Minggu, 01 Nov 2026 03:52 WIB

Setuju dengan Wali Kota Risma Tolak PSBB Jilid IV, DPRD: Optimalkan Kampung Wani Jogo Suroboyo

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 08 Jun 2020 11:12 WIB

Surabaya (selalu.id) - Banyak kalangan mendukung langkah Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang enggan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga jilid IV di Kota Pahlawan.

"Saya tidak sepakat PSBB diperpanjang. Saya lebih sepakat diberlakukan PSBK. Yakni Pembatasan Sosial Berskala Kecil. PSBB seperti dipaksakan," kata anggota Komisi C DPRD Surabaya, William Wirakusumah, Senin (8/6/2020).

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Pelaksanaan PSBB, lanjut William, jangkauannya terlalu luas. Padahal yang terpapar virus Covid-19 masih berada di lingkup lingkungan kecil. Seharusnya, yang dilokalisasi adalah lingkungan yang ada virus corona, saja bukan semua wilayah seperti konsep PSBB. Sehingga akan bisa lebih fokus.

"Pelaksanaan PSBB tidak bisa fokus. Berbeda dengan PSBK yang lebih fokus pada lingkungan yang terpapar virus corona. Tentunya tanpa mengabaikan lingkungan yang masih belum terpapar virus corona," ujar Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Kota Surabaya ini.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

Agar pelaksanaan PSBK ini bisa berjalan maksimal, jelas William, bisa memaksimalkan peran 'Kampung Wani Jogo Suroboyo' yang telah dibentuk Pemkot Surabaya. Saat ini 'Kampung Wani Jogo Suroboyo' telah terbentuk di tingkat RW diseluruh Kota Surabaya.

"Saat di kampung ada yang terkonfirmasi positif corona, 'Kampung Wani Jogo Suroboyo' inilah yang berperan di garda depan. Jadi penanganannya dilakukan secara gotong royong melibatkan banyak pihak. Tidak mungkin penanganan ini hanya dilakukan pemerintah, tapi juga harus dilakukan secara gotong royong melibatkan masyarakat juga," ungkapnya.

Baca Juga: Cekcok Berujung Pembacokan di Surabaya, 1 Pelaku Belum Ditemukan usai Lompat Sungai

Jika ada ODP atau PDP yang melakukan karantina atau isolasi mandiri di rumahnya, kata William, semua harus dijamin kebutuhan sehari-harinya,seperti makanan dan kebutuhan lainnya. Pemkot Surabaya harus menyuplai makanannya. Begitu pula masyarakat bisa membantu kebutuhan lainnya.

"Jadi, penanganan Covid-19 ini harus dilakukan secara bersama-sama. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus ada kesadaran dari masyarakat dan tindakan tegas dari pemerintah. Kalau hanya pemerintah yang tegas, kesannya juga tidak baik. Harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat. Dan, PSBB jangan diperpanjang lagi. Karena terbukti tidak efektif," tandasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.

Melihat Tradisi Tedak Sinten di Nganjuk, Sebar Uang Koin hingga Jadi Rebutan

selalu.id - Warga Dusun Kepuhtelu, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk masih melestarikan tradisi adat Jawa Piton-Piton atau yang juga dikenal

Polisi Bongkar Pengemasan Ulang Beras SPHP di Pasuruan, Empat Orang Diamankan

Pengungkapan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang mencurigai adanya pengemasan ulang beras SPHP.

Roadshow Film Piye To Kih di Mojokerto, Angkat Genre Komedi, Cinta dan Persahabatan

Film komedi Jawa yang diangkat dari Woko Channel ini akan tayang perdana di seluruh bioskop Indonesia pada 19 November 2026.