Senin, 23 Feb 2026 09:31 WIB

Prank Bom di Pelita Air Surabaya-Jakarta, Satu Penumpang Terancam Dipenjara

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 06 Des 2023 17:55 WIB
Ilustrasi bom
Ilustrasi bom

selalu.id - General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda Sisyani Jaffar mengatakan pesawat Pelita Air menuju Surabaya-Jakarta tak kunjung terbang akibat salah satu penumpang bercanda membawa bom.

Sisyani mengatakan pesawat Pelita Air dengan no penerbangan IP 205 tujuan Jakarta mengalami keterlambatan penerbangan yang harusnya berangkat sekitar pukul 13.00 WIB Namun, sayangnya, hingga pukul 15.00 WIB pesawat tersebut tak kunjung terbang.

"Hal itu disebabkan terdapat penumpang yang bercanda membawa bom atau melakukan prank," tegas Sisyani saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan bahwa hati-hati bercanda tentang membawa bom akan dihadapkan dengan hukuman penjara.

"Menindaklanjuti hal tersebut pesawat diarahkan ke isolated parking area, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas gabungan Bandara Juanda," jelasnya.

Satu penumpang pun diperiksa dan telah diamankan dan dibawa oleh POM Lanudal Juanda.

"Hasil pemeriksaan tidak ditemukan ancaman dimaksud. Yang bersangkutan saat ini telah diamankan dan dibawa oleh POM Lanudal Juanda. Atas kejadian tersebut, tidak terjadi gangguan operasional penerbangan dan masih berjalan dengan normal," imbuhnya.

Setiap orang yang menyampaikan informasi palsu dengan membahayakan keselamatan penerbangan dipidana penjara paling lama 1 (satu) tahun. Hal itu berdasarkan Pasal 344 huruf e dan Pasal 437 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Tindak pidana yang mengakibatkan kecelakaan atau kerugian harta benda dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan menyebabkan orang meninggal, dipidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun.

Baca Juga: Curi Uang di Pesawat, Dua WNA Asal China Diamankan di Bandara Juanda Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kabar Baik Bagi Lulusan SMA, Bea Cukai Buka Rekrutmen di Seluruh Indonesia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan untuk Bea Cukai, membutuhkan lebih banyak tenaga lapangan, tidak hanya tenaga teknis.

Waspada! Peneliti Temukan Virus Baru, Risikonya Mengerikan

Studi terbaru itu menemukan bukti kuat lupus (penyakit autoimun) mungkin dipicu oleh Epstein-Barr virus (EBV).  Virus itu adalah salah satu virus paling umum.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Mengulas soal Karier hingga Keberuntungan, Dikupas Tuntas Cek Bintangmu

Ramalan seputar keuangan, karier dan jodoh, seluruh zodiak untuk hari ini juga diulas lengkap oleh astrotalk. Simak lengkapnya.

Maling 7 Koper Turis Thailand di Bromo Ditangkap, Pelakunya Dua Orang

‎Sementara ini, diduga pelaku diamankan di ruang Satreskrim Polres Probolinggo dan dalam penyelidikan lebih lanjut oleh petugas.

Nekat Jualan Miras di Bulan Ramadan, Warung di Lamongan Digrebek Polisi

Warung yang nekat berjualan miras itu berada di Jalan Papandayan Pasar Sidoharjo, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Lamongan Kota, Kabupaten Lamongan.

Razia Balap Liar di Mojokerto, 37 Remaja dan 21 Motor Diamankan

37 remaja diamankan untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Mayoritas dari mereka masih berstatus pelajar SMP hingga kelas satu SMA.