Senin, 02 Nov 2026 14:40 WIB

Gandeng Duta Pancasila, Pemkab Mojokerto Perkuat Edukasi Cukai dan Perang Lawan Rokok Ilegal

Sosialisasi pemberantasan cukai ilegal. (Supri/selalu.id)
Sosialisasi pemberantasan cukai ilegal. (Supri/selalu.id)

selalu.id - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus menguatkan upaya pemberantasan barang kena cukai ilegal. Kali ini sasarannya menyasar generasi muda. Melalui Satuan Polisi Pamong Praja, Pemkab menggelar sosialisasi Ketentuan Bidang Cukai khusus untuk Duta Pancasila atau Purna Paskibraka Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan berlangsung di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Kamis pagi 17 September 2025.

Baca Juga: Roadshow Film Piye To Kih di Mojokerto, Angkat Genre Komedi, Cinta dan Persahabatan

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa hadir langsung dan menyampaikan bahwa sosialisasi ini bukan sekadar penyampaian aturan. Tujuannya jelas: memutus mata rantai peredaran barang kena cukai ilegal, terutama rokok ilegal yang masih marak.

"Dengan pemahaman yang benar, masyarakat termasuk Duta Pancasila bisa ikut mengawasi agar peredaran barang kena cukai berjalan sesuai aturan. Rokok adalah salah satu contoh barang yang dikenai cukai," terang Gus Bupati.

Ia menambahkan, kepatuhan terhadap aturan cukai bukan hanya soal hukum. Penerimaan cukai menjadi salah satu penopang pendapatan negara dan daerah yang nantinya kembali untuk pembangunan. Jika barang ilegal beredar bebas, negara dirugikan dan iklim usaha yang sehat ikut terganggu.

Baca Juga: Gudang Produksi Pintu di Mojokerto Ludes Terbakar, Kerugian Rp200 Juta

"Kita ingin Mojokerto jadi daerah yang tertib aturan. Masyarakat paham ketentuan, usaha jalan sehat, dan penerimaan negara tetap terjaga. Itu bagian dari menjaga kepentingan masyarakat luas," ujarnya.

Senada dengan Bupati, Kepala Satpol PP Kabupaten Mojokerto Mohammad Taufiqurrohman menegaskan ada kaitan erat antara nasionalisme dan kepatuhan cukai. Menurutnya, membiarkan peredaran barang cukai ilegal sama saja mencederai upaya pembangunan.

"Tujuan kami menanamkan jiwa nasionalisme dan bela negara dari sisi ekonomi. Penerimaan cukai rokok itu dipakai untuk kesehatan dan dana bagi hasil ke daerah. Kalau rokok ilegal dibiarkan, negara rugi. Itu bentuk pengkhianatan terhadap negara," jelasnya.

Baca Juga: Elf Bawa Rombongan dari Bojonegoro Rem Blong di Pacet, 4 Orang Patah Kaki-Tangan

Agar materi lebih komprehensif, Pemkab menghadirkan narasumber dari Polres Mojokerto, Bea Cukai, Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Para Duta Pancasila tidak hanya mendengarkan, tapi juga aktif berdiskusi. Diharapkan setelah kegiatan ini mereka bisa menjadi kader terdepan dalam mengedukasi lingkungan sekitar tentang bahaya dan dampak barang kena cukai ilegal. (ADV)

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bupati Sidoarjo Berangkatkan Atlet Popda dan Peparpeda, Bonus hingga Beasiswa Disiapkan

Subandi menyebut mereka sebagai putra-putri terbaik daerah yang sudah ditempa latihan panjang.

Pemkot Surabaya Targetkan 5 Rumah Pompa Baru Beroperasi Desember

Lima lokasi itu berada di Nginden Intan Timur, Panjang Jiwo, Dharmahusada, Tambak Segaran, dan Tanjungsari.

Polda Jatim Siapkan Pengawalan Distribusi BBM dan Elpiji Antisipasi Kecurangan

Polisi juga menemukan adanya dugaan keterlibatan oknum dalam rantai penyimpangan distribusi bbm dan elpiji bersubsidi.

Pelindo Daya Sejahtera Perkuat Struktur Korporasi Lewat Konsolidasi Usaha

PDS direncanakan menggabungkan diri ke dalam PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI).

Polda Jatim Bongkar 22 Kasus Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi

Ini respons langsung terhadap keresahan masyarakat akibat kelangkaan bahan bakar bersubsidi yang belakangan sempat memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.

7 Polisi Dimutasi usai Gerebek 3 Kader Gerindra Pesta Sabu, Polrestabes Surabaya: Pembinaan Karier

Surat telegram itu ditandatangani Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan.