Sabtu, 22 Jun 2024 22:11 WIB

10 Sineas Berhasil Menjuarai Festival Film Dokumenter 'New Normal' Jawa Timur

  • Reporter : Ade Resty
  • | Jumat, 21 Agu 2020 09:58 WIB
Para pemenang Festival Film Dokumenter Jawa Timur saat menerima hadiah

Para pemenang Festival Film Dokumenter Jawa Timur saat menerima hadiah

Surabaya (selalu.id) - Sebuah perhelatan festival film kontekstual yang menggambarkan kondisi saat ini baru saja selesai. Bertajuk Festival Film Dokumenter 'New Normal' Sebuah festival yang mencoba menangkap, mengolah dan mengarsip fenomena sosial tatanan kenormalan baru dalam menghadapi pandemi covid-19.

Dalam waktu kurang dari satu bulan, 23 karya dari para filmmaker seluruh Jawa Timur diikutsertakan dalam festival ini. Hal ini membuktikan tingkat antuasisme yang tinggi di kalangan filmmakers Jawa Timur. 

Pendeknya periode batas penerimaan karya, tidak membuat surut Langkah mereka untuk mengapresiasi perhelatan ini.

Ketua pelaksana festival film, Irfan Akbar Prawiro mengatakan, tingginya antusias para  penggiat film di Jawa Timur diharapkan memberikan warna pada dunia film dokumenter.

Bertempat di Kantor Dewan Kesenian Jawa Timur, Jl Genteng Kali 85 Surabaya, Dalam sambutannya saat malam penganugerahan hari kamis malam 20 Agustus 2020, Ketua Pelaksana, Irfan Akbar Prawiro mengatakan, 

"Kami menyampaikan Terima kasih kepada Kawan-kawan Sineas Jawa Timur yang sudah terlibat, dan Juri yang mengapresiasi juga mengkurasi, serta Semua Presidium dan Pengurus DK Jatim yang mensuport kami. Semoga kedepan ekosistem perfilman di Jawa timur semakin membaik," ujarnya saat memberi sambutan di malam penganugerahan festival film di di Kantor Dewan Kesenian Jawa Timur, Jl Genteng Kali 85 Surabaya, (20/8/2020).

Ketua Persidium, Taufik Hidayat, berpendapat bahwa para sineas di Jawa Timur sangat peka dengan kondisi lingkungan sekitar dengan memfilmkan kehidupan masyarakat saat pandemi Covid-19.

"Ini sesuatu hal yang sangat menarik dan luar biasa, karena Teman-teman Sineas Jawa Timur masih banyak yang susah payah karena pandemi ini, dan Departemen film DK Jatim punya strategi khusus dengan menjembatani melalui festival film dokumenter Jawa Timur 2020," ujarnya.

Hamsyiral Ihsan dari Asosiasi Dokumenteris Nusantara korda Surabaya, yang merupakan salah satu juri menyatakan even semacam ini diperlukan untuk merangsang tumbuhnya para sineas muda di Jawa Timur 

"Perlu diperbanyak festival seperti ini, sehingga kedepannya secara kualitas perkembangannya terlihat dengan jelas. Tentu saja alangkah baiknya ini direspon dan didukung Pemerintah daerah." Sarannya.

Proses kurasi dinilai oleh 3 juri yakni Tonny Trimarsanto (Ketua Asosiasi Dokumenteris Nasional dan pembuat film dokumenter), Yuda Kurniawan (Dokumenteris peraih piala FFI 2018), dan Hamsyirak Ihsan (Ketua Asosiasi Dokumenteris Nasional Korda Surabaya Raya). Hasil penilaian memunculkan 10 film terbaik dan pemenang juara untuk beberapa kategori diantaranya:

1. Film Terbaik I diraih oleh Komunitas Kita Tulungagung dengan judul film Cimplung – Sosial, Ekonomi, Budaya

2. Film Terbaik II diraih oleh komunitas ILLUMI Visual dengan judul film Paradigma

Baca Juga: Dune: Part 2 Bakalan Penuh Kejutan, Ada Anya Taylor Joy hingga Ciuman Timothee dan Zendaya

3. Film Terbaik III diraih oleh komunitas Singiden Project dengan judul Pleidoi Panggung Hiburan

Baca Juga: Film Dirty Vote Kena Shadow Ban, Ada yang Panik?

4. Dokumenteris Terbaik diraih oleh Ryan Herdiansyah dengan judul film Paradigma

5. Editor Terbaik diraih oleh Ardie C. Firsttiant dengan judul film Cimplung – sosial, ekonomi, budaya

Baca Juga: Produser Laskar Pelangi Bakal Bikin Film Soal Surabaya, Tunggu Tanggal Mainnya!

6. Kameramen Terbaik diraih oleh Ardie C Firsttiant dan Endrita Agung dengan judul film Cimplung – ekonomi, sosial, budaya

Tiap kategori berhak mendapatkan hadiah berupa uang tunai, trophy dan sertifikat. Selain itu 10 film terbaik lainnya juga mendapatkan sertifikat. Editor : Redaksi