Selasa, 21 Jul 2026 07:49 WIB

Undangan Silaturahmi Ganjar Pranowo dengan Paguyuban Kades Pakai Logo Pemprov Jatim, Bakesbangpol: Pelanggaran!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 16 Jul 2023 20:07 WIB
Undangan silaturahmi paguyuban kepala desa Jawa Timur dengan Bacapres Ganjar Pranowo
Undangan silaturahmi paguyuban kepala desa Jawa Timur dengan Bacapres Ganjar Pranowo

selalu.id - Beredar surat undangan silaturahmi Paguyuban Kepala Desa Jawa Timur bersama relawan Ganjar Pranowo menggunakan logo Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Diketahui surat undangan bernomor 003/PKD/Jatim/2023 itu untuk kegiatan silaturahmi dengan Bakal Calon Presiden (Bacapres) dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo di Surabaya.

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Berdasar keterangan dari undangan, silaturahmi dilakukan pada Minggu 16 Juli 2023, mulai pukul 11.00 WIB, di Grand City Convention Hall, Surabaya.
Menanggapi itu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur, Eddy Supriyanto mengatakan bahwa sesuai perda pasal 6, untuk kop surat dengan logo Jerbasuki Mawa Bea, digunakan untuk surat kedinasan pada pemerintahan Pemprov Jatim.

"Pemprov ini terdiri dari banyak ASN, yang semuanya taat pada hukum, netral dan tidak berpolitik. Politik kita politik kebangsaan, pelayanan kepada publik dan mensejahterakan masyarakat (semua lapisan masyarakat),"kata Eddy, saat dihubungi selalu.id, Minggu (16/7/2023).

Eddy pun menegaskan apabila logo tersebut digunakan untuk kampanye politik, tentu merugikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia menyebut undangan Paguyuban Kades Jatim itu melanggar ketentuan.

Baca Juga: DPRD Jatim Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Berikut Catatan Penting untuk Pemprov

"Jadi apabila logo itu dipakai oleh Paguyuban utk berpolitik, maka sangat merugikan Pemprov Jatim,"tegasnya.

Meski begitu, Eddy menjelaskan bahwa Paguyuban Kepala Desa sudah mengakui kesalahan dan meminta maaf. Ia menilai yang dilakukan paguyuban kades se-Jawa Timur terkait undangan tersebut adalah tidak benar.

"Pihak paguyuban sudah merasa bersalah dan akan meminta maaf serta akan klarifikasi kepada media, bahwa apa yang dilakukan itu tidak benar, merugikan pemerintah dan tidak sesuai dengan ketentuan,"ungkapnya.

Baca Juga: DPRD Jatim Desak Pemprov Perhatikan Kesejahteraan Perawat

Sementara, Ketua Asosiasi Kepada Desa Jawa Timur, Manuwar mengklarifikasi bahwa acara undangan tersebut tidak melibatkan Pemprov Jatim. Pihaknya mengaku salah dan keliru memasang logo Jatim.

"Ini murni perkumpulan para Kades yang mengadakan silaturahim pada hari ini.
Tidak ada keterlibatan dari Pemprov Jatim.
Cuma logonya keliru kami pasang. Kami atas nama koordinator paguyuban perkumpulan kepala desa se-Jatim mohon maaf atas kekeliruan menggunakan logo pemprov jatim yang kami pasang dalam undangan tersebut,"ucapnya.(Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.