Selasa, 21 Jul 2026 21:09 WIB

Ini Jawaban Damri Soal Bus Listrik Bekas KTT G20 Berhenti Beroperasi di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 10 Jan 2023 21:24 WIB
Bus listrik bekas KTT G20
Bus listrik bekas KTT G20

selalu.id - Damri Cabang Surabaya angkat biacara terkait berhentinya beroperasi bus listrik. Disebutkan Alasan utamanya adalah karena evaluasi teknologi.

"Karena bus listrik ini kan produk baru dan murni karya anak bangsa sehingga Perlu dilakukan evaluasi terhadap kendaraan itu termasuk teknologinya," kata General Manajer Damri cabang Surabaya, Yulianto, Selasa (10/1/2023). Meski saat ini juga sedang melakukan pembaruan kontrak oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sebab, kontrak telah habis Desember 2022. Sehingga, harus diperbarui setiap satu tahun.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

"Sebetulnya dari perencanaan awal, kontak per satu Satu Januari 2023 itu masih lanjut (beroperasi)," ujarnya.

Kata dia, pengoperasian itu memang masih tidak berlanjut. Dikarenakan, selain tanda tangan perpanjangan kontrak, bus sedang dilakukan evaluasi.

Jadi saat tanda tangan kontrak 2023, berisi hasil evaluasi. Nantinya, evaluasi tersebut adalah soal teknologi pada bus tersebut.

Apalagi, selama 12 hari beroperasi, ada sejumlah masalah, seperti bus mati di tengah jalan.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

"(Problem minor) iya salah satunya karena itu,"

Ia pun menyebut, proses evaluasi itu bekerja sama dengan Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan PT INKA untuk penyempurnaan bus listrik tersebut.

"Evaluasi pola operasional juga teknologi kendaran itu sendiri, harus diupgrade, kita kembalikan ke PT INKA dan kerja sama dengan dikti ITS. Kami kira itu ranahnya institusi itu," ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Penyempurnaan itu, Yulianto menambahkan, Misalnya terkait dengan daya baterei pada bus, sebab bus tersebut untuk daya 100 persen bisa menempuh jarak 160 KM

"Padahal bus tersebut harus beroperasi 260 Km perhari,"pungkasanya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter.