Jumat, 05 Jun 2026 15:24 WIB

Pembekalan Wisudawan FEB Unair 2021, Sekretaris IKAFE Unair : Adaptasi VUCA Kunci Keberhasilan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 15 Sep 2021 17:25 WIB
Pelepasan calon wisudawan FEB Unair
Pelepasan calon wisudawan FEB Unair

Surabaya (selalu.id) - Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair) menggelar acara Pelepasan Calon Wisudawan Periode September 2021 secara daring, Rabu (15/9/2021). Total ada sebanyak 335 wisudawan dan wisudawati baru FEB yang menjadi keluarga baru Ikatan Alumni FEB Unair.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Penyerahan data alumni diserahkan secara simbolis oleh Dekan FEB Unair, Prof. Dr. Dian Agustia SE., MSi., Ak. CMA CA kepada Sekretaris Ikatan Alumni FEB (IKAFE) Unair, Didik Prasetiyono.

Saat memberikan sambutan, Didik menyambut dengan tangan terbuka para calon wisudawan FEB Unair menjadi bagian keluarga IKAFE Unair. 

"Keluarga  besar Alumni FEB Unair  sangat bangga menerima para calon wisudawan menjadi bagian keluarga besar alumni," ujarnya.

Kondisi pandemi menjadi tantangan tersendiri, kata Direktur Operasi PT SIER ini saat menyampaikan sambutan acara, wisudawan harus memiliki kemampuan adaptation to disruptive change.

"Situasi perekonomian saat ini sedang penuh tantangan karena terjadi disrupsi baik karena perkembangan teknologi dan akibat tekanan pandemi. Situasinya sedang bergejolak, situasi yang tidak pasti, situasi yang komplek dan serba tidak jelas. Beradaptasi agar mampu memprediksi dan mengantisipasidengan baik kondisi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) ini adalah kunci keberhasilan karir para wisudawan setelah keluar dari kampus," ungkap Didik.

Didik mengingatkan agar wisudawan senantiasa melakukan perubahan seperti metamorfosis kepompong menjadi kupu-kupu, ada perubahan bentuk struktur, perubahan pergerakan dan perubahan fokus. Perubahan-perubahan ini juga yang harus menjadi prioritas wisudawan untuk menghadapi dunia nyata.

"Situasi yang begitu tidak jelas ini, harus dihadapi dengan kemampuan beradaptasi yang tinggi. Charles Darwin sudah membuktikan bahwa di alam ini bukan mahluk yang terbesar, terkuat yang bisa bertahan tetapi yang mampu beradaptasi dengan perubahanlah yang akan bertahan. Wisudawan harus tangkas dan lincah untuk selalu berubah menyesuaikan situasi disruptif yang ada", ujar Didik.

Dari sinilah kemudian, kata Didik, pengurus IKAFE Unair menyambut para wisudawan dengan tangan terbuka. 

"Teriring doa, agar kita mampu membawa harum nama kampus, membuat nama Universitas Airlangga semakin terpandang, tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia. Semoga kita bisa membawa kemanfaatan keilmuan untuk diri, keluarga dan juga negara kita. Jaga nama baik kampus dan selamat datang di dunia nyata," pungkasnya sambal mengajak wisudawan yel bersama 'FEB Satu Unair Hebat'. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.