Senin, 19 Okt 2026 21:25 WIB

Persatuan Driver Ojek Online Jatim Sepakat Tolak PSBB Jilid IV di Surabaya Raya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 08 Jun 2020 12:19 WIB

Surabaya (selalu.id) - Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur berharap agar pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak dilanjutkan hingga Jilid IV di Surabaya Raya.

Para driver berharap bisa mengangkut penumpang lagi, mengingat penghasilan menurun setelah diberlakukannya aturan dilarang mengangkut penumpang.

Baca Juga: DPRD Jatim Sahkan Perda Hak Disabilitas, Perkuat Perlindungan dan Kesetaraan Hukum

"Ini harapan dan aspirasi dari rekan-rekan Ojol (ojek online) yang bernaung dibawah PDOI Jawa Timur maupun yang tidak. Agar nantinya Ojol bisa mengangkut penumpang lagi pasca masa pemberlakuan PSBB Jilid 3 berakhir pada hari ini (8/6) di Surabaya Raya (Surabaya, Gresik dan Sidoarjo)," kata Daniel Lukas Rorong, Humas "Perhimpunan Driver Online Indonesia" (PDOI) Jawa Timur, Senin (8/6/2020).

Daniel mengaku, selama pemberlakuan PSBB di Surabaya Raya sampai 3 jilid, pendapatan yang diperoleh rekan-rekan ojol menurun drastis antara 50 persen hingga 70 persen.

"Karena memang permintaan paling besar itu dari angkutan orang," ungkap Daniel.

Daniel juga berpesan pada rekan-rekan ojol, misalkan nantinya ojol di Surabaya Raya boleh mengangkut penumpang lagi seperti yang berlaku di Jakarta saat ini, agar tetap mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

Baca Juga: RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Mulai dari kelengkapan atribut hingga meminimalisasi kontak dengan penumpang.

Sementara itu, penumpang diminta untuk membawa helm sendiri untuk menekan potensi penyebaran Covid-19.

"Jadi, antara ojol dan penumpang bisa sama-sama mematuhi protokol kesehatan dan mengutamakan keselamatan masing-masing," pesannya.

Baca Juga: Kekeringan di Jatim Makin Parah, Fraksi PKS Sentil Pemprov: Jangan Cuma Sibuk Bagi-bagi Air!

PDOI Jawa Timur berharap wilayah Surabaya Raya (Surabaya, Gresik dan Sidoarjo) dapat diaktifkan kembali fitur layanan penumpang oleh aplikator seperti halnya yang akan diterapkan di Jakarta, pada waktu tidak terlalu lama lagi.

Agar rekan-rekan pengemudi ojol dapat membawa penumpang kembali, dan tidak hanya melayani jasa pengiriman barang serta pemesanan makanan serta minuman saja.

"Kami berharap, agar aspirasi dari rekan-rekan ojol ini bisa didengar dan dikabulkan oleh Bu Khofifah selaku Gubernur Jawa Timur serta Bu Risma selaku Walikota Surabaya. Sehingga tidak ada lagi PSBB Jilid 4. Sudah cukup sampai 3 jilid saja," harap Daniel.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.