Senin, 02 Feb 2026 11:09 WIB

Wali Kota Surabaya Surabaya Gelar Sayembara Desain Patung Bung Karno

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 06 Jun 2022 17:07 WIB
Balai Kota Surabaya
Balai Kota Surabaya

selalu.id - Wali Kota Surabaya gelar sayembara desain patung Presiden RI pertama Bung Karno. Ini Bertepatan dengan Hari Lahir sang proklamator tersebut, Senin (6/6/2022).

Sayembara desain tersebut mengambil tema 'Warisi Apinya, Jangan Abunya'. Nantinya, Pemkot Surabaya bakal membangun patung sesuai dengan desain pemenang.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

"Hari ini, bertepatan dengan hari lahir Bung Karno, kami mengumumkan sayembara desain patung Bung Karno yang nantinya akan dibangun di Surabaya," kata Eri dalam jumpa pers, Senin (6/6/2022).

Eri menyampaikan, sayembara tersebut berhadiah total Rp190 juta. Pengumpulan karya akan berakhir pada Oktober, dan pemenang diumumkan 10 November 2022.

"Teknisnya kita sebarkan dalam poster di media sosial, media, dan berbagai kanal komunikasi,"ujarnya.

Dengan sayembaran ini, Eri berhadap semua seniman bisa ikut terlibat untuk memberikan ide terbaik.

"Sehingga dalam membangun, Pemkot Surabaya itu tidak berjalan dalam imajinasinya sendiri, melainkan membuka ruang bagi imajinasi publik,” jelasnya.

Menurutnya, sayembara desain patung Bung Karno akan sangat kental dengan nilai-nilai artistik. Ini adalah bagian dari penghormatan kepada Bung Karno yang juga dikenal sebagai seniman dann arsitek.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Ia menjelaskan , bahwa tidak banyak yang mengetahui bahwa Bung Karno menjiwai arsitektur dalam kepemimpinannya.

"Karya-karya di era kepemimpinannya timeless, seperti Masjid Istiqlal, Monas, Gedung Sarinah, Hotel Indonesia, Tugu Selamat Datang, dan sebagainya,"ungkap Eri.

Lebih lanjut Eri mengungkapkan bahwa Surabaya dan Bung Karno serta Bung Karno dan Surabaya ibarat dua sisi dalam satu keping mata uang yang tiada terpisahkan.

"Saya menyebutnya Surabaya menjadi takdir Bung Karno karena begitu lekatnya kota ini dalam perjalanan hidup beliau. Kami sangat bangga, terharu, bahwa Surabaya ditakdirkan menjadi bagian dalam perjalanan dan perjuangan Bung Karno," ujar Eri.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Eri pun lantas membeberkan sejumlah fakta sejarah tentang Bung Karno dan Surabaya, jejeran fakta yang membuat Bung Karno menyebut Surabaya sebagai 'dapur nasionalisme'. Bung Karno lahir Kampung Pandean, Surabaya, pada 6 Juni 1901.

Sempat berpindah ke beberapa daerah di masa kecilnya, Bung Karno kembali ke Surabaya untuk bersekolah di Hogere Burger School (HBS) yang kini menjadi bangunan kantor Pos Besar tak jauh dari Tugu Pahlawan.

"Setelah lahir, kemudian masa kecil berpindah, Surabaya tetaplah kemudian menjadi takdir Bung Karno setelah ayahnya, Raden Soekemi, mengirimkan sang anak untuk bersekolah di Surabaya dan indekos di rumah tokoh Islam, Haji Oemar Said Tjokroaminoto, di Peneleh," ujar Eri. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.