Jumat, 05 Jun 2026 04:09 WIB

Doktor ITS Ciptakan Sistem Diagnosis Stroke Otomatis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 06 Agu 2022 08:20 WIB
Dr Andi Kurniawan Nugroho saat menerangk sistem diagnosis stroke secara otomatis berbasis pengolahan citra.
Dr Andi Kurniawan Nugroho saat menerangk sistem diagnosis stroke secara otomatis berbasis pengolahan citra.

selalu.id - Metode penanganan stroke yang berkembang saat ini, seperti CT Scan dan Magnetic Resonance Imaging (MRI), membutuhkan waktu diagnosis yang cukup panjang dan hasil interpretasi tergantung pada subjektif penilaian ahli radiologi.

Menghadapi tantangan tersebut, salah satu doktor dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Andi Kurniawan Nugroho menginovasikan sistem diagnosis stroke secara otomatis berbasis pengolahan citra, sehingga proses lebih cepat dengan hasil yang akurat.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Stroke merupakan penyakit dengan tingkat mortalitas dan morbiditas yang tinggi, sehingga diperlukan penanganan serius bagi penderitanya. Penanganan pasien stroke ini sangat bergantung pada hasil diagnosis oleh dokter terkait, semakin cepat dan akurat hasil diagnosis maka akan semakin baik pula penanganan yang dapat diberikan kepada penderita.

"Dengan diagnosis yang tepat maka penanganan akan lebih cepat, terapi dan dosis lebih tepat, serta biaya pengobatan yang lebih kecil," terang Andi.

Secara garis besar, lanjut Andi, stroke diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke berjenis iskemik merupakan jenis stroke yang disebabkan karena adanya penyumbatan pada otak. Penyumbatan ini mampu menimbulkan pecahnya salah satu arteri dalam otak, sehingga menyebabkan pendarahan dan berujung pada stroke berjenis hemoragik.

"Jenis stroke yang berbeda ini membutuhkan penanganan yang berbeda," jelas lelaki kelahiran Batam ini.

Dalam disertasinya yang bertajuk Klasifikasi Stroke Otak Pada Citra Diffusion Weighted Magnetic Resonance Imaging (DW-MRI) Menggunakan Convolutional Neural Network (CNN), Andi mampu menciptakan desain sistem yang mampu mengklasifikasikan jenis stroke dengan akurasi mencapai 97 persen.

"Berbasis pengolahan citra, sistem ini mampu membedakan jenis stroke iskemik dan stroke hemoragik dengan durasi yang lebih singkat," ujar doktor ITS yang telah menyelesaikan Sidang Tertutup Promosi Doktor Program Studi S3 Departemen Teknik Elektro ITS pada 2 Agustus lalu ini.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Tak hanya itu, Andi pun menambahkan, sistem ini juga mampu mengklasifikasikan tingkatan stroke iskemik menjadi tiga tingkatan, yaitu tahap akut, subakut, dan kronik.

"Tingkatan ini sangat berpengaruh pada pemberian dosis obat kepada pasien nantinya," ungkapnya.

Lebih lanjut, disertasi yang mendapat bimbingan langsung dari mantan Menteri Kesehatan RI Letjen TNI (Purn) Prof Dr dr Terawan Agus Putranto Sp Rad(K)I ini, didukung pula oleh data yang valid.

Seluruh data penelitian merupakan data primer yang didapatkan langsung dari salah satu rumah sakit di Indonesia yang menangani pasien penderita stroke.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Seluruh data yang diperoleh telah mendapat persetujuan dari komite etik dan identitas pasien dirahasiakan," tuturnya.

Terakhir, lelaki yang saat ini berprofesi sebagai dosen Departemen Teknik Elektro Universitas Semarang (USM) ini berharap, sistem pemodelan tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut dan diimplementasikan di dunia Kesehatan nantinya.

"Harapannya, penelitian ini mampu bermanfaat bagi masyarakat luas dan mampu berkontribusi dalam peningkatkan kualitas pengobatan di Indonesia," tuntasnya penuh harap. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.