Selasa, 03 Feb 2026 18:57 WIB

30 Pelaku UMKM Produksi Merchandise Piala Dunia U-17, Ada Gantungan Kunci Hingga Kaos Logo Komposit

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 27 Okt 2023 18:03 WIB
pemilik UMKM usaha Indogift, Livia Astria
pemilik UMKM usaha Indogift, Livia Astria

selalu.id - Pemkot Surabaya melibatkan sebanyak 30 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk membuat pernak-pernik atau merchandise menyambut Piala Dunia U-17 pada November 2023 mendatang.

Salah satu UMKM membuat merchandise yakni Indogift, mereka membuat gantungan kunci, stand akrilik, magnet kulkas, hingga kaos bergambar logo komposit Surabaya untuk Piala Dunia U-17.

Baca Juga: Jelang Nataru, Permintaan Hampers UMKM Lokal di Surabaya Kriya Gallery Meningkat

"Ada 30 model merchandise, gantungan kunci yang paling banyak. Untuk harganya kalau gantungan kunci Rp20 ribu, magnet kulkas Rp35 ribu, stand akrilik Rp50 ribu, kaos Rp125 ribu," kata pemilik UMKM usaha Indogift, Livia Astria, saat ditemui selalu.id di tempat usahanya di Jalan Kartini Surabaya, Jumat (27/10/2023).

Livia menyampaikan, UMKM miliknya yang terlibat membuat merchandise ini tak hanya sekedar dipilih langsung oleh Pemkot Surabaya.

Namun, harus tahap proses melalui tahapan kurasi dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag).

"Kita ikut UMKM jadi kita harus bertahap kurasi, kita daftar Dinkopdag harus ikut kurasi dulu," ujarnya.

Baca Juga: Pelindo Regional 3 Gelar Portival Nusantara 2025 Wadahi Kolaborasi UMKM dan Generasi Muda

Sebelumnya, pihaknya sudah membuat merchandise dengan latar belakang ungu. Namun pihak Pemkot Surabaya menyatakan ada ketidak sesuaian. Sebab konfirmasi dari pihak FIFA membuat aturan terkait pernak-pernik atau merchandise untuk Penggelaran Sepak Bola Internasional tersebut.

"Sebelumnya sudah bikin ungu, tapi ternyata sudah ada aturan. Kita sudah dipatok tidak boleh seperti logo atau tulisan dan trofi Piala Dunia U-17, trofinya. Kita fokus produksi logo Komposit Suroboyo dan Surabaya Hebat," jelasnya.

"Dua mingguan. Kita revisi warnanya aja agak lebih cepat. Info mau taruh di hotel-hotel, kita juga gak tahu mau taruh hotel dimana saja," lanjutnya.

Baca Juga: Workshop Unair-BPDP Dorong UMKM Jawa Timur Olah Sawit Jadi Produk Kreatif

Meski begitu, Livia mengaku bersyukur bisa ikut berpartisipasi dalam penggelaran Piala Duni U-17 pertama digelar di Indonesia, khususnya tuan rumah venue pertandingan di Surabaya.

"Tentu kita ingin laku bisa lebih dikenal nasional maupun internasional. Berpartisipasi dalam Piala Dunia U-17 kita bersyukur ditolong oleh Dinkopdag, akhirnya dibuatkan logo komposit. Kalau gak UMKM bingung juga," ungkapnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.