Kamis, 23 Jul 2026 01:10 WIB

Setuju dengan Wali Kota Risma Tolak PSBB Jilid IV, DPRD: Optimalkan Kampung Wani Jogo Suroboyo

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 08 Jun 2020 11:12 WIB

Surabaya (selalu.id) - Banyak kalangan mendukung langkah Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang enggan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga jilid IV di Kota Pahlawan.

"Saya tidak sepakat PSBB diperpanjang. Saya lebih sepakat diberlakukan PSBK. Yakni Pembatasan Sosial Berskala Kecil. PSBB seperti dipaksakan," kata anggota Komisi C DPRD Surabaya, William Wirakusumah, Senin (8/6/2020).

Baca Juga: Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pelaksanaan PSBB, lanjut William, jangkauannya terlalu luas. Padahal yang terpapar virus Covid-19 masih berada di lingkup lingkungan kecil. Seharusnya, yang dilokalisasi adalah lingkungan yang ada virus corona, saja bukan semua wilayah seperti konsep PSBB. Sehingga akan bisa lebih fokus.

"Pelaksanaan PSBB tidak bisa fokus. Berbeda dengan PSBK yang lebih fokus pada lingkungan yang terpapar virus corona. Tentunya tanpa mengabaikan lingkungan yang masih belum terpapar virus corona," ujar Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Kota Surabaya ini.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Agar pelaksanaan PSBK ini bisa berjalan maksimal, jelas William, bisa memaksimalkan peran 'Kampung Wani Jogo Suroboyo' yang telah dibentuk Pemkot Surabaya. Saat ini 'Kampung Wani Jogo Suroboyo' telah terbentuk di tingkat RW diseluruh Kota Surabaya.

"Saat di kampung ada yang terkonfirmasi positif corona, 'Kampung Wani Jogo Suroboyo' inilah yang berperan di garda depan. Jadi penanganannya dilakukan secara gotong royong melibatkan banyak pihak. Tidak mungkin penanganan ini hanya dilakukan pemerintah, tapi juga harus dilakukan secara gotong royong melibatkan masyarakat juga," ungkapnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Jika ada ODP atau PDP yang melakukan karantina atau isolasi mandiri di rumahnya, kata William, semua harus dijamin kebutuhan sehari-harinya,seperti makanan dan kebutuhan lainnya. Pemkot Surabaya harus menyuplai makanannya. Begitu pula masyarakat bisa membantu kebutuhan lainnya.

"Jadi, penanganan Covid-19 ini harus dilakukan secara bersama-sama. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus ada kesadaran dari masyarakat dan tindakan tegas dari pemerintah. Kalau hanya pemerintah yang tegas, kesannya juga tidak baik. Harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat. Dan, PSBB jangan diperpanjang lagi. Karena terbukti tidak efektif," tandasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.