Selasa, 21 Jul 2026 20:24 WIB

Jawab Tantangan Dunia Kesehatan Masa Depan, Unusa Gelar Stadium Generale

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 15 Okt 2022 17:28 WIB
Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis), M Nuh.
Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis), M Nuh.

selalu.id - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menggelar stadium Generale dengan mengambil tema menghadapi tantangan dan peluang pelayanan kesehatan masa depan dengan pemateri Prof. Dr. Ir. K.H. Mohammad Nuh, DEA yang merupakan ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis).

Dalam sambutannya Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie menjelaskan, masyarakat saat ini sudah banyak yang memperoleh pendidikan sehingga membuat tingkat pendidikan masyarakat Indonesia akan semakin meningkat kearah yang baik. Hal ini dibarengi dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Sehingga hal ini yang membuat tuntutan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat harus lebih baik," ungkapnya.

Kedepannya masyarakat tidak merasa puas jika melakukan perawatan di rumah sakit seperti saat ini. Namun masyarakat akan merasa puas dan nyaman jika menjalani perawatan di rumah.

"Dengan fasilitas kesehatan sama persis seperti yang diterima di rumah sakit," ucap Jazidie.

Sehingga Jazidie berharap wajah kesehatan yangbada di Indonesia akan semakin baik. Mulai dari dokter, perawat hingga pelayanan rumah sakit akan semakin baik.

"Kemajuan dunia kesehatan kita akan berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi seperti saat ini," ungkapnya.

Dalam materinya, Nuh menjelaskan pergeseran dalam dunia kesehatan semakin terlihat. Dimana peran teknologi yang pesat membuat pergeseran ini semakin terlihat.

"Dimana dahulu kita kalau mau mendaftar ke rumah sakit harus ke rumah sakit dengan waktu yang lama, tapi sekarang hanya dengan Handphone akan semakin mudah pasien tidak harus ke rumah sakit cukup daftar online semuanya bisa teratasi," ungkapnya.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Mantan mentri pendidikan dan kebudayan periode 22 Oktober 2009 hingga 20 Oktober 2014 ini menjelaskan pergeseran tersebut dimana masyarakat saat ini tidak ingin ribet dalam pelayanan kesehatan.

"Jadi kedepannya telemedicine akan dipilih masyarakat untuk konsultasi kesehatan tanpa harus datang ke rumah sakit," ungkap Nuh.

Nuh mengingatkan, untuk mahasiswa Kedokteran serta profesi atau perawat untuk tidak hanya menguasai ilmu yang ditekuni.

"Tapi juga mulai melek teknologi untuk bisa menghadapi kemajuan dalam dunia kesehatan," terangnya.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Dengan kondisi ini, Nuh menyebut jika kemajuan ini menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa.

"Sehingga yang harus dikuasi bukan ilmu yang digeluti saat ini tapi juga harus bisa menguasai komunikasi yang baik bagi pasien agar pasien lebih tenang saat berkonsultasi tentang kesehatan," ucap pria asli Surabaya ini.

Pria kelahiran 17 Juni 1959 berharap mahasiswa Unusa kedepannya bisa menjawab tantangan kemajuan dalam dunia kesehatan dengan baik.

"Selain itu mahasiswa Unusa bisa menjadi duta healthy style bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya," terang Nuh. (CIN/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban.