Fakta Baru Pencurian Kursi Besi Pemkot Surabaya, Ternyata Libatkan Perempuan
- Penulis : Ade Resty
- | Jumat, 07 Agu 2026 19:16 WIB
selalu.id – Penyelidikan kasus pencurian kursi besi taman milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berlanjut.
Kasus ini mengungkap fakta baru terkait keterlibatan seorang perempuan yang diduga menjadi kaki tangan pelaku utama asal Kabupaten Sumenep.
Baca Juga: Jejak Gelap "Ambulans Pemetik Kursi Taman" di Sudut Surabaya
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, Irna Pawanti, mengonfirmasi bahwa pihaknya bersama aparat kepolisian masih terus mendalami peran perempuan tersebut.
"Yang dua orang itu kami serahkan ke kepolisian dan saat ini sudah diproses. Sementara satu orang perempuan masih dalam penyelidikan dan berada di Sumenep," katanya, Jumat (7/8/2026).
Aksi pencurian fasilitas publik ini terbilang rapi. Para pelaku mengangkut empat kursi besi berbobot total sekitar 140 kilogram (masing-masing 35 kg) menuju tempat pengepul barang bekas di kawasan Jalan Kaliwaron.
Guna menyamarkan aksinya dari kecurigaan warga maupun petugas, pelaku menurunkan barang bukti menggunakan kendaraan ambulans sebelum akhirnya langsung melarikan diri.
"Pelaku mengirim barang itu lebih dulu ke lokasi pengepul, kemudian ambulans pergi. Jadi, saat petugas datang, ambulans sudah tidak ada," jelas Irna.
Tak lama setelah armada ambulans pergi, seorang pria datang ke lokasi penampungan rongsokan menggunakan sepeda motor.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Seleksi Pimpinan BAZNAS 2026–2031, Berikut Syaratnya
Pria tersebut langsung diamankan oleh petugas Satpol PP yang berada di lokasi untuk dimintai keterangan. Dua orang terduga pelaku dan pengepul barang bekas kini resmi dilimpahkan ke pihak kepolisian.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Gubeng, Iptu Dwi Santoso, membeberkan bahwa ambulans yang digunakan bertipe Suzuki APV dengan nomor polisi L 1491 JC.
Kendaraan tersebut merupakan mobil operasional milik sebuah klinik yang diambil tanpa izin pengelola.
"Pelaku mengambil kunci ambulans di ruang kebersihan tanpa izin, lalu menggunakannya untuk mengangkut empat kursi besi milik Pemkot Surabaya," jelas Dwi.
Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Polemik RM Ayam Goreng Ny Suharti Tuntas dengan Transparan dan Humanis
Hasil pemeriksaan penyidik Polsek Gubeng menunjukkan bahwa aksi pencurian aset Pemkot Surabaya ini bukan yang pertama kali.
Pelaku disinyalir sudah melancarkan aksi serupa sebanyak tujuh kali dengan sasaran dan modus operandi yang sama.
"Pelaku selalu menggunakan ambulans yang sama untuk menjalankan aksinya," katanya.
Editor : Zain Ahmad