Minggu, 06 Sep 2026 22:57 WIB

Misi Penyelamatan Kucing Telantar di Kawasan Tol Waru Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 08 Jul 2022 11:29 WIB
Kucing di Jalan Tol di Surabaya
Kucing di Jalan Tol di Surabaya

selalu.id - Menggandeng pecinta hewan Surabaya, Komunitas Universitas Airlangga Peduli Hewan (UAPH) menggelar diskusi terkait kesejahteraan hewan bersama Pemkot Surabaya.

UAPH mencatat sebanyak 200 kucing terbuang di bawah Tol Waru dan harus mendapat penanganan khusus.

Baca Juga: Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

"Padahal, di jalan raya itu rawan. Banyak kendaraan besar yang lalu lalang dan itu membahayakan kucing maupun pengemudi. Selain itu, pernah terjadi vandalisme di sekitar shelter,"kata Ketua UAPH, Alyssa Chiara Handini Tandy, Kamis (7/7/2022).

Alyssa mengatakan, selain pembuangan kucing liar, pertunjukan topeng monyet juga diperhatikan. Sebab, topeng monyet tak boleh dimainkan lagi.

Kemudian, hewan lain yang perlu diperhatikan kesejahteraannya yakni, kesehatan kuda pada dokar, jagal anjing di Surabaya, dan jual beli hewan primata di Pasar Bratang Surabaya.

Alyssa juga menjelaskan, area bawah tol yang seharusnya steril, justru jadi area bebas menjadi sarang pembuangan kucing.

"Makanya, salah satu dari kami berkirim pesan lewat akun sosial medianya Pak Walikota, akhirnya kami diundang diskusi bersama Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji," kata Alyssa.

Komunitas non-profit yang kini telah menghimpun 79 orang itu tidak hanya pada hewan kucing liar. Melainkan hewan-hewan lain yang membutuhkan pertolongan.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Sementara itu, Rescuer and Animal Lover Surabaya, Kenfuri Sonia, menyatakan bahwa meski sudah diatur Perda, masih banyak aksi eksploitasi hewan.

Kata dia, pertunjukan topeng monyet yang cenderung animal violence. Secara tidak langsung, itu juga akan mempengaruhi penonton melakukan animal violence.

"Mulai hal kecil, misalnya mencubit hewan, menarik ekor hewan, mencabut bulu hewan yang di mana itu adalah tindakan menyiksa. Apalagi mayoritas penontonnya adalah anak kecil. Belum lagi munculnya zoonosis (penyakit dari hewan yang menular ke manusia ataupun sebaliknya, Red)," terangnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Sonia menyampaikan, apalagi, saat ini juga marak jagal anjing di Surabaya. Sementara anjing bukan hewan yang layak konsumsi. Cara menjagalnya pun dipukul sampai mati, lalu dipotong- potong.

Selain itu juga perkara dokar, kata Sonia, kuda hamil baru melahirkan dipaksa bekerja, keadaan lelah masih dipecuti oleh delman yang beroperasi di Surabaya.

"Wawali Kota Surabaya, Armuji juga menanggapi secara positif, Pemkot terus menanyakan kondisi dan follow-up membantu relokasi pembuangan kucing liar di Shelter Tol Waru,"jelasnya.

Dalam acara ini muncul usulan menyelamatkan satwa atau monyet untuk direhabilitasi dan dilepasliarkan kembali ke alamnya bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Timur. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.