Jumat, 23 Okt 2026 21:04 WIB

Bantu Penanganan Covid-19 di Surabaya, GM FKPPI Jatim: Terima Kasih BIN

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 17 Jun 2020 16:17 WIB

Surabaya (selalu.id) – Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan dan Putra-putri TNI/Polri (GM FKPPI) Jatim mengucapkan terima kasih kepada BIN Badan Intelijen Negara (BIN), karena telah membantu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Pemkot Surabaya memutus penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kota Pahlawan.

Berdasarkan data yang diterima GM FKPPI Jatim, sejak akhir Mei 2020 hingga hari ini, Kamis (17/6/2020), BIN dan Pemkot Surabaya telah melakukan rapid test massal kepada 28 ribu lebih warga Kota Surabaya. Dari jumlah itu, sebanyak 3.500 orang atau sekitar 12,5 persen dinyatakan reaktif. Kemudian yang reaktif dilanjutkan tes swab PCR ada sekitar 1.300-an yang positif Covid-19 atau sebesar 4,6 persen. Dengan adanya data tersebut langkah 3T-1I yakni test, tracing, treatment dan isolation bisa dilakukan dengan sistematis.

Baca Juga: Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

“GM FKPPI Jatim mengucapkan terima kasih kepada BIN dan Pemkot Surabaya yang sudah menyelenggarakan test massal secara gratis ini. Langkah yang dilakukan BIN ini bisa memutus dan melokalisir penyebaran Covid-19,” ujar Sekretaris GM FKPPI Jatim Didik Prasetiyono, saat melihat langsung Mobile Lab BIN Rapid Test Massal di halaman Kantor Kecamatan Mulyorejo.

Menurut Didik, dengan melakukan rapid test secara massal bisa mengidentifikasi, melokalisir dan melihat indikasi penyebaran. Oleh karena itu, GM FKPPI Jatim berharap rapid test massal ini angka positif Covid-19 di Kota Surabaya akan semakin menurun.

Baca Juga: Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Mantan Komisioner KPU Jatim ini juga berharap, upaya mencegahan penularan Covid-19 tidak hanya dilakukan BIN dan Pemkot Surabaya, tapi juga harus diikuti secara aktif oleh para pemuda. Sebab selama ini keikutsertaan pemuda untuk mencegah penyebaran Covid-19 masih belum terlihat nyata. Hal itu dapat dilihat masih banyaknya pemuda yang bergerombol di tempat publik.

“Ada empat hal yang sangat penting yang harus dilakukan masyarakat sebelum anti virus dan obat Covid-19 ditemukan. Yakni selalu memakai masker, sering cuci tangan, jaga jarak yang cukup dan mengkonsumsi vitamin secara rutin,” tuturnya.

Baca Juga: Operasi Patuh Semeru 2026 Dua Pekan Kedepan, ETLE Tetap Berjalan Tilang Manual Berlaku Awal November

Untuk itu, lanjut Didik, GM FKPPI Jatim ingin pemuda menjadi role model bagi lingkungan sekitar untuk terus menggalakkan empat hal tersebut. “Kami harap protokol kesehatan dilakukan dengan ketat oleh para pemuda untuk melindungi secara khusus anggota keluarga dan lingkungan yang menderita komorbid atau penyakit penyerta, yang masuk dalam kategori resiko tinggi” katanya.

Dalam kesempatan itu Didik Prasetiyono didampingi Wakil Ketua GM FKKPI Jatim M Taufik memberikan bantuan sebanyak 1.000 masker. Bantuan ini diterima perwakilan dari BIN disela melihat rapid tes massal di Kecamatan Mulyosari.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Mahasiswa yang Bawa Brass Knuckle saat Demo di Surabaya Ditetapkan Tersangka

Saat ini, polisi masih mendalami tujuh orang yang diperiksa intensif. Sementara tiga lainnya sudah dipulangkan.

Gandeng PMI dan Unair, Yayasan Amway Peduli Edukasi Pentingnya Gut Health

Menjaga kondisi tubuh membutuhkan pendekatan menyeluruh melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.

Parah! Gerobak Sampah Dicuri di Surabaya, Pelaku Terekam CCTV

Kehilangan sarana itu sempat mengancam kelancaran pengangkutan sampah dari rumah warga ke Tempat Penampungan Sementara.

Ngaku Imam Mahdi, Pria di Bangkalan Tipu Korban Miliaran Modus Jual Tiket Surga dan Top Up Umur

Hingga saat ini sudah ada empat orang korban yang melapor ke polisi.