Kamis, 04 Jun 2026 09:59 WIB

FIFA Targetkan 18 Ribu Penonton di Setiap Pertandingan Piala Dunia U-17

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 01 Okt 2023 14:46 WIB
Ketua PSSI Erick Thohir saat di Surabaya
Ketua PSSI Erick Thohir saat di Surabaya

selalu.id - Federation Internationale de Football Association (FIFA) memberi target terhadap tuan rumah Piala Dunia U-17 di Indonesia untuk menghadirkan suporter 10-18 ribu penonton yang hadir di Stadion.

FIFA menargetkan jumlah penonton tersebut di empat stadion venue Piala Dunia di setiap laga masing-masing Grup.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Menanggapi itu, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir mengungkapkan bahwa target dari FIFA tersebut termasuk berat.

Meskipun begitu, Erick Thohir yakin bahwa Indonesia bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 bersama dukungan masyarakat Indonesia yang juga pecinta pesepak bola untuk mencapai target itu.

"Ya berat, tapi siapa suruh jadi tuan rumah, kita harus usaha. Berat tapi kalau mau dipercaya dunia harus kita coba,"kata Erick Thohir, saat di Surabaya.

Untuk mencapai target itu, Menteri BUMN itu juga meminta seluruh suporter dari komunitas Sepak Bola yang ada di Indonesia bergandeng, untuk pelaksanaan Piala Dunia U-17 yang akan dimulai pada November 2023 mendatang.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Saya pesan, seperti ketemu Madura United, kemarin, ketemu Persebaya bonek dan saya berharap nanti seluruh komunitas sepakbola suporter bisa bergandeng,"kata Erick Thohir, saat di Surabaya.

Erick menjelaskan dengan gandengnya seluruh suporter dari komunitas sepak bola tanah air, hal ini menjadi salah satu jalan untuk transformasi sepak bola di Indonesia menjadi lebih baik.

"Diharapkan FIFA, sepakbola di Indonesia mesti bersih dan prestasi, tetapi juga hal-hal yang kita tau memastikan suporter pulang dengan selamat ini harus bener-benar bertransformasi,"pungkasnya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Sekedar informasi pembukaan Piala Dunia U-17 diawali di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya dengan babak penyisihan Grup A bersama Ekuador, Panama dan Maroko.

Sementara itu, Jakarta Internasional Stadium (JIS) menjadi markas negara-negara yang tergabung di persaingan Grup C (Brasil, Inggris, Iran, Kaledonia Baru) dan E (Prancis, Korea Selatan, Amerika Serikat, Burkina Faso).

Kemudian, Stadion Si Jalak Harupat Soreang menjadi lokasi penyisihan Grup D (Jepang, Argentina, Senegal, Polandia) serta F (Meksiko, Jerman, Selandia Baru, Venezuela). Sementara, Stadion Manahan akan menjadi venue Grup B (Spanyol, Kanada dan

Lalu nantinya, final dan perebutan posisi ketiga Piala Dunia U-17 juga dipastikan digelar di Stadion Manahan, Solo.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.