Senin, 19 Okt 2026 23:58 WIB

Dokter National Hospital Sebut Tumor Otak Lebih Ganas Serang Anak-anak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 10 Okt 2023 13:22 WIB
Dokter Bedah Saraf RSU dr Soetomo dan National Hospital Surabaya, Dr dr Irwan Barlian Immadoel.
Dokter Bedah Saraf RSU dr Soetomo dan National Hospital Surabaya, Dr dr Irwan Barlian Immadoel.

selalu.id - Tumor otak juga menjadi penyakit yang ditakuti manusia selain kanker. Penyakit ini pun menyerang tak mandang usia, mulai anak-anak, dewasa, dan tak pandang jenis kelamin.

Ternyata kasus tumor otak sangat banyak di Indonesia, khususnya di Surabaya. Hal itu disampaikan Dokter Bedah Saraf RSU dr Soetomo dan National Hospital Surabaya, Dr dr Irwan Barlian Immadoel.

"Kasus tumor otak sangat banyak, tapi penanganan saat ini belum komprehensif, masih belum maksimal," kata dr Irwan, ditemui selalu.id, di National Hospital, Surabaya, Selasa (10/10/2023)

dr Irwan menyebut bahwa tumor otak menyasar usia berbeda-beda. Ada yang anak-anak sampai usia tua. Bahkan, tumor yang lebih ganas sering ditemukan kepada usia anak.

"Tumor otak anak-anak lebih ke arah ganas, di otak kecil, di batang otak di tengah. Banyak kasus kompleks tumor anak-anak lebih ganas," ujarnya.

Untuk usia dewasa muda sampai tua, dr Irwan menyebut tumor otak memiliki perbedaan kuantitas antara mengidap wanita dan laki-laki, serta cenderung memiliki jenis berbeda.

"Kasus terbanyak meningioma. Meningioma menyerang perempuan usia 40 tahun ke atas, artinya angka 2 perempuan 1 laki-laki. Tapi kalau glioblastoma tumor ganas, banyak laki-laki usia diatas 60 tahun, perempuan jarang," jelasnya.

Penyebab tumor otak ini, kata dia, masih belum diketahui penyebabnya, karena faktor karakteristik tumor berbeda-beda. Ia menilai berhubungan dengan hormon bila jenis meningioma, seperti hormon estrogen, progestron juga berpengaruh dari segi teori.

"Namun, dari segi teori karena ada perubahan pada karakter sel jaringan yang ada di struktur otak. Misalnya, mutasi glia yang normal menjadi glioma. Ada juga faktor risikonya seperti terpapar radiasi tinggi, stres berlebihan, ada faktor genetik keluarga terkena tumor tapi itu bukan sesuatu yang pasti juga," tuturnya.

Lebih lanjut dr Irwan membeberkan banyak pasien tumor otak yang datang ke rumah sakit, contohnya RSUD dr Soetomo. Ia menyebut sekitar 5 sampai 10 pasien per hari. Sedangkan, dalam sehari yang ditangani hanya sedikit.

"Ruangan operasi dan tenaga terbatas, sehingga memang harus membuat tempat yang mampu melakukan tindakan yang baik untuk pasien dan bisa dikerjakan di tempat operasi seperti itu," terangnya.

Tak sedikit pula pasien tumor otak yang berhasil survive. dr Irwan menyebut, dalam satu tahun ada sekitar 1.600 pasien tumor otak yang berhasil survive, namun tergantung dari diagnosis.

dr Irwan juga mengatakan, seperti kasus tumor jinak meningioma jika dioperasi dan hasilnya bagus, biasanya survivor rate pasien juga baik. Berbeda dengan tumor ganas atau gioblastoma, meski operasinya bagus, tingkat survivor ratenya rendah, karena bisa muncul lagi.

Baca Juga: Kebakaran di Gedung PPJT RSUD dr Soetomo Surabaya, Sistem Hidran Disorot

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).