Kamis, 04 Jun 2026 06:03 WIB

Ini Jawaban Damri Soal Bus Listrik Bekas KTT G20 Berhenti Beroperasi di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 10 Jan 2023 21:24 WIB
Bus listrik bekas KTT G20
Bus listrik bekas KTT G20

selalu.id - Damri Cabang Surabaya angkat biacara terkait berhentinya beroperasi bus listrik. Disebutkan Alasan utamanya adalah karena evaluasi teknologi.

"Karena bus listrik ini kan produk baru dan murni karya anak bangsa sehingga Perlu dilakukan evaluasi terhadap kendaraan itu termasuk teknologinya," kata General Manajer Damri cabang Surabaya, Yulianto, Selasa (10/1/2023). Meski saat ini juga sedang melakukan pembaruan kontrak oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sebab, kontrak telah habis Desember 2022. Sehingga, harus diperbarui setiap satu tahun.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Sebetulnya dari perencanaan awal, kontak per satu Satu Januari 2023 itu masih lanjut (beroperasi)," ujarnya.

Kata dia, pengoperasian itu memang masih tidak berlanjut. Dikarenakan, selain tanda tangan perpanjangan kontrak, bus sedang dilakukan evaluasi.

Jadi saat tanda tangan kontrak 2023, berisi hasil evaluasi. Nantinya, evaluasi tersebut adalah soal teknologi pada bus tersebut.

Apalagi, selama 12 hari beroperasi, ada sejumlah masalah, seperti bus mati di tengah jalan.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

"(Problem minor) iya salah satunya karena itu,"

Ia pun menyebut, proses evaluasi itu bekerja sama dengan Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan PT INKA untuk penyempurnaan bus listrik tersebut.

"Evaluasi pola operasional juga teknologi kendaran itu sendiri, harus diupgrade, kita kembalikan ke PT INKA dan kerja sama dengan dikti ITS. Kami kira itu ranahnya institusi itu," ujarnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Penyempurnaan itu, Yulianto menambahkan, Misalnya terkait dengan daya baterei pada bus, sebab bus tersebut untuk daya 100 persen bisa menempuh jarak 160 KM

"Padahal bus tersebut harus beroperasi 260 Km perhari,"pungkasanya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.

Jaring Atlet Jelang Porprov Jatim 2027, Pordasi Sidoarjo Gelar Lomba Berkuda

Federasi berkuda Sidoarjo membuka kesempatan seluas-luasnya bagi atlet muda untuk berpartisipasi tanpa terbebani biaya. Menampilkan bakat hingga jadi atlet.