Kamis, 04 Jun 2026 08:13 WIB

Ada Penyesuaian Harga Tiket Bus di Terminal Bungurasih Dampak Kenaikan BBM

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 06 Sep 2022 09:18 WIB
Suasana di Terminal Purabaya Surabaya
Suasana di Terminal Purabaya Surabaya

selalu.id - Perusahaan Otobus (PO) di Jawa Timur mulai melakukan penyesuaian tarif tiket bus. Hal itu dampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Salah satu PO telah menyesuaikan harga yakni PO Bagong yang sudah menaikan tiket bus ekonomi.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Kalau tiket ekonomi jurusan Surabaya-Kertosono sudah mengalami kenaikan. Yang biasanya Rp 15.000 kini menjadi Rp 20.000," kata Pengawas PO Bagong di Terminal Purabaya, Hari Susilo, Selasa (6/9/2022).

Hari mengatakan, pihaknya masih menunggu kenaikan tarif dari pusat untuk tiket bus yang non ekonomi atau jalur patas.

"Belum ada penurunan penumpang yang siginifikan. Soalnya kan baru diterapkan selama dua hari jadi masih labil," ujarnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Staff Administrasi Terminal Tipe A Purabaya, Cipto Widyanto mengatakan, saat ini pihaknya juga belum mendapatkan informasi tentang skema dan besaran harga tiket yang ditetapkan pascakenaikan BBM.

"Kalau di Terminal Purabaya tetap mengacu pada tarif yang lama. Akan tetapi memang dari beberapa PO sudah menyesuaikan tarif lebih awal daripada menurunkan pelayanan," kata Cipto, saat ditemui selalu.id, Selasa (6/9/2022).

Apabila memang terpaksa dilakukan penyesuaian tarif lebih awal, Cipto berharap disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

"Organda sudah menyampaikan kalaupun terpaksa melakukan penyesuaian lebih awal. Harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan," katanya.

Cipto menambahkan, Jika kedepan, ada PO bus melakukan pelanggaran dengan menaikkan tarif yang berlebihan bakal ditindak tegas.

"Kalau bus Antar Kota Antar Provisi (AKAP) nanti yang memberi teguran dari Kemenhub kalau Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dari pihak provinsi," tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.