Rabu, 16 Sep 2026 20:46 WIB

Persakmi dan IKA Unair Apresiasi Kinerja Risma Soal Protokol Pencegahan Covid-19

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 08 Jul 2020 11:27 WIB
Wali Kota Risma saat di Balai Kota Surabaya
Wali Kota Risma saat di Balai Kota Surabaya

Surabaya (selalu.id) - Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) dan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga mengapresiasi berbagai langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang semakin gencar melakukan kampanye protokol cegah covid-19 secara lebih intensif, utamanya di pasar tradisional dan tempat makan.

Baca Juga: Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Protes Sejumlah Pengembang Besar

"Pemkot Surabaya semakin gencar melakukan kampanye protokol pencegahan Covid-19. Bahkan, langkah tersebut langsung dipimpin Wali Kota Tri Rismaharini. Operasi gabungan rutin tiap hari digelar menyasar berbagai tempat, terutama yang menjadi sasaran berkumpulnya warga. Kampanye protokol pencegahan itu merupakan langkah yang tepat," kata Estiningtyas Nugraheni, SKM. MARS Pengurus Pusat (PP) Persakmi (Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia), dalam rilisnya, Rabu (8/7/2020).

Esti menambahkan, bahwa protokol pencegahan juga sangat berperan untuk mengendalikan jumlah kontak terhadap virus. Pengendalian terhadap jumlah kontak dapat dilakukan dengan beberapa upaya. Salah satu upaya terpenting adalah kepatuhan dan kedisplinan dalam menjalani protokol cegah covid-19. 

"Protokol cegah covid yang direkomendasikan WHO dan Gugus Tugas adalah pemakaian masker dengan benar, rajin cuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak minimal 1,5 – 2 meter. Sehingga kampanye protokol cegah covid yang dilakukan Pemkot Surabaya tentu menjadi bagian penting dalam mengendalikan jumlah kontak virus," papar perempuan yang juga Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga ini.

*Aspek Tes, Tracing, Treatment, dan Isolasi*

Dalam penanganan dan pengendalian covid-19, lanjut Esti, dikenal dengan Rt (bilangan reproduksi). Penanganan covid-19 dianggap berhasil jika bilangan reproduksi kurang dari 1. Prinsip bagaimana agar bilangan reproduksi menjadi di bawah angka 1, adalah dengan mengendalikan 3 aspek penting yaitu laju infeksi, periode infeksi, dan jumlah kontak terhadap virus. Laju infeksi lebih pada karakteristik virus, yang sulit dimanipulasi. Sementara periode infeksi dapat dikendalikan dengan prinsip dasar 3T dan I, yaitu  testing yang agresif,  pelaksanaan tracing yang masif, perawatan yang adekuat (treatment) dan isolasi.

"Semakin Pemkot Surabaya dapat melakukan 3T dan I, maka dapat mengendalikan periode infeksi dengan baik. Perawatan yang adekuat salah satunya adalah pentingnya perhatian Pemkot Surabaya terhadap tenaga kesehatan, antara lain ketersediaan alat pelindung diri (APD), kecukupan tenaga dan ketersediaan sarana," jelasnya.

"Bila kita memahami pattern prinsip dasar bilangan reproduksi, maka kita dapat dengan jelas menyikapi situasi covid yang cukup tinggi di Surabaya. Jika kasus konfirmasi yang meningkat mayoritas didapatkan dari pasien ODP atau PDP, maka konsep dasar test dan tracing berjalan baik," ungkap Esti.

Untuk itu, menurutnya langkah yang perlu diperkuat oleh Pemkot Kota Suarabaya saat ini adalah bergerak secara serentak, yaitu pengendalian periode infeksi dengan tetap menjaga momentum pelaksanaan 3T+I. Sisi lain pelaksanaan kepatuhan terhadap protokol cegah covid sebagai wujud pengendalian jumlah kontak harus terus didorong. Strategi dan langkah apa yang dipilih, tentunya pihak Pemkot Surabaya lebih memahami tentang konteks kelebihan dan kekurangannya, termasuk bagaimana kearifan lokal warga Surabaya.

"Saya rasa Pemkot Surabaya lebih paham karateristik warganya. Sehingga bisa mutuskan strategi apa yang dipakai," imbuh Esti. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Kondisi ini dimanfaatkan DPRD Kota Surabaya untuk mengawal peluang penambahan lima kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.

Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Langkah ini diambil guna memastikan kesetaraan akses air bersih di Kota Surabaya.

Keselamatan Terancam, Warga Karangbong Sidoarjo Tolak Rencana Kenaikan Kelas Jalan Surowongso

Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, Anang Siswanto menegaskan pihak legislatif wajib melihat kondisi objektif sebelum menentukan sikap penyesuaian kelas jalan.

Tagihan Retribusi Sampah Perumahan Elit Surabaya Capai Puluhan Juta, Ini Penjelasan DLH

Temuan itu mendorong DPRD Surabaya mempertanyakan pola pembebanan iuran yang ditagihkan pengembang kepada para penghuni di kawasan perumahan elit tersebut.