Rabu, 05 Agu 2026 08:47 WIB

Sempat Viral Sidak Armuji, Pasangan Lansia Adukan Dugaan Mafia Tanah ke DPRD

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 19 Jan 2026 16:36 WIB
Foto: Pasangan lansia mengadu ke Komisi A DPRD Surabaya.
Foto: Pasangan lansia mengadu ke Komisi A DPRD Surabaya.

selalu.id - Pasangan lansia warga Surabaya melaporkan dugaan penipuan dan penguasaan aset yang diduga melibatkan praktik mafia tanah hingga mengadu ke DPRD Surabaya, Senin (19/1/2026).

Salah satu korban, Maria Lucia Setyowati (73), mengaku harus mendatangi berbagai instansi hukum untuk memperjuangkan dua aset miliknya yang diduga berpindah tangan tanpa sepengetahuannya. Bersama suaminya, Maria mendatangi DPRD Surabaya dengan harapan mendapat kepastian hukum.

Baca Juga: DPRD Minta Pemkot Surabaya Tak Tunggu Laporan Warga untuk Normalisasi Saluran Air

Kasus ini sebelumnya sempat menjadi perhatian publik setelah Wakil Wali Kota Surabaya Armuji melakukan sidak pada Selasa (12/2/2025) lalu dan menyoroti dugaan penipuan terkait rumah di Jalan Tenggilis Lama III B Nomor 56.

Dalam peristiwa tersebut, Maria menduga mantan penyewa kos bernama Tri Ratna Dewi telah mengubah status kepemilikan rumah tanpa izin. Dugaan tersebut dilaporkan sebagai penipuan dan penguasaan aset milik pasangan lansia tersebut.

“Kami hanya ingin ada kepastian hukum. Jangan saling menunggu terus,” ujar Maria kepada wartawan di DPRD Surabaya.

Maria menjelaskan, permasalahan bermula ketika Tri Ratna Dewi yang awalnya menyewa kamar kos, kemudian menjalin kedekatan dengan korban. Tri disebut menawarkan kerja sama usaha laundry serta membantu pengurusan izin mendirikan bangunan.

Namun dalam proses tersebut, Maria mengaku menandatangani sejumlah dokumen yang tidak sepenuhnya dipahami. Akibatnya, dua aset berupa rumah kos dan rumah tinggal di kawasan Tenggilis diduga beralih kepemilikan.

Maria menyebut saat ini aset tersebut terancam dilelang bank, sementara dirinya dan suami kehilangan hak atas properti tersebut.

Baca Juga: Jelang HUT RI, DPRD Surabaya Soroti Minimnya Bendera Merah Putih di Pertokoan

Ia juga mengeluhkan lambannya penanganan laporan di kepolisian. Menurut Maria, proses hukum terkendala karena terlapor belum berhasil ditemukan.

“Saya ke Polrestabes jawabannya menunggu yang bersangkutan. Padahal sekarang sudah pakai NIK,” ujarnya.

Maria menambahkan, ia telah berupaya mencari informasi melalui keluarga terlapor, namun tidak mendapatkan kejelasan.

Selain melapor ke kepolisian, Maria mengaku sempat menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara untuk mengetahui identitas Pejabat Pembuat Akta Tanah yang memproses peralihan aset tersebut. Ia menegaskan tidak pernah merasa menandatangani akta hibah di hadapan notaris.

Baca Juga: Puluhan Korban Investasi Bodong Meow Wadul ke DPRD Surabaya, Rugi hingga Miliaran Rupiah

Dalam aduan di DPRD Surabaya, Maria dan suaminya diterima Komisi A. DPRD juga menghadirkan unsur kelurahan terkait untuk menelusuri persoalan administrasi yang terjadi.

Maria berharap, aduan ke DPRD Surabaya dapat membuka jalan penyelesaian dan memberikan kepastian hukum atas aset yang disengketakan.

“Kami sudah tua. Kami hanya ingin ada penyelesaian yang jelas,” katanya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Penyelundupan Narkotika Rp3 Miliar Jaringan Internasional di Bandara Juanda Digagalkan

Kini seluruh barang bukti beserta tersangka diserahkan ke Polresta Sidoarjo guna pengembangan dan proses hukum lebih lanjut. Tersangka terancam hukuman mati.

Soekarno Cup 2026 Bergulir di Jatim: Diikuti 16 Tim se-Indonesia, Final Digelar di GBT

Mengusung semangat persatuan dari ujung timur hingga ujung barat Indonesia, turnamen ini siap menyatukan talenta-talenta muda dari Papua hingga Sumatera Utara.

Diduga Palsukan Surat BPJS dan Tunggak Gaji Rp3,6 Miliar, PT Kelola Mina Laut Dipolisikan

Surat rekayasa itu disinyalir digunakan untuk membobol atau mencairkan hak BPJS Ketenagakerjaan para buruh yang seharusnya belum jatuh tempo.

Uji Coba Perlinsos Digital Surabaya Tembus 99,94 Persen, Puluhan Ribu Bansos Salah Sasaran juga Sukses Ditekan

Wali Kota Eri mengatakan penerapan Perlinsos Digital jadi langkah penting dalam membangun sistem perlindungan sosial yang lebih cepat, akurat, dan transparan.

Tergerus Pasar Digital, Pedagang Kampung Bendera Darmokali Surabaya Menangis Omzet Anjlok

Para pedagang pun menyuarakan harapan agar masyarakat Kota Pahlawan tetap bersedia membeli secara langsung ke Kampung Bendera Darmokali bukan beli di online.

Pria di Gangsir Pasuruan Tewas usai Ditangkap Polisi, Keluarga Tuntut Keadilan

Keluarga menegaskan, jika ditemukan indikasi pelanggaran prosedur oleh oknum petugas, proses hukum tegas harus ditegakkan.