Senin, 20 Jul 2026 09:49 WIB

Dokter National Hospital Sebut Tumor Otak Lebih Ganas Serang Anak-anak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 10 Okt 2023 13:22 WIB
Dokter Bedah Saraf RSU dr Soetomo dan National Hospital Surabaya, Dr dr Irwan Barlian Immadoel.
Dokter Bedah Saraf RSU dr Soetomo dan National Hospital Surabaya, Dr dr Irwan Barlian Immadoel.

selalu.id - Tumor otak juga menjadi penyakit yang ditakuti manusia selain kanker. Penyakit ini pun menyerang tak mandang usia, mulai anak-anak, dewasa, dan tak pandang jenis kelamin.

Ternyata kasus tumor otak sangat banyak di Indonesia, khususnya di Surabaya. Hal itu disampaikan Dokter Bedah Saraf RSU dr Soetomo dan National Hospital Surabaya, Dr dr Irwan Barlian Immadoel.

"Kasus tumor otak sangat banyak, tapi penanganan saat ini belum komprehensif, masih belum maksimal," kata dr Irwan, ditemui selalu.id, di National Hospital, Surabaya, Selasa (10/10/2023)

dr Irwan menyebut bahwa tumor otak menyasar usia berbeda-beda. Ada yang anak-anak sampai usia tua. Bahkan, tumor yang lebih ganas sering ditemukan kepada usia anak.

"Tumor otak anak-anak lebih ke arah ganas, di otak kecil, di batang otak di tengah. Banyak kasus kompleks tumor anak-anak lebih ganas," ujarnya.

Untuk usia dewasa muda sampai tua, dr Irwan menyebut tumor otak memiliki perbedaan kuantitas antara mengidap wanita dan laki-laki, serta cenderung memiliki jenis berbeda.

"Kasus terbanyak meningioma. Meningioma menyerang perempuan usia 40 tahun ke atas, artinya angka 2 perempuan 1 laki-laki. Tapi kalau glioblastoma tumor ganas, banyak laki-laki usia diatas 60 tahun, perempuan jarang," jelasnya.

Penyebab tumor otak ini, kata dia, masih belum diketahui penyebabnya, karena faktor karakteristik tumor berbeda-beda. Ia menilai berhubungan dengan hormon bila jenis meningioma, seperti hormon estrogen, progestron juga berpengaruh dari segi teori.

"Namun, dari segi teori karena ada perubahan pada karakter sel jaringan yang ada di struktur otak. Misalnya, mutasi glia yang normal menjadi glioma. Ada juga faktor risikonya seperti terpapar radiasi tinggi, stres berlebihan, ada faktor genetik keluarga terkena tumor tapi itu bukan sesuatu yang pasti juga," tuturnya.

Lebih lanjut dr Irwan membeberkan banyak pasien tumor otak yang datang ke rumah sakit, contohnya RSUD dr Soetomo. Ia menyebut sekitar 5 sampai 10 pasien per hari. Sedangkan, dalam sehari yang ditangani hanya sedikit.

"Ruangan operasi dan tenaga terbatas, sehingga memang harus membuat tempat yang mampu melakukan tindakan yang baik untuk pasien dan bisa dikerjakan di tempat operasi seperti itu," terangnya.

Tak sedikit pula pasien tumor otak yang berhasil survive. dr Irwan menyebut, dalam satu tahun ada sekitar 1.600 pasien tumor otak yang berhasil survive, namun tergantung dari diagnosis.

dr Irwan juga mengatakan, seperti kasus tumor jinak meningioma jika dioperasi dan hasilnya bagus, biasanya survivor rate pasien juga baik. Berbeda dengan tumor ganas atau gioblastoma, meski operasinya bagus, tingkat survivor ratenya rendah, karena bisa muncul lagi.

Baca Juga: Ruangan Ini jadi Awal Kebakaran RSUD dr Soetomo Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.