Sabtu, 26 Sep 2026 10:13 WIB

Wakil Ketua KPK Ajak Mahasiswa Baru Unusa Tularkan Semangat Anti Korupsi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 05 Sep 2022 16:27 WIB
Wakil Ketua KPK RI Periode 2007-2011, Haryono Umar saat mengisi materi di Unusa
Wakil Ketua KPK RI Periode 2007-2011, Haryono Umar saat mengisi materi di Unusa

selalu.id - Wakil Ketua KPK RI Periode 2007-2011, Haryono Umar mengajak 1520 mahasiswa baru (Maba) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) tahun akademik 2022-2023 untuk belajar dan memahami konsep anti Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Haryono Umar menjelaskan bahwa korupsi dipandang sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) yang memerlukan upaya luar biasa pula untuk memberantasnya. Upaya pemberantasan korupsi terdiri dari dua bagian besar, yaitu penindakan dan pencegahan. Hal tersebut tidak akan pernah berhasil optimal jika hanya dilakukan oleh pemerintah saja tanpa melibatkan peran serta masyarakat.

Baca Juga: ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

"Mahasiswa sebagai salah satu bagian penting dari masyarakat yang merupakan pewaris masa depan. Mahasiswa diharapkan dapat terlibat aktif dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia," ungkapnya dihadapan mahasiswa baru Unusa dalam rangka acara Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2022 di auditorium lantai 9 Tower Unusa Kampus B Jemursari, Senin (5/9/2022).

Pria yang juga pernah menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kemendikbud tahun 2012-2015 ini menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam upaya pemberantasan korupsi tentu tidak pada penindakan yang merupakan kewenangan institusi penegak hukum. Peran aktif mahasiswa diharapkan lebih difokuskan pada upaya pencegahan korupsi dengan ikut membangun budaya antikorupsi di masyarakat.

"Mahasiswa diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan dan motor penggerak gerakan antikorupsi di masyarakat. Untuk dapat berperan aktif, mahasiswa perlu dibekali dengan pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk korupsi dan pemberantasannya. Yang tidak kalah penting, untuk dapat berperan aktif mahasiswa harus dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.

Haryono Umar mengungkapkan bahwa melalui pendidikan anti korupsi maka generasi penerus bangsa akan lebih awal memahami masalah korupsi dan tidak melakukan kegiatan ini, seperti apa yang dilakukan oknum-oknum sebelumnya. Pendidikan anti korupsi tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan saja, tetapi juga merubah pola pikir paradigma serta tingkah laku mahasiswa untuk menerapkan prinsip hidup yang baik.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

"Efek dari penanaman nilai-nilai anti korupsi akan terasa dalam waktu yang lama, prosesnya tidak instan, ia akan terasa ketika anak-anak yang mendapatkan pendidikan ini sudah besar dan mengambil peran sosial serta berada pada institusi sosial tertentu untuk secara bersama meruntuhkan sistem budaya korupsi," ungkap pria kelahiran 8 September 1960 ini.

Senada dengan Haryono Umar, Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad jazidie, M.Eng., mengungkapkan bahwa upaya pencegahan budaya korupsi di masyarakat terlebih dahulu dapat dilakukan dengan mencegah berkembangnya mental korupsi pada anak bangsa Indonesia melalui pendidikan.

Memberantas korupsi juga tak lepas dari gerakan preventif, yaitu mencegah timbulnya mental korupsi pada generasi anak bangsa. Mengingat upaya pencegahan tersebut tidak hanya dapat dilakukan pada satu generasi saja, melainkan dua atau tiga generasi selanjutnya.

Baca Juga: Muncul Asap Putih di Mal PTC Surabaya, Pengunjung Heboh

"Pendidikan Anti Korupsi bagi mahasiswa bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk korupsi dan pemberantasannya serta menanamkan nilai-nilai anti korupsi," ujarnya.

"Tujuan jangka panjangnya adalah menumbuhkan budaya anti korupsi di kalangan mahasiswa dan mendorong mahasiswa untuk dapat berperan serta aktif dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia," pungkasanya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di 73 Tahun

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan kabar duka tersebut.

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.

Ketika Energi Bersih Menentukan Masa Depan Industri Indonesia

Dalam pidato pembukaan General Debate pada 22 September, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyebut dunia sedang menghadapi empat tests of power.