadu ke DPRD Surabaya, Senin (19/1/2026).

Salah satu korban, Maria Lucia Setyowati (73), mengaku harus mendatangi berbagai instansi hukum untuk memperjuangkan dua aset miliknya yang diduga berpindah tangan tanpa sepengetahuannya. Bersama suaminya, Maria mendatangi DPRD Surabaya dengan harapan mendapat kepastian hukum.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Pemkot Sediakan Aset Pengganti untuk Warga Sumur Welut

Kasus ini sebelumnya sempat menjadi perhatian publik setelah Wakil Wali Kota Surabaya Armuji melakukan sidak pada Selasa (12/2/2025) lalu dan menyoroti dugaan penipuan terkait rumah di Jalan Tenggilis Lama III B Nomor 56.

Dalam peristiwa tersebut, Maria menduga mantan penyewa kos bernama Tri Ratna Dewi telah mengubah status kepemilikan rumah tanpa izin. Dugaan tersebut dilaporkan sebagai penipuan dan penguasaan aset milik pasangan lansia tersebut.

“Kami hanya ingin ada kepastian hukum. Jangan saling menunggu terus,” ujar Maria kepada wartawan di DPRD Surabaya.

Maria menjelaskan, permasalahan bermula ketika Tri Ratna Dewi yang awalnya menyewa kamar kos, kemudian menjalin kedekatan dengan korban. Tri disebut menawarkan kerja sama usaha laundry serta membantu pengurusan izin mendirikan bangunan.

Namun dalam proses tersebut, Maria mengaku menandatangani sejumlah dokumen yang tidak sepenuhnya dipahami. Akibatnya, dua aset berupa rumah kos dan rumah tinggal di kawasan Tenggilis diduga beralih kepemilikan.

Maria menyebut saat ini aset tersebut terancam dilelang bank, sementara dirinya dan suami kehilangan hak atas properti tersebut.

Baca Juga: Piala Dunia 2026, Ketua DPRD Surabaya Jagokan Portugal

Ia juga mengeluhkan lambannya penanganan laporan di kepolisian. Menurut Maria, proses hukum terkendala karena terlapor belum berhasil ditemukan.

“Saya ke Polrestabes jawabannya menunggu yang bersangkutan. Padahal sekarang sudah pakai NIK,” ujarnya.

Maria menambahkan, ia telah berupaya mencari informasi melalui keluarga terlapor, namun tidak mendapatkan kejelasan.

Selain melapor ke kepolisian, Maria mengaku sempat menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara untuk mengetahui identitas Pejabat Pembuat Akta Tanah yang memproses peralihan aset tersebut. Ia menegaskan tidak pernah merasa menandatangani akta hibah di hadapan notaris.

Baca Juga: Ketika Warga Surabaya Banyak Keluhkan Lapangan Pekerjaan

Dalam aduan di DPRD Surabaya, Maria dan suaminya diterima Komisi A. DPRD juga menghadirkan unsur kelurahan terkait untuk menelusuri persoalan administrasi yang terjadi.

Maria berharap, aduan ke DPRD Surabaya dapat membuka jalan penyelesaian dan memberikan kepastian hukum atas aset yang disengketakan.

“Kami sudah tua. Kami hanya ingin ada penyelesaian yang jelas,” katanya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Target akseptor MOW di Jember berkisar 250 peserta dan kini hampir seluruhnya telah terpenuhi.

Demi Tingkatkan Layanan ke Masyarakat, Polres Probolinggo Resmikan Gedung SPKT Baru

Kapolres Probolinggo juga mengingatkan seluruh personel yang bertugas di SPKT agar mengedepankan sikap ramah, responsif, dan berorientasi pada solusi.

Diduga Ada yang Nyontek di Seleksi Direksi PDAM Delta Tirta, Begini Pengakuan Seorang Peserta

"Saya duduk bersebelahan dengan yang diduga pelaku. Selain saya, ada yang duduk di depan dan di belakang yang juga mengetahui kejadian tersebut," ungkap Sigit.

Lagi Asyik Latihan Musik, Motor Pemuda di Mojokerto Dicuri Maling

Sebelum beraksi, pelaku datang dua kali, pertama memantau keadaan dan dua kali motor langsung dibawa kabur.

Surabaya Jadi Percontohan Nasional Program Indonesia-UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Surabaya dipilih sebagai kota pertama pelaksanaan program karena dinilai memiliki komitmen kuat dalam pengelolaan sampah dan pengendalian pencemaran lingkungan.

Antar Penumpang ke Bandara Juanda, Driver Ojol Tewas Tertabrak Mobil

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berkendara di kawasan bandara yang memiliki lalu lintas kendaraan cukup padat.