Minggu, 06 Sep 2026 16:06 WIB

Wali Kota Surabaya Surabaya Gelar Sayembara Desain Patung Bung Karno

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 06 Jun 2022 17:07 WIB
Balai Kota Surabaya
Balai Kota Surabaya

selalu.id - Wali Kota Surabaya gelar sayembara desain patung Presiden RI pertama Bung Karno. Ini Bertepatan dengan Hari Lahir sang proklamator tersebut, Senin (6/6/2022).

Sayembara desain tersebut mengambil tema 'Warisi Apinya, Jangan Abunya'. Nantinya, Pemkot Surabaya bakal membangun patung sesuai dengan desain pemenang.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Hari ini, bertepatan dengan hari lahir Bung Karno, kami mengumumkan sayembara desain patung Bung Karno yang nantinya akan dibangun di Surabaya," kata Eri dalam jumpa pers, Senin (6/6/2022).

Eri menyampaikan, sayembara tersebut berhadiah total Rp190 juta. Pengumpulan karya akan berakhir pada Oktober, dan pemenang diumumkan 10 November 2022.

"Teknisnya kita sebarkan dalam poster di media sosial, media, dan berbagai kanal komunikasi,"ujarnya.

Dengan sayembaran ini, Eri berhadap semua seniman bisa ikut terlibat untuk memberikan ide terbaik.

"Sehingga dalam membangun, Pemkot Surabaya itu tidak berjalan dalam imajinasinya sendiri, melainkan membuka ruang bagi imajinasi publik,” jelasnya.

Menurutnya, sayembara desain patung Bung Karno akan sangat kental dengan nilai-nilai artistik. Ini adalah bagian dari penghormatan kepada Bung Karno yang juga dikenal sebagai seniman dann arsitek.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Ia menjelaskan , bahwa tidak banyak yang mengetahui bahwa Bung Karno menjiwai arsitektur dalam kepemimpinannya.

"Karya-karya di era kepemimpinannya timeless, seperti Masjid Istiqlal, Monas, Gedung Sarinah, Hotel Indonesia, Tugu Selamat Datang, dan sebagainya,"ungkap Eri.

Lebih lanjut Eri mengungkapkan bahwa Surabaya dan Bung Karno serta Bung Karno dan Surabaya ibarat dua sisi dalam satu keping mata uang yang tiada terpisahkan.

"Saya menyebutnya Surabaya menjadi takdir Bung Karno karena begitu lekatnya kota ini dalam perjalanan hidup beliau. Kami sangat bangga, terharu, bahwa Surabaya ditakdirkan menjadi bagian dalam perjalanan dan perjuangan Bung Karno," ujar Eri.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Eri pun lantas membeberkan sejumlah fakta sejarah tentang Bung Karno dan Surabaya, jejeran fakta yang membuat Bung Karno menyebut Surabaya sebagai 'dapur nasionalisme'. Bung Karno lahir Kampung Pandean, Surabaya, pada 6 Juni 1901.

Sempat berpindah ke beberapa daerah di masa kecilnya, Bung Karno kembali ke Surabaya untuk bersekolah di Hogere Burger School (HBS) yang kini menjadi bangunan kantor Pos Besar tak jauh dari Tugu Pahlawan.

"Setelah lahir, kemudian masa kecil berpindah, Surabaya tetaplah kemudian menjadi takdir Bung Karno setelah ayahnya, Raden Soekemi, mengirimkan sang anak untuk bersekolah di Surabaya dan indekos di rumah tokoh Islam, Haji Oemar Said Tjokroaminoto, di Peneleh," ujar Eri. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.

Bupati Jember Fawait Berangkatkan Peserta Tajemtra Meski Akui Baru Lepas Infus

Ia mengaku tidak ingin meninggalkan masyarakat yang telah datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti Tajemtra.

Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Penggunaan kereta api untuk mengangkut peserta diharapkan dapat memberikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.