Selasa, 21 Jul 2026 09:15 WIB

Gandeng Pers, Mahasiswa dan Unitomo, BKKBN Jatim Dorong Penurunan Prevelensi Angka Stunting

Forum Koordinasi Jurnalis dengan tema Sinergitas Insan Pers bersama Mahasiswa Peduli Jurnalistik
Forum Koordinasi Jurnalis dengan tema Sinergitas Insan Pers bersama Mahasiswa Peduli Jurnalistik

selalu.id - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional perwakilan Jawa Timur (BKKBN Jatim) mengajak mahasiswa dalam upaya penurunan angka stunting. Sebagai upaya untuk mencegah terjadinya stunting hulu, BKKBN Jatim gandeng ratusan mahasiswa Universitas dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya, untuk peduli dengan saling sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan stunting sejak remaja.

Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, M.M., menyoroti strategi percepatan penurunan stunting dengan memulai dari hulu. "Kita harus persiapkan remaja agar siap menghadapi kehidupan berkeluarga, melibatkan faktor-faktor seperti kesehatan reproduksi, ekonomi, dan kesehatan mental," kata Maria, di sela-sela kegiatan seminar di Auditorium Ki Moh Saleh Universitas Dr. Soetomo, Kamis, (16/11/23).

Baca Juga: 12 Ribu Lebih Berita Migas dalam 6 Bulan, Cuma 2% yang Negatif. Kok Bisa?

Melalui kegiatan Forum Koordinasi Jurnalis dengan tema Sinergitas Insan Pers bersama Mahasiswa Peduli Jurnalistik dalam rangka percepatan penurunan stunting di Jawa Timur, BKKBN Jatim berharap, mereka dapat terlibat aktif dalam percepatan penurunan stunting, mulai dari diri sendiri maupun mengajak orang lain.

"Pertama, dirinya sendiri itu harus mempersiapkan dirinya supaya tidak ada keluarga atau dirinya yang stunting, melahirkan anak stunting. Kemudian peran dia mensosialisasikan terhadap lingkungan, yaitu teman sebaya," pesannya.

Mahasiswa diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan sosial dengan mensosialisasikan isu stunting kepada teman sebaya dan lingkungannya. "Mereka memiliki peran penting sebagai insan sosial yang turut menyosialisasikan upaya percepatan penurunan stunting," tambahnya.

Dalam mencapai target penurunan stunting, Pemerintah Jawa Timur menetapkan target 14 persen, namun, Ernawati berharap angka tersebut dapat lebih rendah. "Kita berharap agar target ini lebih rendah sebagai budaya ungkit bagi tingkat nasional, dengan target 13 kabupaten pada tahun 2024," jelasnya.

Baca Juga: Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Menyinggung tantangan di berbagai daerah, Ernawati menyatakan bahwa semua daerah memiliki kesulitan tersendiri. Stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kemiskinan, pola asuh, dan pemahaman perkawinan anak. Sinergi antara pihak pers dan mahasiswa menjadi kunci untuk menyelesaikan berbagai persoalan terkait faktor penyebab stunting.

Upaya bersama antara insan pers dan mahasiswa diharapkan dapat menciptakan momentum positif dalam percepatan penurunan stunting di Jawa Timur serta menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

Sementara itu, Rektor Unitomo Prof. Siti Marwiyah tampak menyambut baik sinergitas ini. Seusai pembukaan seminar, Rektor menerima plakat dan cinderamata dari Kepala Perwakilan BKKBN Jatim.
"Kami siap bekerjasama untuk masalah stunting karena kami memiliki SDM yang kuat,"terang Prof Siti.

Baca Juga: Stunting Surabaya Diklaim Tinggal 0,59 Persen, Armuji Tetap Minta Maaf ke Warga

Prof Siti menambahkan juga di beberapa fakultas yang bisa mengedukasi tentang gizi dan kebutuhan makanan sehat calon ibu hamil. Universitas Dr Soetomo juga telah melaksanakan KKN Tematik, dimana dosen pembimbing sudah membekali mahasiswa tentang gizi dan stunting sehingga bisa diteruskan ke masyarakat saat mereka melakukan KKN Tematik.

Salah satu narasumber, Sekretaris PWI Jatim, Dr. Eko Pamuji menjelaskan kegiatan BKKBN yang bekerja sama dengan perguruan tinggi dan media massa peduli terhadap program percepatan penurunan stunting.

"Sebagai insan pers, kita harus sering memberitakan perihal stunting ini. Agar masyarakat Indonesia bebas stunting," ungkap pria yang juga berprofesi dosen di Universitas Negeri Surabaya ini.
Eko juga menambahkan ketika isu tentang stunting ini dipublikasi dan dibaca masyarakat, diharapkan masyarakat semakin paham. Sebab, pada kenyataannya masalah stunting ini bukan lagi sekedar masalah kesehatan tetapi sudah merambat ke masalah sosial.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.