Selasa, 22 Sep 2026 21:38 WIB

Fakta Baru Pencurian Kursi Besi Pemkot Surabaya, Ternyata Libatkan Perempuan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 07 Agu 2026 19:16 WIB
Plt Kasatpol PP Surabaya, Irna Pawanti. (Foto: Ade/selalu.id).
Plt Kasatpol PP Surabaya, Irna Pawanti. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id – Penyelidikan kasus pencurian kursi besi taman milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berlanjut.

Kasus ini mengungkap fakta baru terkait keterlibatan seorang perempuan yang diduga menjadi kaki tangan pelaku utama asal Kabupaten Sumenep.

Baca Juga: Lomba Kampung Pancasila 2026 Surabaya Resmi Digelar, Berhadiah Puluhan Juta dan Bantuan Menarik

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, Irna Pawanti, mengonfirmasi bahwa pihaknya bersama aparat kepolisian masih terus mendalami peran perempuan tersebut.

"Yang dua orang itu kami serahkan ke kepolisian dan saat ini sudah diproses. Sementara satu orang perempuan masih dalam penyelidikan dan berada di Sumenep," katanya, Jumat (7/8/2026).

Aksi pencurian fasilitas publik ini terbilang rapi. Para pelaku mengangkut empat kursi besi berbobot total sekitar 140 kilogram (masing-masing 35 kg) menuju tempat pengepul barang bekas di kawasan Jalan Kaliwaron.

Guna menyamarkan aksinya dari kecurigaan warga maupun petugas, pelaku menurunkan barang bukti menggunakan kendaraan ambulans sebelum akhirnya langsung melarikan diri.

"Pelaku mengirim barang itu lebih dulu ke lokasi pengepul, kemudian ambulans pergi. Jadi, saat petugas datang, ambulans sudah tidak ada," jelas Irna.

Tak lama setelah armada ambulans pergi, seorang pria datang ke lokasi penampungan rongsokan menggunakan sepeda motor.

Baca Juga: Bansos di Surabaya Tak Lihat Desil, Eri Cahyadi: Ada yang Masih Belum Dapat Bantuan

Pria tersebut langsung diamankan oleh petugas Satpol PP yang berada di lokasi untuk dimintai keterangan. Dua orang terduga pelaku dan pengepul barang bekas kini resmi dilimpahkan ke pihak kepolisian.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Gubeng, Iptu Dwi Santoso, membeberkan bahwa ambulans yang digunakan bertipe Suzuki APV dengan nomor polisi L 1491 JC.

Kendaraan tersebut merupakan mobil operasional milik sebuah klinik yang diambil tanpa izin pengelola.

"Pelaku mengambil kunci ambulans di ruang kebersihan tanpa izin, lalu menggunakannya untuk mengangkut empat kursi besi milik Pemkot Surabaya," jelas Dwi.

Baca Juga: Investasi 5 Miliar Lewat PT OSO Sekuritas, Dua Terdakwa Divonis Satu hingga 2,5 Tahun

Hasil pemeriksaan penyidik Polsek Gubeng menunjukkan bahwa aksi pencurian aset Pemkot Surabaya ini bukan yang pertama kali.

Pelaku disinyalir sudah melancarkan aksi serupa sebanyak tujuh kali dengan sasaran dan modus operandi yang sama.

"Pelaku selalu menggunakan ambulans yang sama untuk menjalankan aksinya," katanya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bikin Merinding, Begini Suara Mengerikan saat Medan Magnet Bumi Berbalik Arah

Data inti es menunjukkan kadar Berilium-10, isotop yang terbentuk dari hantaman radiasi kosmik, melonjak hingga dua kali lipat.

Aturan Baru Jalan Tol, Jangan Diabaikan Bila Tak Mau Kena Sanksi Tegas

Regulasi ini disiapkan untuk memperkuat ketentuan lama yang diatur dalam Permen PU Nomor 16 Tahun 2014.

Revitalisasi Sekolah di Jember Bawa Berkah, 5.000 Tukang dan Kuli Bangunan Ketiban Rezeki

Bagi para pekerja, kesempatan tersebut menjadi tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Mereka pun mengaku senang atas program tersebut.

Jangan Lakukan Ini pada Kendaraanmu jika Tak Mau Dipenjara

Ancaman sanksi bagi pengendara yang membandel diatur jelas dalam Pasal 280 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Sederet Langkah Serius Pemkab Jember dalam Menata Pasar Tanjung

Pemkab Jember juga menjadwalkan sosialisasi skenario penataan kawasan dan trotoar kepada para pedagang sebelum kebijakan resmi diterapkan permanen di lapangan.

Maling Motor asal Sidoarjo Dibekuk Polisi Mojokerto, 3 Penadah Ikut Diamankan

Kasus ini terungkap setelah tim melakukan penyelidikan intensif dengan menelusuri rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian.