Kamis, 04 Jun 2026 07:16 WIB

Jawab Tantangan Dunia Kesehatan Masa Depan, Unusa Gelar Stadium Generale

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 15 Okt 2022 17:28 WIB
Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis), M Nuh.
Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis), M Nuh.

selalu.id - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menggelar stadium Generale dengan mengambil tema menghadapi tantangan dan peluang pelayanan kesehatan masa depan dengan pemateri Prof. Dr. Ir. K.H. Mohammad Nuh, DEA yang merupakan ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis).

Dalam sambutannya Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie menjelaskan, masyarakat saat ini sudah banyak yang memperoleh pendidikan sehingga membuat tingkat pendidikan masyarakat Indonesia akan semakin meningkat kearah yang baik. Hal ini dibarengi dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Sehingga hal ini yang membuat tuntutan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat harus lebih baik," ungkapnya.

Kedepannya masyarakat tidak merasa puas jika melakukan perawatan di rumah sakit seperti saat ini. Namun masyarakat akan merasa puas dan nyaman jika menjalani perawatan di rumah.

"Dengan fasilitas kesehatan sama persis seperti yang diterima di rumah sakit," ucap Jazidie.

Sehingga Jazidie berharap wajah kesehatan yangbada di Indonesia akan semakin baik. Mulai dari dokter, perawat hingga pelayanan rumah sakit akan semakin baik.

"Kemajuan dunia kesehatan kita akan berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi seperti saat ini," ungkapnya.

Dalam materinya, Nuh menjelaskan pergeseran dalam dunia kesehatan semakin terlihat. Dimana peran teknologi yang pesat membuat pergeseran ini semakin terlihat.

"Dimana dahulu kita kalau mau mendaftar ke rumah sakit harus ke rumah sakit dengan waktu yang lama, tapi sekarang hanya dengan Handphone akan semakin mudah pasien tidak harus ke rumah sakit cukup daftar online semuanya bisa teratasi," ungkapnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Mantan mentri pendidikan dan kebudayan periode 22 Oktober 2009 hingga 20 Oktober 2014 ini menjelaskan pergeseran tersebut dimana masyarakat saat ini tidak ingin ribet dalam pelayanan kesehatan.

"Jadi kedepannya telemedicine akan dipilih masyarakat untuk konsultasi kesehatan tanpa harus datang ke rumah sakit," ungkap Nuh.

Nuh mengingatkan, untuk mahasiswa Kedokteran serta profesi atau perawat untuk tidak hanya menguasai ilmu yang ditekuni.

"Tapi juga mulai melek teknologi untuk bisa menghadapi kemajuan dalam dunia kesehatan," terangnya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Dengan kondisi ini, Nuh menyebut jika kemajuan ini menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa.

"Sehingga yang harus dikuasi bukan ilmu yang digeluti saat ini tapi juga harus bisa menguasai komunikasi yang baik bagi pasien agar pasien lebih tenang saat berkonsultasi tentang kesehatan," ucap pria asli Surabaya ini.

Pria kelahiran 17 Juni 1959 berharap mahasiswa Unusa kedepannya bisa menjawab tantangan kemajuan dalam dunia kesehatan dengan baik.

"Selain itu mahasiswa Unusa bisa menjadi duta healthy style bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya," terang Nuh. (CIN/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.