Jumat, 06 Nov 2026 19:57 WIB

Maling Motor asal Sidoarjo Dibekuk Polisi Mojokerto, 3 Penadah Ikut Diamankan

Para pelaku saat digiring di Polres Mojokerto. (Supri/selalu.id)
Para pelaku saat digiring di Polres Mojokerto. (Supri/selalu.id)

selalu.id - Satreskrim Polres Mojokerto berhasil membongkar jaringan pencurian sepeda motor yang meresahkan warga Kabupaten Mojokerto. Dalam pengungkapan ini, polisi menangkap satu pelaku utama dan tiga orang yang diduga sebagai penadah. 

Pelaku utama diketahui bernama Mochamad Ikhsanul Mukminin, warga Kabupaten Sidoarjo. Selain itu, petugas juga mengamankan Fatkur Rosi, Jamaludin asal Surabaya, serta Mohamad Syafi dari Kabupaten Sampang, Madura yang berperan menampung barang curian atau penadah. 

Baca Juga: Sindikat Scamming Internasional Dibongkar di Mojokerto, 23 WNA Diimingi Gaji 1000 US Dolar

Kasus ini terungkap setelah tim melakukan penyelidikan intensif dengan menelusuri rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian. Dari rekaman tersebut, identitas pelaku akhirnya teridentifikasi hingga akhirnya ditangkap. 

Wakapolres Mojokerto Kompol Grandika Indra Waspada dalam konferensi pers menjelaskan, pelaku beraksi memanfaatkan kelalaian korban yang meninggalkan kunci masih menempel di motor. 

"Tersangka terlebih dahulu memantau situasi di sekitar rumah korban. Ketika dirasa aman dan korban sudah masuk rumah, pelaku langsung membawa kabur sepeda motor yang kuncinya masih tergantung," kata Grandika. 

Pencurian itu terjadi pada Sabtu, 18 Juli 2026 sekitar pukul 12.00 WIB di area Pungging Krisik, Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. 

Saat kejadian, korban memarkir Honda Scoopy warna merah hitam tahun 2019 dengan nopol S-4189-NAD di teras rumah. Korban tidak sadar kunci masih tertinggal di lubang kontak, lalu masuk ke dalam rumah. 

"Selesai memarkir, korban masuk rumah. Bersamaan dengan itu pelaku yang sedang jalan kaki melintas dan memperhatikan kondisi rumah korban," lanjut Grandika. 

Sekitar pukul 12.30 WIB, korban mendengar suara motor dari teras. Awalnya dikira dipakai keluarga, namun setelah dicek ternyata motor miliknya sudah raib. 

Baca Juga: Sukses Tekan Kasus Penyakit Menular, Wali Kota Mojokerto Ning Ita Sabet ATM Award 2026

"Modusnya acak. Pelaku berkeliling mencari motor yang diparkir dengan kunci masih menancap. Jika situasi sepi, motor langsung diambil," terang Wakapolres. 

Untuk beraksi, pelaku berangkat dari tempat kosnya di Pasuruan. Ia ke Mojokerto naik angkutan umum, turun di Mojosari, lalu berjalan kaki ke wilayah Pungging untuk mencari target. 

"Setelah menemukan sasaran, pelaku mendorong motor korban menjauh dulu dari rumah. Setelah cukup jauh baru mesin dinyalakan dan motor dibawa kabur," jelasnya. 

Tim Resmob Satreskrim Polres Mojokerto kemudian menelusuri sejumlah titik CCTV. Hasil analisa mengarah pada Moch Ikhsanul Mukminin. Pelaku akhirnya diringkus di Jalan Raya Pekukuhan, Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari. 

Baca Juga: 21 WNA Korban TPPO di Mojokerto Diselamatkan, 4 Terduga Pelaku Ditangkap

Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui mencuri Honda Scoopy merah hitam nopol S 4189 NAD. Dari pengembangan, ia juga mengaku sudah beraksi di 10 lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Mojokerto. 

"Kami terus dalami dan menemukan beberapa TKP lain. Dari pengembangan itu pula kami mengamankan tiga orang yang diduga penadah," ungkapnya. 

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 476 juncto Pasal 126 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun. 

Sedangkan tiga penadah dijerat Pasal 591 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun penjara.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kasus Hibah Pokmas Jatim: Jaksa KPK Ultimatum Anwar Sadad Hadir di Sidang Minggu Depan!

Jaksa menegaskan tidak akan main-main jika Anwar Sadad mangkir dari kewajiban hukumnya. Pihaknya siap melakukan pemanggilan paksa.

Era Baru Layanan RSUD Jatim: Mulai dari KRIS, Sistem iDRG hingga Kelola Keuangan Pakai AI

Rumah sakit juga wajib memvalidasi data pasien melalui NIK terintegrasi Dukcapil dan menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi. 

Kisah Pilu Warga Madiun Bayar Utang Bank Orang Lain Rp170 Juta, Rumah juga Terancam Dilelang

Langkah berat itu terpaksa ia tempuh semata-mata demi pertahankan rumah tinggalnya di Sukomoro, Nganjuk yang ia beli secara sah sejak 13 tahun lalu.

BPOM Ungkap Pabrik Kosmetik Ilegal di Jatim, Omzetnya Setahun Ugal-ugalan

Dalam ungkap ini, petugas juga menemukan berbagai produk berupa krim, losion, dan toner yang dikemas dalam wadah polos tanpa label maupun izin edar.

Asa Baru Kebangkitan Jaranan Pogogan Nganjuk

Jaranan Pogogan mengisahkan perjalanan prajurit dari Bantarangin, Ponorogo, menuju Kediri untuk melamar Putri Kediri Dewi Songgolangit.

Nasdem Setuju Pemprov Sisihkan Dana 600 Miliar Lewat Skema Dana Ditanggung Bersama

Pengumpulan dana dilakukan bertahap selama 3 tahun anggaran.