Selasa, 16 Jun 2026 01:39 WIB

Desak Evaluasi Program MBG, Ratusan Mahasiswa Gelar Demonstrasi di Gedung DPRD Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Jun 2026 16:03 WIB
Massa aksi demonstrasi saat ditemua anggota DPRD Surabaya
Massa aksi demonstrasi saat ditemua anggota DPRD Surabaya

selalu.id - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Cipayung Plus menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Surabaya, Senin (15/6/2026). 

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kebijakan nasional, mulai dari harga BBM, tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga revisi Undang-Undang Polri.

Baca Juga: Mahasiswa hingga Dosen Surabaya Minta Militer Kembali ke Barak, HAM juga Disorot

Aksi yang diikuti dari HMI, GMKI, IMM, dan GMNI Surabaya itu diterima langsung oleh sejumlah fraksi gerindra yakni Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiar Rifai, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyamoko, Anggota Komisi A Azhar Kahfi. 

Ketua HMI Surabaya, Moch. Elok Hakan Multazam, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk respons atas keresahan masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah yang dinilai berdampak langsung pada kehidupan rakyat.

“Kami membawa tuntutan terkait melemahnya nilai rupiah, persoalan BBM, dugaan praktik jual beli titik dapur MBG di Surabaya dan Jawa Timur, serta meminta evaluasi terhadap Undang-Undang Polri,” kata Elok.

Menurutnya, tuntutan tersebut disusun berdasarkan hasil kajian dan aspirasi masyarakat dari berbagai kalangan, mulai pelaku UMKM, pedagang kecil, pengemudi ojek online hingga ibu rumah tangga.

Mahasiswa juga meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan APBN dan menekan pemborosan belanja negara. Mereka menilai besarnya belanja pemerintahan menjadi salah satu faktor yang membebani keuangan negara.

Baca Juga: Komitmen HGI dalam Majukan Domino Lewat Piala Wali Kota Surabaya

Dalam aksinya, mahasiswa memberikan tenggat waktu 14 hari kepada DPRD Surabaya untuk menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan.

“Jika dalam 14 hari tidak ada tindak lanjut dan hanya berhenti pada komitmen, maka kami akan turun lagi dengan massa yang lebih besar,” tegas Elok.

Menanggapi tuntutan tersebut, Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiar Rifai menyatakan sebagian besar aspirasi yang disampaikan mahasiswa merupakan kewenangan pemerintah pusat. Meski demikian, DPRD Surabaya siap meneruskan aspirasi tersebut kepada pihak terkait.

“Ada banyak tuntutan yang memang menjadi ranah pemerintah pusat. Namun kami mendukung aspirasi teman-teman mahasiswa, terutama terkait perbaikan tata kelola program MBG,” ujar Bahtiar.

Baca Juga: DPRD Surabaya Bakal Bawa Tuntutan Mahasiswa ke Pusat

Ia menilai evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG perlu dilakukan menyusul sejumlah persoalan yang mencuat di tingkat nasional.

Bahtiar memastikan seluruh aspirasi mahasiswa akan dicatat secara resmi melalui sekretariat DPRD Surabaya sebelum diteruskan kepada pemerintah pusat maupun lembaga terkait.

“Kami akan bangun komunikasi dengan teman-teman mahasiswa. Aspirasi ini akan kami proses sesuai mekanisme yang ada dan akan kami teruskan kepada pemerintah pusat,” katanya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Pura-pura Beli Alat Tulis, Pasutri di Mojokerto Bawa Kabur Motor Vario

Pencurian ini telah dilaporkan ke polisi, dan saat ini tengah dilakukan serangkaian penyelidikan lebih lanjut.

PORKAB Sidoarjo 2026 Resmi Dibuka, Begini Pesan Khusus Wabup Mimik

Mimik menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan terhadap atlet-atlet potensial agar prestasi olahraga Sidoarjo terus meningkat.

Banteng Kalcer Diluncurkan, Cara Baru PDIP Surabaya Dekati Gen Z

Cak Ji menegaskan bahwa dalam peluncuran ini semangat Bung Karno harus terus diwariskan kepada generasi muda Surabaya. 

Ini Isi Tuntutan Mahasiswa saat Demo di DPRD Surabaya

Mahasiswa juga meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan APBN dan menekan pemborosan belanja negara.

Hindari Tengah Kota Surabaya, Ada Demo Depan Grahadi Hari Ini

Ikhsan berharap demonstrasi tersebut dapat meningkatkan kepedulian publik terhadap berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang sedang terjadi.

Kabar Gembira, Program Bayi Tabung Kini Hadir di Mojokerto

Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat permudah akses masyarakat terhadap teknologi reproduksi modern sekaligus mendukung pemerataan layanan kesehatan.