Minggu, 08 Nov 2026 04:34 WIB

Aturan Baru Jalan Tol, Jangan Diabaikan Bila Tak Mau Kena Sanksi Tegas

Kecelakaan di tol. (Dok. Selalu.id).
Kecelakaan di tol. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyiapkan aturan baru untuk memperketat pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) di seluruh ruas jalan tol. Langkah ini diambil guna menjamin kenyamanan serta keselamatan para pengguna jalan.

Dalam aturan baru tersebut, salah satu poin krusial yang digembleng adalah frekuensi pemeriksaan kondisi permukaan jalan tol.

Baca Juga: Jasa Marga Lagi Perbaiki Jalan Tol 4 Hari ke Depan, Cek Jadwal Jamnya

Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU, Ni Komang Rasminiati mengungkapkan, pemerintah saat ini tengah merampungkan penyusunan Rancangan Peraturan Menteri (Rapermen) terkait SPM Jalan Tol.

Regulasi ini disiapkan untuk memperkuat ketentuan lama yang diatur dalam Permen PU Nomor 16 Tahun 2014.

"Jadi sebelumnya SPM-nya itu regulasinya masih di tahun 2014, Permen PU Nomor 16 Tahun 2014. Saat ini kami sedang menyusun Rapermen SPM dengan penguatan-penguatan sesuai mandat daripada PP 23 Tahun 2024 tentang Jalan Tol," kata Komang saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Komang menjelaskan, perubahan signifikan terletak pada pengawasan ketidakrataan permukaan jalan tol melalui International Roughness Index (IRI).

Baca Juga: Kemen PU Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat hingga Jalan Baru, Akankah Merata?

Jika sebelumnya survei IRI hanya dilakukan sekali dalam setahun, ke depan pengawasannya dinaikkan menjadi empat kali lipat.

"Di dalam Rapermen ini kami akan memperkuat, ini dilaksanakan empat kali setahun. Jadi per triwulan akan dilaksanakan survei pencatatan dari IRI atau indeks ketidakrataan permukaan jalan tol," tegasnya.

Lewat pengawasan rutin per tiga bulan ini, pemerintah berharap kondisi jalan tol yang berlubang atau tidak rata bisa terdeteksi dan diperbaiki lebih cepat demi menjamin hak konsumen jalan tol.

Tak berhenti di situ, Rapermen anyar ini juga menyiapkan sanksi administratif yang lebih tegas bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang bandel atau tidak memenuhi standar pelayanan.

"Kemudian juga dilakukan penguatan mengenai pengenaan sanksi administratif kepada Badan Usaha Jalan Tol yang tidak memenuhi pemenuhan SPM yang dipersyaratkan di dalam PP, Permen, maupun di dalam PPJT," jelas Ni Komang.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Dramatis! Gol Menit Akhir Ivan Mamut Bawa Persija Bungkam Persebaya 1-0 dan Rebut Puncak Klasemen

Gol dramatis Ivan Mamut di penghujung laga memastikan Macan Kemayoran merangkak naik ke puncak klasemen sementara.

Vasa Hotel Surabaya Siapkan Kejutan Liburan Akhir Tahun Lewat Maison des Merveilles

Rudyanto Effendi, mengungkapkan bahwa para tamu akan dimanjakan dengan berbagai menu tradisi klasik Natal yang sarat cita rasa.

Misteri Bunker Jepang di Nganjuk, Konon jadi Bekas Penjara Presiden Soeharto

​Selain itu, benteng ini juga disebut-sebut menjadi tempat penahanan para pejuang yang terlibat dalam pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar.

Lagi Heboh! Ahli Fisika Ramal Bumi Kiamat Pekan Depan, Begini Faktanya ​

​Topik ini sontak menarik perhatian publik, mengingat tidak ada satupun makhluk yang mengetahui pasti kapan dunia berakhir.

Aturan Baru Panti Pijat Mulai Desember 2026

Dengan aturan baru ini, panti pijat berkonsep terbuka resmi masuk dalam pengawasan ketat Kategori 3 dengan standar persyaratan yang jauh lebih mengikat.

Pemkot Surabaya Sabet Penghargaan Satya JKN Awards 2026

Capaian ini merupakan bukti nyata dari dedikasi, inovasi, serta kerja keras yang terbangun pada seluruh ekosistem pemerintahan dan ketenagakerjaan di Surabaya.