Jumat, 31 Jul 2026 06:10 WIB

Desak Evaluasi Program MBG, Ratusan Mahasiswa Gelar Demonstrasi di Gedung DPRD Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Jun 2026 16:03 WIB
Massa aksi demonstrasi saat ditemua anggota DPRD Surabaya
Massa aksi demonstrasi saat ditemua anggota DPRD Surabaya

selalu.id - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Cipayung Plus menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Surabaya, Senin (15/6/2026). 

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kebijakan nasional, mulai dari harga BBM, tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga revisi Undang-Undang Polri.

Baca Juga: Aksi Damai Wartawan-Jurnalis di Nganjuk Sikapi Istilah Londo Ireng

Aksi yang diikuti dari HMI, GMKI, IMM, dan GMNI Surabaya itu diterima langsung oleh sejumlah fraksi gerindra yakni Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiar Rifai, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyamoko, Anggota Komisi A Azhar Kahfi. 

Ketua HMI Surabaya, Moch. Elok Hakan Multazam, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk respons atas keresahan masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah yang dinilai berdampak langsung pada kehidupan rakyat.

“Kami membawa tuntutan terkait melemahnya nilai rupiah, persoalan BBM, dugaan praktik jual beli titik dapur MBG di Surabaya dan Jawa Timur, serta meminta evaluasi terhadap Undang-Undang Polri,” kata Elok.

Menurutnya, tuntutan tersebut disusun berdasarkan hasil kajian dan aspirasi masyarakat dari berbagai kalangan, mulai pelaku UMKM, pedagang kecil, pengemudi ojek online hingga ibu rumah tangga.

Mahasiswa juga meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan APBN dan menekan pemborosan belanja negara. Mereka menilai besarnya belanja pemerintahan menjadi salah satu faktor yang membebani keuangan negara.

Baca Juga: Soal Polemik Pajak, Manajemen Rumah Makan AG Ny Suharti Surabaya Tegaskan Kooperatif

Dalam aksinya, mahasiswa memberikan tenggat waktu 14 hari kepada DPRD Surabaya untuk menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan.

“Jika dalam 14 hari tidak ada tindak lanjut dan hanya berhenti pada komitmen, maka kami akan turun lagi dengan massa yang lebih besar,” tegas Elok.

Menanggapi tuntutan tersebut, Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiar Rifai menyatakan sebagian besar aspirasi yang disampaikan mahasiswa merupakan kewenangan pemerintah pusat. Meski demikian, DPRD Surabaya siap meneruskan aspirasi tersebut kepada pihak terkait.

“Ada banyak tuntutan yang memang menjadi ranah pemerintah pusat. Namun kami mendukung aspirasi teman-teman mahasiswa, terutama terkait perbaikan tata kelola program MBG,” ujar Bahtiar.

Baca Juga: Puluhan Korban Investasi Bodong Meow Wadul ke DPRD Surabaya, Rugi hingga Miliaran Rupiah

Ia menilai evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG perlu dilakukan menyusul sejumlah persoalan yang mencuat di tingkat nasional.

Bahtiar memastikan seluruh aspirasi mahasiswa akan dicatat secara resmi melalui sekretariat DPRD Surabaya sebelum diteruskan kepada pemerintah pusat maupun lembaga terkait.

“Kami akan bangun komunikasi dengan teman-teman mahasiswa. Aspirasi ini akan kami proses sesuai mekanisme yang ada dan akan kami teruskan kepada pemerintah pusat,” katanya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Sepanjang 2023–2026, Polrestabes Surabaya Selesaikan 469 Perkara Narkoba Lewat Restorative Justice

Selain menerapkan RJ, Satres Narkoba Polrestabes Surabaya juga memusnahkan barang bukti narkotika dari perkara yang ditangani melalui mekanisme tersebut.

PDS Latih Ulang 104 Personel Satpam di Lingkungan Pelabuhan Kalimantan

Pelatihan ini juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan menjawab dinamika tugas keamanan yang tidak hanya menuntut kesiapsiagaan fisik.

Ubah Paradigma Kesehatan, Program Home Care Jember Dinilai Layak jadi Percontohan Nasional

Menurut Nouval, Program Home Care telah mengubah paradigma pelayanan kesehatan dari sistem pasif menjadi pelayanan yang proaktif.

Sederet Komitmen Pemkab Sidoarjo dalam Wujudkan Desa Anti Korupsi

Program itu lahir dari keprihatinan atas meningkatnya alokasi dana desa yang diikuti tingginya kasus korupsi yang melibatkan kepala desa maupun perangkat desa.

Pemkab Sidoarjo Sabet Penghargaan Nasional di Peringatan Harganas 2026

Sidoarjo dinilai konsisten menjalankan sejumlah program prioritas nasional yang berfokus pada peningkatan kualitas keluarga dan percepatan penurunan stunting.

SIER Dukung Pemkot Surabaya Percepat Penurunan Stunting dengan Bantu Pemenuhan Gizi Balita

Bantuan tersebut diserahkan oleh Kepala Departemen TJSL dan Keberlanjutan PT SIER, Puspita Ernawati.