Kamis, 04 Jun 2026 08:34 WIB

Silaturahmi Mesra Eri Cahyadi dan PKB Surabaya, Akankah Berlanjut ke Pilwali?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 21 Mar 2024 03:26 WIB
Silaturahmi Wali Kota Eri di Kantor PKB Surabaya
Silaturahmi Wali Kota Eri di Kantor PKB Surabaya

selalu.id - Eri Cahyadi membuka peluang bagi siapa saja untuk maju maupun mendampingi dirinya pada Pilihan Wali Kota (Pilwali) menjelang Pilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang akan dilaksanakan pada November mendatang.

Hal itu disampaikan Wali Kota Eri saat menghadiri Ta'aruf para Caleg PKB Terpilih DPRD Surabaya Tahun 2023 di DPC PKB Surabaya, Ketintang, Kamis (20/3/2024). Silaturahmi tersebut berjalan gayeng bahkan terkesan mesra. Wali Kota Eri dan Ketua DPC PKB Musyafak Rouf saling lempar pujian.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Eri mengatakan kedatangannya dalam pertemuan ini sebagai Wali Kota Surabaya, namun juga didampingi sejumlah kader PDI-Perjuangan.

"Matur nuwun ketua DPC PKB Surabaya, karena pemkot tidak bisa sendirian, tapi harus selalu disuport partai lain. Salah satunya adalah PKB. Kemiskinan turun, stunting turun, pengangguran turun tidak lepas dari saran dan arahan PKB," ujarnya.

Tak hanya itu, Eri menyatakan bahwa pertemuan ini juga membahas Pilkada. Ia juga tak menampik jika nantinya ada kader PKB Surabaya yang bakal mendampingi dirinya sebagai Calon Wakil Wali Kota untuk maju ke Pilwali 2024z

"Ya monggo InsyaAllah (kader PKB dampingi maju Pilwali) Kita lihat nanti, silaturhami hari ini tidak hanya membahas Pilkada. Tapi terima kasih atas peran serta ketua partai, silaturahmi yang dijalin berdampak besar untuk Surabaya," jelasnya.

"Semoga di Pilkada kedepan kita bisa berjuang bersama untuk kepentingan warga Surabaya," lanjutnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Saat ditanya apakah nanti Calon Wakilnya adalah Ketua DPC PKB Surabaya, Eri menyebut Musyafak Rouf merupakan merupakan seniornya di pesantren dan Eri mengaku segan.

"Cak safak ini senior saya, beliau santri dan saya yunior. Kanda saya di pondok, enggak mungkin adike wani ndadekno wakil (adiknya berani jadikan wakil)," elaknya.

Ditempat yang sama, Ketua DPC PKB Surabaya Musyafak Rouf menambahkan dirinya menilai sosok Eri Cahyadi sebagai pemimpin yang sangat tanggap dalam menyelesaikan permasalahan pemerintah kota.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

"Beliau sangat tanggap jika ada masalah, misalkan banjir, ada genangan cepat diselesaikan,” terangnya.

Musyafak menilai sosok orang nomor satu di Surabaya itu sangat layak maju kembali periode dua dalam Pilkada 2024 nanti.

"Cak Eri itu alhamdulilah masih muda, energik juga solid. Surabaya ini beda dengan sidoarjo dan yang lain. Saya apresiasi luar biasa. InsyAllah sangat layak, saya menilai itu 9,9," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.