Rabu, 22 Jul 2026 00:30 WIB

Perkuat Nasionalisme Pelajar Surabaya, Klinik Pendidikan Global Mandiri Gelar Lomba Wawasan Kebangsaan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 13 Okt 2023 11:21 WIB
Koordinator Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kota Surabaya, Erwin Darmogo
Koordinator Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kota Surabaya, Erwin Darmogo

selalu.id - Klinik Pendidikan Global Mandiri menggelar lomba wawasan kebangsaan untuk para pelajar mulai jenjang TK, SD SMP hingga SMA. Lomba tersebut digelar secara dari mulai 5-15 November 2023.

Koordinator Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kota Surabaya, Erwin Darmogo pun mendukung lomba tersebut.

Menurutnya lomba ini positif dan bertujuan memperluas sudut pandang para guru tentang rasa nasionalisme yang kemudian diajarkan kepada para siswa siswinya.

"Wawasan kebangsaan ini juga terkait moral, nilai-nilai pancasila, hingga cara penerapannya seperti apa sehingga hal-hal ini bisa diberikan kepada muridnya," kata Erwin, Kamis (12/10/2023).

Erwin pun menyatakan bahwa MKKS SMP Swasta Surabaya siap menyosialisasikan lomba Wawasan Kabangsaan ke seluruh sekolah melalui lima koordinator wilayah, yakni Surabaya pusat, barat, timur, selatan, dan utara.

Tercatat terdapat sebanyak 265 sekolah swasta dengan jumlah berkisar 18 ribu guru.

"Semua guru SMP swasta kami dorong mengikuti lomba ini, karena mereka ujung tombak mengajarkan nasionalisme yang kepada anak-anak," ucapnya.

Di tempat yang sama, Klinik Pendidikan Global Mandiri Hason Sitorus menyebut teknis perlombaan dilakukan secara daring, sedangkan pesertanya tidak hanya dari dalam kota namun juga diperuntukkan bagi guru yang dari luar kota Surabaya.

"Flayer sudah kami siapkan dan kami sosialisasikan, kami buat secara online se-Surabaya dan sekitarnya," kata dia.

"Ini diterapkan ke gurunya, untuk memperkuat karakter anak-anak atau peserta didiknya," lanjutnya.

Dia menyebut digelarnya lomba tersebut lantaran ingin menjaga keberadaan nilai-nilai pancasila pada pelajar melalui para guru.

"Saya tidak ingin nilai-nilai pancasila itu hilang, makanya kami bangun ini," ucapnya.

Hason menjelaskan materi untuk guru yakni termasuk filsafat pancasila. Materi ini agar seorang guru semakin paham dengan muridnya.

"Gurunya semakin paham maka muridnya juga mengikuti dan lebih bisa mengena. Kami berharap para siswa bisa tepo seliro, kami arahkan ke sana. Setelah itu baru guru-guru menambah," pungkasnya.

Baca Juga: Khofifah Dinobatkan sebagai Bunda Pendidikan MKKS Jatim

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.