Minggu, 04 Okt 2026 12:41 WIB

Penantian 18 Tahun! Akhirnya Lahir Anak Singa di KBS, Bima dan Dona

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 30 Mei 2023 12:57 WIB
Dona dan Bima saat dipamerkan di KBS
Dona dan Bima saat dipamerkan di KBS

Selalu.id - Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) pamerkan dua ekor bayi singa yang baru lahir pada April 2023 lalu diberi nama Bima berjenis laki-laki dan Dona berjenis perempuan.

"Ahamdullilah pada April pertengahan akhir ini kado untuk Idul Fitri. Lahir lah dua anak singa satu jantan dan satu betina dari indukan bernama Seruni dan penjantan Upin," kata Direktur Operasional, Nurika Widiasanti di KBS, Selasa (29/5/2023).

Baca Juga: Menanti Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi Rp10 Miliar di Kebun Binatang Surabaya

Nurika mengungkapkan pihaknya sudah lama merindukan kelahiran raja hutan asal Afrika setelah 18 tahun lamanya. Sebelumnya, kata dia, KBS bekerjasama dengan Jatim Park mendatangkan sepasang ekor singa pada akhir November 2022 lalu. Hal ini menjadi harapan KBS untuk bisa mengembangbiakan satwa liar.

"Dengan sistem pinjaman satwa ke (Jatim Park). Ini kesempatan besar untuk KBS dalam pengembangbiakan satwa liar ini," kata Nurika, saat ditemui Selalu.id, di KBS, Selasa (29/5/2023).

Dengan mengembangbiakan sepasang raja hutan tersebut, pihaknya melakukan perawatan khusus dengan hati-hati, sabar dan telaten.

"Selama 18 tahun, baru ini ada anak singa lagi. Makanya kami sangat berhati hati, kan sayang susah untuk didapatkan," ungkapnya.

Terkait perawatannya, kata dia, pihaknya selalu mengeluarkan di pagi hari diantara pukul 08.00-09.00 WIB untuk dijemur agar terkena matahari.

Baca Juga: Buntut Kasus Korupsi, Pemkot Surabaya Buka Seleksi Terbuka Dirut KBS Secara Nasional

"Setiap jam 8 dan 9 ini kita keluarkan untuk kita jemur sekaligus kita cek untuk perkembangan Bima dan Dona," jelasnya

Selebihnya, dua ekor bayi singa itu lebih bagus dirawat oleh induknya sendiri. Pihaknya sendiri dari tim perawat satwa hanya melakukan pengawasan atau siaga untuk induknya.

"Bagaimana pun juga satwa seperti manusia. Lebih bagus kalau dirawat oleh induknya, jadi tetap susu murni dari induknya," tuturnya.

Baca Juga: Tak Cukup Jago Manajemen, Apecsi Minta Bos Baru KBS Punya Jiwa Konservasi

Lebih lanjut Nurika menyampaikan untuk perawatan khusus, misalnya untuk menggendonag atau memindahkan dua ekor bayi singa itu harus memakai perlengkapan khusus, seperti sarung tangan dan di lap kembali.

Hal itu dilakukan agar induknya tidak suka mencium bau manusia. Sebab, dapat menyebabkan induknya tidak menyusui anaknya.

"Kalau itu sudah bau manusia itu gak mau nyusu lagi. Jadi teman-teman tadi gendong nanti balik sudah lap lagi. Supaya gak bau manusia. Susu paling baik dari induknya kan," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kembali Dipercaya Investor, SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026

Penandatanganan LoI dilakukan di sela pelaksanaan EJIF 2026 yang berlangsung di Grand City Convex Surabaya yang digelar selama dua hari mulai 1-2 Oktober 2026.

Pelajar SMK di Pasuruan Dibunuh Paman Sendiri Gegara Kalah Judi Online 

Peristiwa bermula pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, tersangka meminta korban menjemputnya di wilayah Sukorejo.

Wanita Bunuh Pacarnya di Gresik, Anak Lurah asal Surabaya Tewas

IR justru menghubungi call center 110 untuk melaporkan perbuatannya ke polisi. Polisi yang menerima laporan langsung menelusuri lokasi penelepon.

Data Desil Masih Jadi Keluhan Warga Surabaya, Anggota DPRD: Perlu Validitas 

Validitas data Desil sangat penting karena berdampak langsung pada akses warga terhadap program pemerintah.

Profil & Karir Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono

Perwira tinggi kelahiran Bojonegoro, 8 Agustus 1972, ini menggantikan Irjen Pol Nanang Avianto.

Soroti Tambang Ilegal di Jember, Komisi D DPRD Jatim: Penegak Hukum Harus Turun Tangan

Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan di lapangan masih ditemukan ratusan titik aktivitas yang tidak memiliki dasar hukum.