Sabtu, 06 Jun 2026 18:33 WIB

Penantian 18 Tahun! Akhirnya Lahir Anak Singa di KBS, Bima dan Dona

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 30 Mei 2023 12:57 WIB
Dona dan Bima saat dipamerkan di KBS
Dona dan Bima saat dipamerkan di KBS

Selalu.id - Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) pamerkan dua ekor bayi singa yang baru lahir pada April 2023 lalu diberi nama Bima berjenis laki-laki dan Dona berjenis perempuan.

"Ahamdullilah pada April pertengahan akhir ini kado untuk Idul Fitri. Lahir lah dua anak singa satu jantan dan satu betina dari indukan bernama Seruni dan penjantan Upin," kata Direktur Operasional, Nurika Widiasanti di KBS, Selasa (29/5/2023).

Baca Juga: KBS Bakal Masuk Penataan Besar, Wali Kota Eri Siapkan Satwa Rahasia dari Jepang

Nurika mengungkapkan pihaknya sudah lama merindukan kelahiran raja hutan asal Afrika setelah 18 tahun lamanya. Sebelumnya, kata dia, KBS bekerjasama dengan Jatim Park mendatangkan sepasang ekor singa pada akhir November 2022 lalu. Hal ini menjadi harapan KBS untuk bisa mengembangbiakan satwa liar.

"Dengan sistem pinjaman satwa ke (Jatim Park). Ini kesempatan besar untuk KBS dalam pengembangbiakan satwa liar ini," kata Nurika, saat ditemui Selalu.id, di KBS, Selasa (29/5/2023).

Dengan mengembangbiakan sepasang raja hutan tersebut, pihaknya melakukan perawatan khusus dengan hati-hati, sabar dan telaten.

"Selama 18 tahun, baru ini ada anak singa lagi. Makanya kami sangat berhati hati, kan sayang susah untuk didapatkan," ungkapnya.

Terkait perawatannya, kata dia, pihaknya selalu mengeluarkan di pagi hari diantara pukul 08.00-09.00 WIB untuk dijemur agar terkena matahari.

Baca Juga: Info Rek! Parkir Kebun Binatang Surabaya Bakal Seperti Gerbang Tol Lho..

"Setiap jam 8 dan 9 ini kita keluarkan untuk kita jemur sekaligus kita cek untuk perkembangan Bima dan Dona," jelasnya

Selebihnya, dua ekor bayi singa itu lebih bagus dirawat oleh induknya sendiri. Pihaknya sendiri dari tim perawat satwa hanya melakukan pengawasan atau siaga untuk induknya.

"Bagaimana pun juga satwa seperti manusia. Lebih bagus kalau dirawat oleh induknya, jadi tetap susu murni dari induknya," tuturnya.

Baca Juga: Kebun Binatang Surabaya Membludak saat Libur Lebaran, Ini yang Jadi Favorit Anak-anak

Lebih lanjut Nurika menyampaikan untuk perawatan khusus, misalnya untuk menggendonag atau memindahkan dua ekor bayi singa itu harus memakai perlengkapan khusus, seperti sarung tangan dan di lap kembali.

Hal itu dilakukan agar induknya tidak suka mencium bau manusia. Sebab, dapat menyebabkan induknya tidak menyusui anaknya.

"Kalau itu sudah bau manusia itu gak mau nyusu lagi. Jadi teman-teman tadi gendong nanti balik sudah lap lagi. Supaya gak bau manusia. Susu paling baik dari induknya kan," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sebulan Buron, Tersangka Penembakan di Tretes Akhirnya Dibekuk Polres Pasuruan

Peristiwa bermula saat korban, mendatangi tersangka untuk meminta uang ganti rugi sebesar Rp500 ribu, karena pelayanan yang menecewakan tamu korban.

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bromo KOM XII

Sejak pertama kali digelar pada 2014, Mapolda Jatim tercatat sudah 10 kali menjadi titik start event yang selalu diikuti ribuan cyclist.

Krisis Kepala Sekolah di Sidoarjo Mulai Terurai, Namun Puluhan SD Masih Dipimpin Plt

Masih terdapat 61 SD negeri yang untuk sementara dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses rekrutmen berikutnya.

Info Kepulangan Haji Terkini: 8 Wafat, 3 Masih Dirawat di Arab Saudi

Masih terdapat tiga jamaah yang belum bisa dikembalikan ke Tanah Air karena kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit Arab Saudi.

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.