Rabu, 22 Jul 2026 02:25 WIB

Pelayanan hingga Transportasi, Ini Rencana Wali Kota Eri untuk Surabaya ke Depan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 31 Mei 2022 12:01 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat di ruang kerjanya di Balai Kota
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat di ruang kerjanya di Balai Kota

selalu.id - Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke 729, Wali Kota Eri Cahyadi memberikan bocoran sejumlah rencana besar transformasi perubahan Kota Surabaya kedepan.

Eri menyampaikan, terkait dengan pelayanan publik, irinya ingin masyarakat tak perlu lagi datang ke kantor perangkat daerah (PD) atau kecamatan/ kelurahan untuk mengakses pelayanan publik. Baik itu untuk mendapatkan pelayanan pendidikan, kesehatan dan perizinan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

"Jadi tidak ada lagi orang itu perlu datang. Kenapa sekarang ini saya memberikan tanggung jawab di setiap RW. Jadi fungsinya adalah itu," kata Wali Kota Eri di ruang kerjanya, Senin (30/5/2022).

Meski Surabaya telah bertransformasi menjadi Kota Metropolitan, Wali Kota Eri menerangkan, tidak semua warganya paham terhadap teknologi (IT).

Sehingga, ia ingin agar administrasi kependudukan (adminduk) dapat diakses warga melalui Balai RW.

"Bagaimana pelayanan di Surabaya itu masyarakat tidak perlu kesulitan, tidak perlu masyarakat itu datang ke mana-mana. Cukup ke Balai RW-nya selesai," ujarnya.

Selain itu, terkait pelayanan adminduk, bisa didapatkan warga cukup dari rumah. Misalnya, ketika ada seorang ibu yang melahirkan, maka untuk akta kelahiran beserta perubahan KK (Kartu Keluarga) diantar petugas ke rumahnya.

"Jadi sudah berubah dan dikirim ke rumahnya. Itu yang saya inginkan," ujarnya.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Lebih lanjut Eri menginginkan, ketika ada warga yang meninggal dunia atau saat keluarga almarhum mengurus akta kematian, maka sudah sekaligus mendapatkan semua perubahan adminduk.

"KK dapat, akta kematian dapat, perubahan-perubahan lainnya semua juga dapat. Itu yang saya inginkan," ungkapnya.

Selain kemudahan pelayanan publik, Eri menginginkan Surabaya ke depan memiliki transportasi massal.

Bahkan, ia mengaku, pada tahun 2023 mendatang, konsep transportasi massal itu bakal direalisasikan.

"InsyaAllah transportasi massal itu akan saya lakukan di tahun 2023. Bayangin tidak banyak lagi motor, tidak banyak lagi mobil, tapi ada transportasi massal yang membuat nyaman, bersih dan tepat waktu," jelasnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Berbagai kemudahan pelayanan publik hingga transportasi massal itu sekarang menjadi concern Wali Kota Eri Cahyadi.

Eri berharap, kemudahan dalam pelayanan publik ini diharapkan dapat membuat masyarakat di Kota Surabaya merasa lebih nyaman.

"Jadi, urus kesehatan, pendidikan tidak perlu lagi datang, tapi sudah tercover," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.