Senin, 03 Agu 2026 23:34 WIB

Mahasiswa ITS Suarakan Isu Solidaritas Rempang di Wisuda ke-128

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 26 Sep 2023 14:28 WIB
'Solidarity for Rempang' digaungkan di depan para civitas akademika ITS dan ribuan wisudawan ITS.
'Solidarity for Rempang' digaungkan di depan para civitas akademika ITS dan ribuan wisudawan ITS.

selalu.id - Seorang mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Yaqzhan Elkiya Muhammad Shah memeriahkan wisuda ITS ke 128 dengan menyuarakan isu Solidaritas Rempang, Kepulauan Riau, pada Minggu (24/9/202) lalu.

Diketahui isu tersebut ramai dibincangkan terkait persoalan Pulau Rempang yang masyarakatnya hendak digusur karena adanya rencana proyek pembangunan Rempang Eco City.

Hal itu membuat masyarakat tak terima dan ricuh. Bahkan mengakibatkan adanya aksi demo pada tanggal 8 September 2023 lalu yang berujung bentrokan dengan penggunaan gas air mata saat pemasangan patok proyek tersebut

Untuk menyuarakan isu itu, pada momen
perayaan Wisuda ITS ke-128 hari saat pemanggilan Aktivis mahasiswa dari Departemen Teknik Elektro maju ke panggung. Saat bersalaman dengan Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari tidak terduga dia mengeluarkan banner dengan pajang satu meter dari balik toganya.

Banner bertuliskan, 'Solidarity for Rempang' digaungkan di depan para civitas akademika ITS dan ribuan wisudawan ITS. Aksi tersebut sontak diikuti dengan gemuruh tepuk tangan dari para hadirin.

Elkiya mengatakan aksinya itu untuk solidaritas terhadap Rempang yang merupakan gerakan sosial. Bertujuan untuk mendukung hak-hak masyarakat pulau Rempang, Kepulauan Riau.

"Ini untuk menjaga lingkungan dan sumber daya alam dari dampak negatif industrialisasi," kata Elkiya, kepada selalu.id, Selasa (24/9/2023).

Elkiya mengungkapkan bahwa betapa pentingnya mendukung solidaritas ini, mengingat dampak yang telah terjadi pada masyarakat Rempang akibat eksploitasi sumber daya alam yang tidak berkelanjutan.

"Pentingnya peran mahasiswa dalam memperjuangkan isu-isu sosial seperti Solidaritas untuk Rempang, serta mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, dalam mencari solusi yang adil," ujar Ketua Bidang II Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sepuluh Nopember.

Dia menyadari bahwa kepedulian terhadap isu sosial dinilai sangat rendah bagi mahasiswa teknik. Terlebih, bagi para wisudawan yang mulai fokus untuk menempuh jenjang selanjutnya.

Pemimpin mahasiswa yang progresif di ITS itu juga  telah mendedikasikan dirinya untuk berbagai kegiatan sosial dan advokasi selama berkuliah. Selama memimpin ia juga inisiatif untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang isu-isu sosial dan hak asasi manusia.

Perayaan Wisuda ITS ke-128 tahun ini, menurutnya, tidak hanya menjadi momen berbahagia bagi wisudawan. Tetapi juga menjadi panggung yang penting untuk menyuarakan isu-isu yang lebih besar.

"Aksi sosial yang biasanya dilaksanakan dengan ricuh, aksi kali ini diselesaikan dengan simpel dan menarik," ungkapnya.

Lebih lanjut Elkiya menambahkan bahwa mahasiswa ITS tidak hanya hanya berprestasi akademik saja. Namun juga aktif dalam memperjuangkan isu-isu sosial yang memiliki dampak nyata pada masyarakat.

"Dengan semangat seperti ini, masa depan Indonesia nampaknya akan lebih cerah," pungkasnya.

Baca Juga: Menteri Amran Apresiasi Inovasi Alumni ITS, Siap Terapkan di Pertanian

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gagal Cari Cuan Pascabebas, Pengedar Sabu di Surabaya Kembali Masuk Bui

Kini, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya tengah memburu sosok pemasok utama berinisial ND yang disinyalir sebagai penyuplai belasan poket sabu tersebut.

Lima Jenazah Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II Berhasil Diidentifikasi

Wahono menyampaikan proses identifikasi masih terus berlangsung.

Jelang HUT RI, DPRD Surabaya Soroti Minimnya Bendera Merah Putih di Pertokoan

Komunitas Kami Anak Negeri yang menyampaikan aspirasi terkait rendahnya tingkat pemasangan bendera di sejumlah wilayah Kota Pahlawan.

Pemkab Sidoarjo Ratakan 21 Lapak di Eks Lokalisasi Krengseng, Penataan Kawasan Berlanjut

Sebelum penertiban dilaksanakan, pemerintah telah menempuh sejumlah langkah persuasif.

Pisah Sambut Kapolres Jember, Gus Fawait: Keamanan jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

Kepada AKBP Alaiddin, Gus Fawait menyampaikan ucapan selamat datang.

Penipuan Emas Online Beroperasi dari Dalam Lapas, Kerugian Capai Rp3,7 Miliar

Hingga saat ini, penyelidikan memperkirakan sedikitnya terdapat lima korban di wilayah Jawa Timur.