Selasa, 21 Jul 2026 06:50 WIB

Mahasiswa Surabaya: Demokrasi Mati dalam Genggaman Presiden

Aksi mahasiswa dalam Surabaya Melawan
Aksi mahasiswa dalam Surabaya Melawan

selalu.id - Gerakan Mahasiswa Surabaya (GMS) melakukan aksi demo pada sore hari ini, Jumat (9/2/2024) di Depan Gedung Istana Grahadi, tepatnya depan Taman Apsari Surabaya. Aksi tersebut pun menjadi pusat perhatian warga Surabaya, pasalnya, para masa aksi tersebut ingin menyampaikan kritik politiknya melalui aksi tersebut.

Dalam orasinya tersebut, GMS mengajak seluruh dari berbagai entitas diantaranya yakni pedangan kaki lima, ibu-ibu, para kelompok intelektual, para pemuda dan segenap warga Indonesia agar 'melek' dengan situasi dan kondisi 'Darurat Nasional Bangsa dan Negara' ini.

Baca Juga: Desak Evaluasi Program MBG, Ratusan Mahasiswa Gelar Demonstrasi di Gedung DPRD Surabaya

Selain melakukan aksi teatrikal Darurat Demokrasi yang diiringi pembacaan puisi kerakyatan, GMS juga melakukan special performance berupa Refleksi Matinya Demokrasi - Selayang Pandang Demokrasi. Seperti diketahui, adapun beberapa tuntutan dalam aksinya ini, yaitu Boikot Presiden Otoriter, Tolak Rezim Tak Punya Hati dan Hentikan Rezim Pelanggar Konstitusi.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi SURABAYA MELAWAN, Mohammad Jalaludin mengatakan, bahwa prinsip kebebasan pada dasarnya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari praktek demokrasi dimana pemegang kekuasaan (pemerintah dan rakyat) harus bertindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Dengan demikian, lanjut pria yang akrab disapa Alan menjelaskan, pusat kekuasaan dan rakyat tidak dapat bertindak sewenang-sewenang melainkan harus tunduk pada peraturan hukum yang berlaku. Dengan kata lain pelaksanaan demokrasi tidak memberi peluang adanya kebebasan yang tidak terbatas sehingga semua kelompok kepentingan memperoleh perlindungan hukum.

"Ketentuan dan peraturan hukum yang membatasi kekuasaan pemerintah ini ada dalam konstitusi sehingga demokrasi konstitusional sering disebut dengan pemerintahan berdasarkan konstitusi," jelasnya kepada selalu.id, Jumat (9/2/2024).

Dikatakannya, mengingat adanya situasi carut marutnya demokrasi di Indonesia yang semakin menyalahi nilai-nilai demokrasi, yakni hukum yang tajam ke atas tumpul ke bawah, hukum dibuat berdasarkan kepentingan keluarga presiden, kebijakan sepihak presiden terhadap kampanye salah satu paslon, bahkan secara terang-terangan presiden melakukan tindakan nepotisme dgn tanpa rasa bersalah sedikitpun.

Baca Juga: PDS Hadir di Dua Kampus Vokasi Jawa Timur, Bagikan Tips Arungi Dunia Kerja

"Parahnya penyalahgunaan kekuasaan dan wewenang digunakan presiden untuk melakukan intervensi kekuasaan pada proses dan pelaksanaan pelilu hingga money politik, maka dengan ini kami seluruh masyarakat yg hadir dalam agenda SURABAYA MELAWAN menyatakan menuntut Presiden RI untuk tidak memainkan nilai dan norma hukum sebagai instrumen politik," tegasnya.

Adapun beberapa tuntutan yang diutarakan oleh masa aksi tersebut diantaranya yakni;

1. Menuntut Presiden RI untuk tidak memainkan nilai dan norma hukum dan menjadikan hukum sebagai instrumen politik keluarga sehingga hukum jauh dari keadilan.

Baca Juga: Sempat Vakum, Campus League Surabaya Kembali Dorong Ekosistem Basket Kampus

2. Menuntut Presiden RI memberikan jaminan TNI, Polri, dan ASN untuk bersikap netral agar tidak memihak pada salah satu calon Presiden dan calon Wakil Presiden pada 14 februari 2024 mendatang.

3. Menuntut Presiden agar tidak melakukan tindakan nepotisme.

4. Menuntut KPU dan Bawaslu sebagai lembaga penyelenggara dan pengawas pemilu untuk tidak masuk angin agar tidak memihak apalagi dikendalikan oleh Presiden.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.