Rabu, 04 Feb 2026 19:32 WIB

Penantian 18 Tahun! Akhirnya Lahir Anak Singa di KBS, Bima dan Dona

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 30 Mei 2023 12:57 WIB
Dona dan Bima saat dipamerkan di KBS
Dona dan Bima saat dipamerkan di KBS

Selalu.id - Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) pamerkan dua ekor bayi singa yang baru lahir pada April 2023 lalu diberi nama Bima berjenis laki-laki dan Dona berjenis perempuan.

"Ahamdullilah pada April pertengahan akhir ini kado untuk Idul Fitri. Lahir lah dua anak singa satu jantan dan satu betina dari indukan bernama Seruni dan penjantan Upin," kata Direktur Operasional, Nurika Widiasanti di KBS, Selasa (29/5/2023).

Baca Juga: Tiket KBS Berpotensi Naik 2026, Manajemen Ajukan Skema Rp20–25 Ribu

Nurika mengungkapkan pihaknya sudah lama merindukan kelahiran raja hutan asal Afrika setelah 18 tahun lamanya. Sebelumnya, kata dia, KBS bekerjasama dengan Jatim Park mendatangkan sepasang ekor singa pada akhir November 2022 lalu. Hal ini menjadi harapan KBS untuk bisa mengembangbiakan satwa liar.

"Dengan sistem pinjaman satwa ke (Jatim Park). Ini kesempatan besar untuk KBS dalam pengembangbiakan satwa liar ini," kata Nurika, saat ditemui Selalu.id, di KBS, Selasa (29/5/2023).

Dengan mengembangbiakan sepasang raja hutan tersebut, pihaknya melakukan perawatan khusus dengan hati-hati, sabar dan telaten.

"Selama 18 tahun, baru ini ada anak singa lagi. Makanya kami sangat berhati hati, kan sayang susah untuk didapatkan," ungkapnya.

Terkait perawatannya, kata dia, pihaknya selalu mengeluarkan di pagi hari diantara pukul 08.00-09.00 WIB untuk dijemur agar terkena matahari.

Baca Juga: Target 200 Ribu Pengunjung, KBS Siapkan Skema Parkir Darurat

"Setiap jam 8 dan 9 ini kita keluarkan untuk kita jemur sekaligus kita cek untuk perkembangan Bima dan Dona," jelasnya

Selebihnya, dua ekor bayi singa itu lebih bagus dirawat oleh induknya sendiri. Pihaknya sendiri dari tim perawat satwa hanya melakukan pengawasan atau siaga untuk induknya.

"Bagaimana pun juga satwa seperti manusia. Lebih bagus kalau dirawat oleh induknya, jadi tetap susu murni dari induknya," tuturnya.

Baca Juga: KBS Gelar Program Libur Nataru, Tiket Masuk Tetap Rp15 Ribu

Lebih lanjut Nurika menyampaikan untuk perawatan khusus, misalnya untuk menggendonag atau memindahkan dua ekor bayi singa itu harus memakai perlengkapan khusus, seperti sarung tangan dan di lap kembali.

Hal itu dilakukan agar induknya tidak suka mencium bau manusia. Sebab, dapat menyebabkan induknya tidak menyusui anaknya.

"Kalau itu sudah bau manusia itu gak mau nyusu lagi. Jadi teman-teman tadi gendong nanti balik sudah lap lagi. Supaya gak bau manusia. Susu paling baik dari induknya kan," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

OTT KPK Hari Ini: Satu di Banjarmasin, Satunya Bea Cukai Jakarta

Dari kedua kasus tersebut, KPK belum merincikan siapa saja pihak yang diamankan dan detail konstruksi perkara. 

Kantor Bea Cukai Pusat Digeledah KPK, Rangkaian OTT?

Budi menegaskan Bea Cukai berkomitmen untuk bersikap kooperatif dan menghormati proses yang berlangsung.

626 Petugas Haji Surabaya Siap Layani 42 Ribu Jemaah di Jatim

Diklat yang digelar selama 10 hari penuh ini merupakan perubahan signifikan dari pembekalan sebelumnya yang hanya berupa bimbingan teknis (bimtek).

Besok, Gubernur Jatim Khofifah Akan Jadi Saksi di Sidang Kasus Dana Hibah

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, kehadiran Khofifah diperlukan untuk memberikan keterangan terkait pelaksanaan program hibah yang menjadi perkara.

Curi Uang di Pesawat, Dua WNA Asal China Diamankan di Bandara Juanda Surabaya

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, mengonfirmasi bahwa penangkapan ini merupakan hasil koordinasi solid.

TPK Banjarmasin Gencarkan Safety Awareness di Bulan K3 2026, Pertegas Komitmen High Performance Zero Accident

Penguatan Safety Awareness menjadi krusial perusahaan untuk memitigasi risiko kecelakaan kerja dan potensi bahaya yang sewaktu-waktu dapat terjadi.