Rabu, 22 Jul 2026 04:16 WIB

Misi Penyelamatan Kucing Telantar di Kawasan Tol Waru Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 08 Jul 2022 11:29 WIB
Kucing di Jalan Tol di Surabaya
Kucing di Jalan Tol di Surabaya

selalu.id - Menggandeng pecinta hewan Surabaya, Komunitas Universitas Airlangga Peduli Hewan (UAPH) menggelar diskusi terkait kesejahteraan hewan bersama Pemkot Surabaya.

UAPH mencatat sebanyak 200 kucing terbuang di bawah Tol Waru dan harus mendapat penanganan khusus.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

"Padahal, di jalan raya itu rawan. Banyak kendaraan besar yang lalu lalang dan itu membahayakan kucing maupun pengemudi. Selain itu, pernah terjadi vandalisme di sekitar shelter,"kata Ketua UAPH, Alyssa Chiara Handini Tandy, Kamis (7/7/2022).

Alyssa mengatakan, selain pembuangan kucing liar, pertunjukan topeng monyet juga diperhatikan. Sebab, topeng monyet tak boleh dimainkan lagi.

Kemudian, hewan lain yang perlu diperhatikan kesejahteraannya yakni, kesehatan kuda pada dokar, jagal anjing di Surabaya, dan jual beli hewan primata di Pasar Bratang Surabaya.

Alyssa juga menjelaskan, area bawah tol yang seharusnya steril, justru jadi area bebas menjadi sarang pembuangan kucing.

"Makanya, salah satu dari kami berkirim pesan lewat akun sosial medianya Pak Walikota, akhirnya kami diundang diskusi bersama Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji," kata Alyssa.

Komunitas non-profit yang kini telah menghimpun 79 orang itu tidak hanya pada hewan kucing liar. Melainkan hewan-hewan lain yang membutuhkan pertolongan.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Sementara itu, Rescuer and Animal Lover Surabaya, Kenfuri Sonia, menyatakan bahwa meski sudah diatur Perda, masih banyak aksi eksploitasi hewan.

Kata dia, pertunjukan topeng monyet yang cenderung animal violence. Secara tidak langsung, itu juga akan mempengaruhi penonton melakukan animal violence.

"Mulai hal kecil, misalnya mencubit hewan, menarik ekor hewan, mencabut bulu hewan yang di mana itu adalah tindakan menyiksa. Apalagi mayoritas penontonnya adalah anak kecil. Belum lagi munculnya zoonosis (penyakit dari hewan yang menular ke manusia ataupun sebaliknya, Red)," terangnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Sonia menyampaikan, apalagi, saat ini juga marak jagal anjing di Surabaya. Sementara anjing bukan hewan yang layak konsumsi. Cara menjagalnya pun dipukul sampai mati, lalu dipotong- potong.

Selain itu juga perkara dokar, kata Sonia, kuda hamil baru melahirkan dipaksa bekerja, keadaan lelah masih dipecuti oleh delman yang beroperasi di Surabaya.

"Wawali Kota Surabaya, Armuji juga menanggapi secara positif, Pemkot terus menanyakan kondisi dan follow-up membantu relokasi pembuangan kucing liar di Shelter Tol Waru,"jelasnya.

Dalam acara ini muncul usulan menyelamatkan satwa atau monyet untuk direhabilitasi dan dilepasliarkan kembali ke alamnya bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Timur. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.