Selasa, 20 Okt 2026 01:39 WIB

Wali Kota Risma Enggan Perpanjang PSBB, Tokoh-tokoh Kampung di Surabaya: Sepakat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 08 Jun 2020 13:03 WIB

Surabaya (selalu.id) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melalui perwakilan Pemkot Surabaya telah mengusulkan ke Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa agar tak ada lagi perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Jilid IV di Surabaya. Hal itu pun didukung oleh para tokoh kampung di Kota Pahlawan.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Mulyorejo, Surabaya, Hariyanto, mendukung penuh usulan kebijakan Risma tersebut. Pemkot Surabaya telah melakukan tindakan tepat dan terukur dengan menggerakkan rapid test masal di berbagai penjuru Surabaya. Hal itu bagian dari mitigasi penanganan dan pencegahan Covid-19.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

"Dari sisi kesehatan sudah betul, dan ke depan protokol kesehatan harus terus diperketat seperti kata Bu Risma. Maka kami support Bu Risma agar tidak memperpanjang PSBB di Surabaya," ujar Hariyanto, Senin (8/6/2020).

Dia menambahkan, selama PSBB, roda ekonomi rakyat kecil tidak berputar dengan baik. "Jika PSBB tidak diperpanjang, ekonomi bisa kembali bergerak. Sejalan dengan itu, kita perketat protokol dan pengawasan berbasis kampung, seperti yang sudah dilakukan Pemkot Surabaya dan kepolisian dengan gerakan Kampung Tangguh Wani Suroboyo," jelas Hariyanto.

Ketua RW 08 Kampung Maspati Sabar Suwastono mengatakan, memang akan jauh lebih baik memaksimalkan peran RT/RW guna menguatkan 'Kampung Tangguh Wani' yang diinisiasi kepolisian dan Pemkot Surabaya sebagai bagian dari pemberdayaan kampung guna pencegahan penyebaran Covid-19.

Menurut dia, penguatan kampung bisa menjadi solusi untuk menekan penyebaran Covid-19. Karena RT/RW yang menjadi pemerintahan terkecil harus lebih dilibatkan dalam penanganan pandemi virus corona.

"Kampung Tangguh Wani itu adalah solusinya, sehingga melibatkan RT dan RW untuk menekan itu," tambah pria yang juga menjabat Ketua Komunitas Kampung Nusantara tersebut.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

"Pelibatan RT/RW penting. Yang tahu itu RT/RW, warga nurut (ke RT/RW), bukan gubernur," ujarnya.

Sabar juga menyarakan, pemerintah perlu menguatkan ekonomi pangan di perkampungan karena sejak PSBB diberlakukan kondisi perekonomian warga perkampungan menjadi serba sulit. "Kita capek, banyak yang stress," ujarnya.

Terpisah, Ketua RT 02 RW 03 Ketintang Andry Herdianto mengatakan, jika PSBB dilanjutkan, maka ekonomi warga akan susah bangkit kembali.

Menurut Andry, PSBB tak perlu diperpanjang, namun untuk mencegah penyebaran Covid-19 di wilayahnya, RT/RW perlu lebih meningkatkan protokol kesehatan di kampungnya.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Ketua LPMK Kelurahan Penjaringansari, Erwin Tjahyuadi, menambahkan, sinyal dari Walikota Risma untuk tidak ingin memperpanjang PSBB adalah langkah yang tepat. "Itu bagus, Bu Risma patut kita apreasiasi," ujarnya.

Dia mengatakan, dampak PSBB telah memukul ekonomi rakyat kecil. Padahal, dengan protokol kesehatan yang ketat, sebenarnya ekonomi tetap bisa digerakkan.

"Contohlah Taiwan pemerintah setempat memberikan arahan tentang new normal life. Menggunakan masker, pysical dan sosial distancing, cuci tangan, ini yang dijalankan. Alhasil perekonomian tumbuh. Di Surabaya kan sudah ada Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo, itu kita maksimalkan," ujarnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.