12 Ribu Lebih Berita Migas dalam 6 Bulan, Cuma 2% yang Negatif. Kok Bisa?
- Penulis : Yasin
- | Sabtu, 11 Jul 2026 06:22 WIB
selalu.id - Selama periode Januari hingga Juni 2026, jagat digital dipenuhi 12.560 pemberitaan mengenai industri hulu migas. Menariknya, dari hasil hasil monitoring Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), terangkum sekitar 98 persen di antaranya didominasi oleh sentimen positif, sementara sentimen negatif hanya menyisakan angka tipis sekitar 2 persen.
Namun, di balik dominasi angka positif tersebut, hubungan antara industri migas dan media sebenarnya punya dinamika yang cukup menantang. Terutama soal adu cepat versus birokrasi korporat dalam penyampaian informasi.
Baca Juga: Usai Pertamina Klarifikasi Viral Nota BBM, Netizen: Subsidi Pertamax Aja
Hal ini dikupas tuntas dalam Media Gathering SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bertema “The Future is Collaborative: Sustaining Our Energy” di Hotel Kokoon Banyuwangi, Jumat (10/7/2026).
Acara ini dihadiri Senior Manager Relations Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Sigit Dwi Aryono, Senior Manager External Communication and Stakeholder Relation PT PHE, Fitri Erika, Public Relations SKK Migas, Arif Hermawan, hingga Asisten Administrasi Umum Pemkab Banyuwangi, Budi Santoso.
Public Relations SKK Migas, Arif Hermawan mengakui bahwa hubungan media dengan narasumber industri sering kali menghadapi tantangan nyata di lapangan. Dari sisi jurnalis, kebutuhan memperoleh informasi secara cepat kerap berbenturan dengan prosedur perusahaan yang harus dipatuhi dalam penyampaian informasi.
Karena itu, bagi SKK Migas, komunikasi yang terbuka menjadi kunci utama untuk membangun saling pengertian agar tidak terjadi miss informasi.
“Reputasi itu bukan sesuatu yang dibangun dalam waktu singkat. Memulihkannya jauh lebih sulit dibanding mempertahankannya. Oleh karen itu, perusahaan perlu menjunjung tinggi kejujuran, akuntanbilitas, konsistensi, kredibilitas, dan kontinuitas dalam setiap komunikasi,” jelas pria yang juga akrab disapa Aher.
Baca Juga: Setelah Cek Nota Pembelian BBM, Netizen Sadari Harga Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax
Ia menambahkan, media memiliki peran krusial dalam membentuk opini publik. Di era digital ini, SKK Migas pun ikut beradaptasi dengan memperkuat strategi komunikasi lewat platform yang dekat dengan anak muda, mulai dari media sosial, konten video, hingga infografik agar informasi lebih mudah dicerna.
Pembahasan dalam forum ini bukan cuma soal reputasi di media, industri hulu migas Indonesia ternyata memang sedang mengelola aset yang masif untuk ketahanan energi nasional. Berdasarkan data terbaru, Indonesia mengantongi potensi cadangan minyak mencapai 4,70 miliar barel (BBO) dan cadangan gas sebesar 55,76 triliun kaki kubik (TCF).
Saat ini, terdapat 167 wilayah kerja migas yang aktif bergerak. Rinciannya terdiri atas 104 wilayah eksploitasi, 44 wilayah eksplorasi, dan 19 wilayah kerja yang sedang dalam proses terminasi.
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan BBM Pertamax Naik
Melihat besarnya potensi ini, kolaborasi industri dan media menjadi harga mati. Senior Manager Relations Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Sigit Dwi Aryono, menegaskan bahwa media gathering, menjadi wadah rutin tahunan untuk mempererat sinergi tersebut.
Besarnya potensi migas, diyakini Sigit membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan media. Hal ini dipandang sebagai fondasi penting untuk menjaga kepercayaan publik, menciptakan iklim investasi yang kondusif, serta mendukung ketahanan energi Indonesia di masa mendatang.
“Melalui tema yang kami usung ini, kami ingin terus berkolaborasi dengan media. Karena mitra merupakan mitra strategis dalam mendukung keberlanjutan energi kita,” tutupnya.
Editor : RedaksiURL : https://selalu.id/news-14586-12-ribu-lebih-berita-migas-dalam-6-bulan-cuma-2-yang-negatif-kok-bisa
