Kamis, 04 Jun 2026 17:43 WIB

30 Pelaku UMKM Produksi Merchandise Piala Dunia U-17, Ada Gantungan Kunci Hingga Kaos Logo Komposit

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 27 Okt 2023 18:03 WIB
pemilik UMKM usaha Indogift, Livia Astria
pemilik UMKM usaha Indogift, Livia Astria

selalu.id - Pemkot Surabaya melibatkan sebanyak 30 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk membuat pernak-pernik atau merchandise menyambut Piala Dunia U-17 pada November 2023 mendatang.

Salah satu UMKM membuat merchandise yakni Indogift, mereka membuat gantungan kunci, stand akrilik, magnet kulkas, hingga kaos bergambar logo komposit Surabaya untuk Piala Dunia U-17.

Baca Juga: Kunker ke Polres Pasuruan, Ketua Bhayangkari Jatim Tumbuhkan UMKM hingga Peduli Anak Yatim

"Ada 30 model merchandise, gantungan kunci yang paling banyak. Untuk harganya kalau gantungan kunci Rp20 ribu, magnet kulkas Rp35 ribu, stand akrilik Rp50 ribu, kaos Rp125 ribu," kata pemilik UMKM usaha Indogift, Livia Astria, saat ditemui selalu.id di tempat usahanya di Jalan Kartini Surabaya, Jumat (27/10/2023).

Livia menyampaikan, UMKM miliknya yang terlibat membuat merchandise ini tak hanya sekedar dipilih langsung oleh Pemkot Surabaya.

Namun, harus tahap proses melalui tahapan kurasi dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag).

"Kita ikut UMKM jadi kita harus bertahap kurasi, kita daftar Dinkopdag harus ikut kurasi dulu," ujarnya.

Baca Juga: Surabaya Vaganza Sukses, DPRD Usul Konser dan Teatrikal di Hari Pahlawan 

Sebelumnya, pihaknya sudah membuat merchandise dengan latar belakang ungu. Namun pihak Pemkot Surabaya menyatakan ada ketidak sesuaian. Sebab konfirmasi dari pihak FIFA membuat aturan terkait pernak-pernik atau merchandise untuk Penggelaran Sepak Bola Internasional tersebut.

"Sebelumnya sudah bikin ungu, tapi ternyata sudah ada aturan. Kita sudah dipatok tidak boleh seperti logo atau tulisan dan trofi Piala Dunia U-17, trofinya. Kita fokus produksi logo Komposit Suroboyo dan Surabaya Hebat," jelasnya.

"Dua mingguan. Kita revisi warnanya aja agak lebih cepat. Info mau taruh di hotel-hotel, kita juga gak tahu mau taruh hotel dimana saja," lanjutnya.

Baca Juga: Pertama Kali Digelar Malam, Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Wisata dan Okupansi Hotel

Meski begitu, Livia mengaku bersyukur bisa ikut berpartisipasi dalam penggelaran Piala Duni U-17 pertama digelar di Indonesia, khususnya tuan rumah venue pertandingan di Surabaya.

"Tentu kita ingin laku bisa lebih dikenal nasional maupun internasional. Berpartisipasi dalam Piala Dunia U-17 kita bersyukur ditolong oleh Dinkopdag, akhirnya dibuatkan logo komposit. Kalau gak UMKM bingung juga," ungkapnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.