Minggu, 01 Feb 2026 22:03 WIB

Setuju dengan Wali Kota Risma Tolak PSBB Jilid IV, DPRD: Optimalkan Kampung Wani Jogo Suroboyo

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 08 Jun 2020 11:12 WIB

Surabaya (selalu.id) - Banyak kalangan mendukung langkah Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang enggan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga jilid IV di Kota Pahlawan.

"Saya tidak sepakat PSBB diperpanjang. Saya lebih sepakat diberlakukan PSBK. Yakni Pembatasan Sosial Berskala Kecil. PSBB seperti dipaksakan," kata anggota Komisi C DPRD Surabaya, William Wirakusumah, Senin (8/6/2020).

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Pelaksanaan PSBB, lanjut William, jangkauannya terlalu luas. Padahal yang terpapar virus Covid-19 masih berada di lingkup lingkungan kecil. Seharusnya, yang dilokalisasi adalah lingkungan yang ada virus corona, saja bukan semua wilayah seperti konsep PSBB. Sehingga akan bisa lebih fokus.

"Pelaksanaan PSBB tidak bisa fokus. Berbeda dengan PSBK yang lebih fokus pada lingkungan yang terpapar virus corona. Tentunya tanpa mengabaikan lingkungan yang masih belum terpapar virus corona," ujar Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Kota Surabaya ini.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Agar pelaksanaan PSBK ini bisa berjalan maksimal, jelas William, bisa memaksimalkan peran 'Kampung Wani Jogo Suroboyo' yang telah dibentuk Pemkot Surabaya. Saat ini 'Kampung Wani Jogo Suroboyo' telah terbentuk di tingkat RW diseluruh Kota Surabaya.

"Saat di kampung ada yang terkonfirmasi positif corona, 'Kampung Wani Jogo Suroboyo' inilah yang berperan di garda depan. Jadi penanganannya dilakukan secara gotong royong melibatkan banyak pihak. Tidak mungkin penanganan ini hanya dilakukan pemerintah, tapi juga harus dilakukan secara gotong royong melibatkan masyarakat juga," ungkapnya.

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Jika ada ODP atau PDP yang melakukan karantina atau isolasi mandiri di rumahnya, kata William, semua harus dijamin kebutuhan sehari-harinya,seperti makanan dan kebutuhan lainnya. Pemkot Surabaya harus menyuplai makanannya. Begitu pula masyarakat bisa membantu kebutuhan lainnya.

"Jadi, penanganan Covid-19 ini harus dilakukan secara bersama-sama. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus ada kesadaran dari masyarakat dan tindakan tegas dari pemerintah. Kalau hanya pemerintah yang tegas, kesannya juga tidak baik. Harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat. Dan, PSBB jangan diperpanjang lagi. Karena terbukti tidak efektif," tandasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.