Selasa, 21 Jul 2026 23:57 WIB

Peduli Sesama, Wakapolres Cantik ini Sambangi Dua Nenek Kakak Beradik di Lamongan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Agu 2020 20:38 WIB
Wakapolres Lamongan Kompol Dies Ferra Ningtyas saat mengunjungi dua nenek kakak beradik.
Wakapolres Lamongan Kompol Dies Ferra Ningtyas saat mengunjungi dua nenek kakak beradik.

Surabaya (selalu.id) - Dua nenek kakak beradik di Kedungpring, Lamongan ini tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya ketika mendapat bantuan dari polisi. Selama sakit, kedua nenek itu menggantungkan hidupnya dari bantuan tetangga.

Baca Juga: Polres Tuban Kini Berganti jadi Polresta, Begini Pesan Khusus Kapolda Jatim

Sang kakak bernama Sumiati (81) yang sudah sekitar lima tahun tidak bisa melihat dan tidak bisa berjalan. Selama hidupnya Sumiati belum pernah menikah. Dan semenjak sakit, dia menggantungkan hidupnya dari bantuan tetangga.

Sedangkan sang adik bernama Supinah (71), selama ini sering pusing dan sakit lambung. Meski begitu, dia masih bisa membantu kakaknya dalam menjalankan hidup sehari-hari. Supinah telah ditinggal suaminya meninggal dan anaknya hanya bekerja sebagai kuli bangunan di luar kota.

Kakak beradik ini hidup dalam kemiskinan di rumah masing-masing, tapi bersebelahan di sebuah lahan perkebunan. Rumah keduanya pun hanya terbuat dari bambu dan seng.

Wakapolres mengusap keringat salah satu nenekWakapolres mengusap keringat salah satu nenek

Sumiati dan Supinah menangis haru saat didatangi Wakapolres Lamongan Kompol Dies Ferra Ningtyas dan rombongan. Apalagi ketika Ferra dan rombongan polwan memberikan sejumlah bantuan untuk keduanya.

Ferra mengatakan, dalam rombongannya itu dia juga membawa seorang dokter untuk mengecek kesehatan kedua nenek tersebut. Juga membawa sejumlah bantuan yang khusus diberikan kepada mereka.

"Bantuan sosial ini kami lakukan dalam rangka rangkaian kegiatan HUT Polwan ke-72," ungkap Ferra.

Saat itu, Ferra menyerahkan bantuan berupa kursi roda untuk Sumiati, kasur, bantal dan guling juga badcover. Selain itu Ferra memberikan perlengkapan alat makan, pakaian, selimut hingga paket sembako berisi beras, minyak goreng, mie instan dan telor ayam.

"Kami berikan kursi roda karena melihat Ibu Sumiati tidak pernah keluar rumahnya. Kami berikan kursi roda agar Ibu Sumiati bisa menghirup udara segar," tutur Ferra.

Wakapolres Lamongan memberikan bingkisan untuk dua nenek kakak beradikWakapolres Lamongan memberikan bingkisan untuk dua nenek kakak beradik

Alumni AKPOL Tahun 2005 ini juga memberikan selimut agar Sumiati dan Supinah tidak kedinginan ketika malam datang. Sebab kakak adik itu tinggal di rumah anyaman bambu yang sudah banyak berlubang.

"Melihat keadaan kedua ibu ini, kita harus bersyukur dengan keadaan kita sekarang. Sebab ternyata masih banyak orang yang jauh kurang beruntung dibanding kita," tambahnya.

"Saya sudah dua kali ini mengunjungi mereka. Mungkin apa yang saya berikan tidak banyak membantu mereka. Namun saya berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban mereka," tandas polisi cantik asli Surabaya ini. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.