Jumat, 19 Jun 2026 22:31 WIB

Mahasiswa ITS Suarakan Isu Solidaritas Rempang di Wisuda ke-128

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 26 Sep 2023 14:28 WIB
'Solidarity for Rempang' digaungkan di depan para civitas akademika ITS dan ribuan wisudawan ITS.
'Solidarity for Rempang' digaungkan di depan para civitas akademika ITS dan ribuan wisudawan ITS.

selalu.id - Seorang mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Yaqzhan Elkiya Muhammad Shah memeriahkan wisuda ITS ke 128 dengan menyuarakan isu Solidaritas Rempang, Kepulauan Riau, pada Minggu (24/9/202) lalu.

Diketahui isu tersebut ramai dibincangkan terkait persoalan Pulau Rempang yang masyarakatnya hendak digusur karena adanya rencana proyek pembangunan Rempang Eco City.

Hal itu membuat masyarakat tak terima dan ricuh. Bahkan mengakibatkan adanya aksi demo pada tanggal 8 September 2023 lalu yang berujung bentrokan dengan penggunaan gas air mata saat pemasangan patok proyek tersebut

Untuk menyuarakan isu itu, pada momen
perayaan Wisuda ITS ke-128 hari saat pemanggilan Aktivis mahasiswa dari Departemen Teknik Elektro maju ke panggung. Saat bersalaman dengan Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari tidak terduga dia mengeluarkan banner dengan pajang satu meter dari balik toganya.

Banner bertuliskan, 'Solidarity for Rempang' digaungkan di depan para civitas akademika ITS dan ribuan wisudawan ITS. Aksi tersebut sontak diikuti dengan gemuruh tepuk tangan dari para hadirin.

Elkiya mengatakan aksinya itu untuk solidaritas terhadap Rempang yang merupakan gerakan sosial. Bertujuan untuk mendukung hak-hak masyarakat pulau Rempang, Kepulauan Riau.

"Ini untuk menjaga lingkungan dan sumber daya alam dari dampak negatif industrialisasi," kata Elkiya, kepada selalu.id, Selasa (24/9/2023).

Elkiya mengungkapkan bahwa betapa pentingnya mendukung solidaritas ini, mengingat dampak yang telah terjadi pada masyarakat Rempang akibat eksploitasi sumber daya alam yang tidak berkelanjutan.

"Pentingnya peran mahasiswa dalam memperjuangkan isu-isu sosial seperti Solidaritas untuk Rempang, serta mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, dalam mencari solusi yang adil," ujar Ketua Bidang II Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sepuluh Nopember.

Dia menyadari bahwa kepedulian terhadap isu sosial dinilai sangat rendah bagi mahasiswa teknik. Terlebih, bagi para wisudawan yang mulai fokus untuk menempuh jenjang selanjutnya.

Pemimpin mahasiswa yang progresif di ITS itu juga  telah mendedikasikan dirinya untuk berbagai kegiatan sosial dan advokasi selama berkuliah. Selama memimpin ia juga inisiatif untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang isu-isu sosial dan hak asasi manusia.

Perayaan Wisuda ITS ke-128 tahun ini, menurutnya, tidak hanya menjadi momen berbahagia bagi wisudawan. Tetapi juga menjadi panggung yang penting untuk menyuarakan isu-isu yang lebih besar.

"Aksi sosial yang biasanya dilaksanakan dengan ricuh, aksi kali ini diselesaikan dengan simpel dan menarik," ungkapnya.

Lebih lanjut Elkiya menambahkan bahwa mahasiswa ITS tidak hanya hanya berprestasi akademik saja. Namun juga aktif dalam memperjuangkan isu-isu sosial yang memiliki dampak nyata pada masyarakat.

"Dengan semangat seperti ini, masa depan Indonesia nampaknya akan lebih cerah," pungkasnya.

Baca Juga: Menteri Amran Apresiasi Inovasi Alumni ITS, Siap Terapkan di Pertanian

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dinilai Tak Berpihak pada Rakyat, Ketua DPRD Jatim Diminta Mundur dari Jabatannya

Pernyataan itu dilontarkan para mahasiswa saat Musyafak menemui langsung dan memberikan statment yang dirasa tidak berpihak kepada masyarakat.

Diduga Gegara Lilin, Rumah di Karanglo Probolinggo Ludes Terbakar ‎

Dalam proses pemadaman, ‎petugas damkar menerjunkan sebanyak empat armada. ‎Api kemudian berhasil dipadamkan setelah sekitar tiga puluh menit.

Menilik Magisnya Tradisi Grebeg Suro di Sidoarjo

Grebeg Suro diawali dengan ziarah ke makam para pendiri Kabupaten Sidoarjo sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh-tokoh yang telah berjasa membangun daerah.

Detik-detik Menegangkan Evakuasi Balita 3 Tahun Terkunci dalam Mobil di Mojokerto

Proses evakuasi berjalan sekitar satu jam. Balita itu kemudian berhasil dikeluarkan dari mobil setelah memanggil tukang kunci dan Damkar BPBD serta relawan.

DPRD Jatim Desak Pemprov Segera Isi Kekosongan Jabatan Kepala Dinas

Kondisi tersebut dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi mengganggu efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

Jelang Tahun Ajaran Baru, Produksi Sepatu Safety di Mojokerto Banjir Pesanan

Pahrur Rozi mengatakan sejak dua bulan terakhir, jumlah sepatu safety yang diproduksi meningkat seratus persen jika dibandingkan hari biasa.