Jumat, 05 Jun 2026 06:52 WIB

Konsumsi Gas Rumah Tangga dan UMKM Meningkat 15 Persen Saat Ramadan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 30 Mar 2023 21:30 WIB
General Manager Sales & Operation III PGN, Edi Armawiria
General Manager Sales & Operation III PGN, Edi Armawiria

Selalu.id - Salah satu hal yang tidak dipisahkan dari tradisi puasa Ramadan di Indonesia adalah justru kenaikan aktivitas kuliner. Dengan demikian kenaikan aktivitas kuliner itu memicu peningkatan konsumsi bahan bakar gas untuk rumah tangga (RT) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), karena ritme aktifitas memasak masyarakat yang meningkat.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Sales & Operation Region III mencatat, ada peningkatan konsumsi gas sebesar 10 persen hingga 15 persen di sektor RT maupun UMKM, terutama yang bergerak di bidang makanan selama momen Ramadan dan Lebaran ini.

General Manager Sales & Operation III PGN, Edi Armawiria mengatakan, rata-rata konsumsi gas PGN di sektor RT pada hari normal mencapai 12 - 13 m3/bulan per pelanggan atau setara 12 kg tabung gas. Sedangkan konsumsi gas UMKM sekitar 50 m3/bulan per UMKM.

"Pada saat Ramadan sekarang ini sudah mulai ada kenaikan, baik segmen UMKM khususnya bidang makanan dan minuman, serta RT karena umumnya rumah tangga aktif memasak untuk persiapan sahur dan buka," jelasnya dalam Sosialisasi Rencana Kerja Media Komunikasi Publik di Surabaya, Rabu (29/3/2023).

Selain itu, lanjutnya, kenaikan konsumsi gas juga terjadi pada sektor industri terutama berbasis makanan yang umumnya mulai menggenjot produksinya sebelum ada libur Lebaran.

"Semua kegiatan akan meningkat ketika Ramadan, tetapi pada saat H-7 Lebaran biasanya konsumsi gas justru agak menurun karena industri banyak yang libur," imbuhnya.

Edi menambahkan, untuk memastikan suplai gas ke konsumen melalui jaringan PGN terjamin, pihaknya telah menyiapkan program siaga PGN yang telah dimulai sejak awal Ramadan.

"Setiap hari besar keagamaan, maupun momen tahun baru, kami lakukan siaga khusus untuk menjamin penyediaan energi karena gas ini juga digunakan untuk rumah tangga, industri dan transportasi. Siaga dilakukan dengan pengecekan jaringan, perbaikan, dan pemantauan agar tidak ada gangguan dalam suplainya," imbuhnya.

Khusus saat H-7 sampai H+7, akan ditingkatkan lagi karena kebutuhan gas trasportasi dengan kebutuhan BBM transportasi berbalik. "H-7 sudah mulai turun, siaga lebih pada menjaga ketahanan infrastruktur karena konsumsi menurun," pungkasnya.

Baca Juga: PGN Raih ISO 55001, Bukti Ketangguhan Pengelolaan Infrastruktur Gas Bumi

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.